Waspada, Inilah Cacing Yang Hidup Dalam Tubuh 

Apa yang ada dibenak anda bila memikirkan tentang cacing? Mungkin sebagian orang merasa geli bila melihat cacing. Tapi apakah anda pernah tahu jenis cacing yang ada di dalam tubuh anda? Sebenarnya sangat banyak jenis cacing yang ada pada tubuh kita. Mungkin saat anda masih kecil pernah mengalami hal dimana keluarnya cacing dalam anus anda ketika buang air besar. Betapa takutnya hingga membuat anda menangis kala itu. Bukan hanya pada anak-anak, bisa juga terjadi pada orang dewasa. Semua tergantung pola hidup sehat kita bagaimana.

Kesehatan adalah hal penting bagi manusia. Oleh karena itu kesehatan dapat dijaga dengan makan yang bergizi, olahraga dan menjaga kebersihan. Kebersihan dapat dijadikan patokan utama jika tidak ini terkena penyakit. Meski sudah berolahraga dan makan makanan yang bergizi, kalau tempat tinggal kotor atau jauh dari kebersihan, maka dengan mudah terinfeksi penyakit. Salah satu infeksi penyakit karena kurangnya menjaga kebersihan adalah cacingan. Makhluk hidup ini dikenal berada dalam tanah, tetapi ada beberapa cacing yang hidup didalam tubuh manusia menjadi parasit bagi kita. Sehingga penyakit ini kalau dibiarkan menjadi hal yang sangat serius.

A. Trematoda, Cacing Daun yang Merusak Hati

Trematoda atau sering disebut cacing daun merupakan cacing yang tubuhnya tidak bersegmen dan cara reproduksinya dengan ovivar. Selain cacing ini bisa hidup didalam tubuh hewan seperti kambing dan sapi ternyata cacing daun ini bisa hidup didalam tubuh manusia secara langsung menembus pori-pori dan masuk kealiran darah saat manusia berada dikawasan berair yang terdapat banyak cacing daun atau juga cacing daun dapat masuk melalui makanan, dimana saat manusia mengkonsumsi makanan seperti tumbuhan air, ikan, keong, siput dan hewan air lainnya yang telah terinfeksi cacing daun dan makanan tersebut tidak dimasak secara baik dan benar.

Pada saat cacing daun telah berada didalam perut, cacing ini akan bergerak menembus dinding usus, menuju ke paru-paru dan jantung kemudian menuju ke hati. Ketika cacing daun telah berada didalam hati ternyata cacing daun mampu mengakibatkan sel-sel pada hati kehilangan fungsinya yang berakibat rusaknya fungsi hati pada manusia hingga menyebabkan kematian. Cara pencegahan yang tepat agar tidak tertular cacing daun adalah dengan selalu mengkonsumsi makanan yang telah dimasak secara benar dari tingkat kematangannya, karena hal itu dapat membunuh telur cacing yang ada pada bahan makanan yang diolah.

B. Cacing Gelang Penyebab Gizi Buruk

Cacing ini berbentuk seperti gelang dengan ukuran 6-13mm. Jenis cacing ini dapat masuk ketubuh manusia melalui makanan dan minuman. Cacing ini akan menghisap sari-sari makanan di dalam tubuh manusia. Cara kerja cacing gelang didalam perut manusia adalah ketika kita makan atau minum serta telur kawanan cacing yang masuk, telur ini akan menetas dan menjadi larva.

Lalu larva dari telur yang sudah menetas ini mengalir ke dinding usus menuju paru-paru, kemudian larva ini bergerak ke saluran bronkial ke tenggorokan melalui kelenjar ludah yang tertelan, setelah itu larva akan kembali ke usus kecil dan tumbuh menjadi dewasa. Waktu berkembang biaknya telur ini di dalam perut selama 2 bulan, lalu akan menetas. Cacing ini dapat bertelur hingga 200 ribu butir dalam sekali bertelur per hari. Cara penularan cacing pita ini yaitu dapat menular dari manusia ke manusia melalui makananan yang dipegang dengan tangan yang kotor atau tidak terjaga kebersihanya.

C. Taenia, Cacing Pita Perusak Usus

Taenia merupakan marga dari jenis cacing pita yang dikenal sebagai parasit Vertebratadianggap sangat penting karena telah banyak menginfeksi manusia, babi, sapi dan kerbau yang menyebabkan penyakit yang dikenal dengan istilah Taeniasis dan Sistiserkosis. Spesies Taenia memiliki tiga jenis yaitu Taenia Solium ( cacing pita babi ), Taenia Saginata(cacing pita sapi) dan Taenia Asiatica ( bentuk ketiga dari Taenia solium dan saginata yang hanya ditemukan di kawasan asia ) .

Infeksi pada tubuh manusia ini banyak disebabkan oleh spesies solium atau sering dikenal dengan cacing pita babi. Cacing pita ini masuk melalui makanan berupa daging yang telah tercemar adanya cacing atau telur cacing yang kemudian berkembang biak di jaringan usus. Jenis dari cacing ini membuat infeksi pada saluran usus halus bahkan mampu bermigrasi ke organ lainnya hingga menyebabkan komplikasi pada tubuh.

D. Cacing Tambang Menyebabkan Anemia

Ancylostoma duodenale dan Necator americanus adalah merupakan dua jenis spesies cacing tambang yang biasa menyerang manusia. Diketahui seperempat dari penduduk dunia telah terinfeksi oleh cacing tambang, kasus infeksi yang paling sering di temukan adalah pada daerah yang hangat dan lembab dengan tingkat kebersihan yang tidak terjaga.

Gejala klinis pada cacing tambang yang menyerang usus dapat menimbulkan anemia pada orang dewasa. Sekitar 30% hinga 50% anemia sedang hingga berat yang terjadi pada wanita asia dan afrika disebabkan oleh infeksi cacing tambang. Cacing tambang ini setiap harinya menghisap 0,03ml darah perharinya untuk jenis neractor dan 0,2 ml darah oleh ancylocosta, tingkat anemia yang diderita tergantung dari banyaknya jumlah cacing tambang yang berada dalam tubuh.

Anemia berat yang terjadi pada anak-anak akan menghambat proses pertumbuhan dan mempengaruhi kecerdasan otak. Penyebab terinfeksinya cacing tambang terjadi karena kontak langsung dengan tanah yang terdapat kotoran hewan dan manusia yang terdapat cacing tambang. Cara pencegahan bisa dilakukan menjaga kebersihan anggota bandan yang biasa melakukan kontak langsung dengan tanah yang terdapat cacing tambang, penggunaan obat juga sangat disarankan dengan adanya konsultasi terlebih dahulu dengan Dokter.

Demikianlah jenis-jenis cacing dalam tubuh manusia. Kita tahu bahayanya cacing ini di dalam tubuh kita. Maka dari itu mari kita menjaga kebersihan dalam hidup kita.

You Might Also Like