Pengertian CD Dan Sejarahnya

Hay sobat, taukah apa itu CD? CD (Compact Disc) adalah cakram optik digital yang digunakan untuk menyimpan data. Sejak diperkenalkan secara resmi pada tahun 1982, CD memperoleh puncak penjualan pada tahun 2000 yang mencapai 2.445 juta keping.

Pengertian CD

CD atau compact disc adalah sebuah piringan bundar yang terbuat dari logam atau plastik berlapis bahan yang dapat dialiri listrik, sehingga bersifat magnet. CD juga menyimpan data, data direkam di atasnya kemudian dibaca dari disk dengan menggunakan kumparan pengonduksi yang dinamakan head. Selama proses pembacaan, head tidak bergerak sama sekali. Sedangkan piringan disk bergerak di bawahnya. CD bisa menyimpan 783 MB informasi audio pada salah satu sisinya. Masuknya compact disc (CD) ke Indonesia menyediakan alternatif baru dan canggih bagi para penikmat musik. Kualitas suaranya yang lebih jernih dan pemilihan pemutaran lagu yang lebih mudah dan cepat menjadi beberapa kelebihan CD dibandingkan kaset. Meskipun begitu kaset tetap diminati karena harganya yang lebih murah dibandingkan CD. Di tahun 2000-an, kaset pun makin tergencet oleh perkembangan CD. Perusahaan-perusahaan rekaman di tanah air telah menjadikan CD sebagai sarana rekaman musik.

Sejarahnya

James T. Russell adalah orang yang pertama kali menemukan CD. Sejak kecil, James dikenal dengan jiwa penemunya. Pada tahun 1937, saat berusia 6 tahun, James membuat remote control untuk kapal perangnya dengan menggunakan kotak makan siangnya. James juga termasuk orang pertama yang menikmati televisi dan keyboard sebagai media masukan data ke komputer. James T. Russell James seorang penggila musik di masa itu. Dia sangat tidak puas dengan kualitas musik yang dihasilkan keping piringan hitam Gramafon(Phonograph). Karena penasaran, sampai-sampai James bereksperimen menggunakan duri kaktus sebagai jarum pembaca piringan hitam. James sudah menduga kalau hasil eksperimennya sia-sia. James menginginkan sistem yang akan merekam dan memutar kembali lagi sebuah lagu tanpa harus kontak langsung antar bagiannya.

James melihat bahwa cara terbaik untuk itu adalah dengan menggunakan cahaya. Setelah cepek dan  memeras otak selama beberapa tahun, akhirnya dia menemukan cara menyimpan data dalam piringan sensitif cahaya. Data ini dimodelkan dalam “Bit” cahaya yang sangat kecil. Sebuah sinar laser akan membaca struktur bit cahaya ini, kemudian komputer akan mengubah data ini ke dalam sinyal elektronik. Dan untuk pertama kalinya lahirlah Compact Disc.

Kemudian pada tahun 1970, James menerima hak paten. Pada tahun 1972, Klass Compaan, seorang ahli fisika di Phillips Research bersama temannya, Piet Kramer, berhasil menampilkan model video disc berwarna pertama. Pada waktu itu belum dipublikasikan secara luas karena masih banyak kelemahannya. Piet Kramer Pada waktu yang hampir bersamaan, Phillips meluncurkan audio CD pertama ke pasaran, namun mengalami masalah pada saat proses menerjemahkan data, sehingga gagal putar. Kemudian pada tahun 1978, Phillips bekerja sama dengan Sony dan mengembangkan standar baku untuk memproduksi CD.

Dua tahun kemudian, Phillips dan Sony berhasil meluncurkan audio digital compact disc dengan standar baku dan mulai dipasarkan secara resmi di Eropa dan Jepang pada tahun 1982. Baru pada tahun 1983, CD mulai dipasarkan di Amerika Serikat. Sobat-sobat enggak nyangka ya, kalau CD diciptakan dari sebuah kegagalan. Ditemukan oleh James T. Russell, seorang ilmuwan bermodal nekat. Lalu disempurnakan oleh dua raksasa perusahaan elektronik dunia, Phillips dan Sony. Dalam piringan yang mungil itu, bisa menyimpan lagu, film, foto ataupun data lainnya.

