Inilah Kemampuan Yang Hanya Dimiliki Seorang Sniper

Tak semua tentara itu memiliki kemampuan yang serupa meskipun dari angkatan dan satuan yang sama. Nantinya akan ada masa di mana para tentara ini diseleksi lagi berdasarkan kemampuannya. Yang jago taktis akan masuk tim raid alias serbu, sedangkan mereka dengan kemampuan bidik sangar, akan masuk sebagai pasukan khusus bernama sniper.

Sniper adalah pasukan istimewa karena tugasnya benar-benar spesifik dan beda. Memang ia lebih banyak diam tapi juga menentukan sebuah misi berhasil atau tidak. Tak hanya bertugas membunuh target saja, sniper juga kadang diserahi tugas untuk mengacaukan seluruh batalion musuh. Menjadi sniper sendiri sama sekali tidak mudah. Semboyannya yang terkenal yakni One Shot, One Kill (satu tembakan, satu terbunuh). Begitulah hukum wajib para sniper. Tidak ada peluru yang terbuang dan tak ada kamus meleset, berikut ini adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang sniper.

Sejarah Singkat  Sniper

Revolusi Amerika menjadi moment awal kemunculan penembak jitu. Saat itu, Kompi senapan Amerika yang dipersenjatai Pennsylvania/Kentucky Long Rifle, menjadi prajurit dalam Tentara Kontinental yang bertugas menjadi penembak jitu. Keakuratan mereka dalam menembak ternyata membuat banyak perwira Inggris yang harus mencopot lambang perwira mereka agar tidak dijadikan target penembakan.

Selain Amerika, Inggris juga menjadi tempat kemunculan penembak jitu. Tepatnya Angkatan Darat Inggris pada era Napoleon yang dilatih menjadi penembak jitu. Mereka memang paling diandalkan dan berada di barisan terdepan saat terjadi pertempuran. Dengan alur khusus didalam larasnya, senapan ini jauh lebih akurat, walau pengisiannya lebih lama. Para pemakai senapan ini termasuk tentara elit Inggris dan menjadi garis depan yang diandalkan pada banyak pertempuran.

Saat terjadi perang saudara di Amerika Serikat, penembak jitu juga dipakai untuk membunuh target-target yang akan menjadi mangsa. Mereka digunakan oleh kedua pihak yang berperang. Mengerikan bukan? Prajurit elit ini menggunakan teleskop sepanjang laras pada senapan Whitworth dan bisa membunuh tentara musuh pada jarak 300 yard, jarak tembak yang sangat luar biasa pada masa itu.

1. Kemampuan Kamuflase

Ketika menjadi Sniper, hal yang terpenting adalah kemampuan untuk menyamarkan diri untuk mendapatkan posisi menembak yang tepat. Sekali seorang Sniper gagal berkamuflase, akan berakibat fatal. Ia justru akan diburu oleh lawannya yang juga seorang Sniper. Maka dari itu, seorang Sniper biasanya berpakaian berbeda dari pasukan lainnya. Seperti memakai rerumputan, jika ia berkamuflase di dataran terbuka.

2. Akurasi

Kunci menembak adalah akurasi, yang berlaku untuk senapan maupun sang penembak. Seorang sniper harus memiliki kemampuan secara akurat memperkirakan berbagai faktor yang mempengaruhi lintasan peluru dan titik impak seperti : Jangkauan target, arah angin, kecepatan angin, ketinggian sniper dan target beserta temperatur disekitarnya.

Sniper dapat mengarahkan senjatanya ke titik nol pada sebuah target, ini adalah proses menyesuaikan teropong sehingga titik impak dari peluru pada titik tujuan untuk jarak khusus. Sebuah senapan dan teropong harus tetap pada titik nol selama mungkin di bawah semua kondisi. Hal ini untuk mengurangi kebutuhan untuk mengembalikan ke titik zero selama misi.

3. Penempatan Tembakan

Penempatan tembakan sangat bervariasi tergantung pada jenis senapan sniper. Senapan sniper militer, yang umumnya tidak digunakan untuk target yang jaraknya kurang dari 300 meter (330 yard), biasanya membidik pada tubuh, khususnya dada. Tembakan ini tergantung pada kerusakan jaringan tubuh, trauma organ dan darah yang hilang hingga menyebabkan kematian. Sniper polisi yang biasanya melakukan tembakan dari jarak yang jauh lebih pendek mungkin berusaha menembak lebih jitu pada bagian bagian tertentu tubuh atau peralatan khusus.

4. Teknik Membidik Target

Sniper harus pintar memilih target, yang paling sering dipilih Sniper adalah target yang memiliki pengaruh terhadap pasukan, seperti komandan, perwira atau pun operator komunikasi. Apabila Sniper dapat melumpuhkan orang-orang tersebut, maka akan mudah mengacau lawan. Selain itu, para Sniper juga memilih target pada orang yang ditugaskan untuk mencari snpier dengan anjing pelacak. Apabila tak ada orang yang berpangkat, Sniper menembak untuk mengacau.

5. Relokasi

Sering dalam situasi banyak target, Sniper menggunakan relokasi. Sesudah meluncurkan beberapa tembakan dari posisi tertentu, Sniper bergerak secara tak terlihat ke lokasi lain sebelum musuh dapat menentukan dimana ia berada dan melakukan serangan balik. Sniper akan sering menggunakan taktik ini untuk menyelamatkan diri, menciptakan suatu atmosfir kekacauan atau kebingunan. Dalam situasi lain yang lebih jarang, relokasi juga digunakan untuk mengurangi faktor angin.

6. Penyamaran Suara

Ketika senapan Sniper sangat kuat dan karenanya mengeluarkan letusan yang sangat keras, umumnya Sniper menggunakan suatu teknik yang dikenal dengan sound masking, taktik ini ditangani oleh seorang penembak jitu yang sangat terampil, dapat digunakan sebagai pengganti peredam suara. Suara yang keras dalam lingkungan, seperti ledakan di udara proyektil altileri atau tepuk tangan gemuruh, sering dapat menyamarkan suara tembakan. Tekink ini sering digunakan dalam operasi rahasia, taktik infiltrasi dan perang gerilya.

Rahasia sukses menjadi penembak jitu adalah terus berlatih dan berlatih. Konon, kemampuan ini bersifat sementara. Kalau nggak diasah, nggak bakal terjaga dan menghilang dengan sendirinya. Itulah fakta-fakta tentang Sniper. Ada yang tertarik untuk menjadi seorang Sharpshooter?

You Might Also Like