Tipe – Tipe Piringan CD

Piringan CD yang sering kita lihat di pasaran terbagi menjadi tiga yaitu CD-ROM, CD-R dan CD-RW. Masing-masing mempunyai karakteristik sendiri.

CD-ROM

Biasanya piringan CD-ROM berwarna perak. Proses pembuatannya adalah dengan cara menaruh selembar lapisan plastik yang telah disinari oleh sinar laser. Sinar laser itu akan membentuk semacam pit (lubang) berukuran mikro, yang sangat kecil sekali. Lubang-lubang itu akan membentuk deretan kode yang isinya berupa data. Sekali tercipta lubang, maka tidak bisa ditutup lagi. Lalu lapisan plastik itu akan dibungkus lagi oleh plastik cair yang berguna sebagai pelindung dan pemantul. Sesuai dengan namanya ROM (Read Only Memory) berarti data yang sudah tersimpan di CD-ROM tersebut hanya bisa dibaca saja tidak bisa diubah-ubah lagi. Lapisan pemantul harus mampu memantulkan cahaya yang dipancarkan oleh sinar laser dengan sempurna sehingga informasi yang ada dilapisan data dapat terbaca dengan baik. Sementara lapisan pelindung harus kuat agar lapisan data tidak rusak karena tergores atau kotor.

CD-R

Singkatan dari Compact Disc Recordable. Piringan ini umumnya berwarna hijau, tetapi ada yang berwarna biru, merah dan hitam. Proses pembuatannya hampir sama dengan CD-ROM, bedanya kalau CD-R tidak langsung di sinari oleh sinar laser sehingga CD-R masih kosong sehingga CD-R itu sering disebut dengan CD BLANK.

CD-RW

CD-RW yang merupakan singkatan dari Compact Disc Rewritable adalah sebuah jenis CD yang dapat kita isi sendiri, kemudian isinya dapat kita hapus jika diinginkan. Harga CD-RW biasanya lebih mahal daripada CD-R.

Lalu bagaimana data disimpan dalam CD? Semua data dalam CD disimpan dalam bentuk biner sehingga menggunakan angka 0 dan 1. Untuk menyatakan biner pada lempengan CD tersebut, dibuatlah lubang-lubang kecil pada lapisan alumunium. Adanya lubang menandakan nilai 0, sedangkan tidak adanya lubang menandakan nilai 1. Pada beberapa jenis CD zaman sekarang, misalnya CD-R, konsep lubang ini sudah diganti dengan transparansi. Terdapat lapisan tambahan yang bernama photosensitive dye. Nilai 0 dinyatakan dengan bagian photosensitive dye yang lebih buram, sedangkan nilai 1 dinyatakan dengan bagian yang transparan. Proses membuat bagian photosensitive dye ini dilakukan dengan membakarnya sehingga terlihat buram. Inilah mengapa proses menulis data ke CD dinamai CD burning

Manfaatnya

Manfaat CD disini sangat banyak sekali salah satunya.

  • Memudahkan kita untuk membawa file atau data dalam bentuk yang simple, praktis, serta tidak memakan banyak tempat.
  • Selain desainnya yang simple dan tidak terlalu besar, CD disini juga murah dan kita tidak perlu mengeluarkan uang yang banyak untuk segala kemudahan dalam media penyimpanan data tersebut.
  • Membantu proses belajar – mengajar

Cara Kerja CD adalah Laser akan menyinari lapisan pelindung yang bening, ketika motor drive di CD player bekerja memutar disc. Laser itulah yang berfungsi melacak dan menampilkan data, baik dalam bentuk suara, gambar, ataupun data yang direkam di salah satu sisi CD. Nah sejak itulah, kita mulai akrab dengan CD, baik ketika sedang mendengarkan musik, menonton film, ataupun membuka data lain termasuk aplikasi data komputer. Makanya enggak heran, kalau CD dikenal sebagai produk teknologi yang paling berhasil sepanjang sejarah kehidupan manusia.

Cara Membuat CD

Compact disc (CD) adalah digital cakram optik penyimpanan data Format. Format ini awalnya dikembangkan untuk menyimpan dan bermain hanya rekaman suara, tetapi kemudian diadaptasi untuk penyimpanan data ( CD-ROM ). Beberapa format lain yang lebih berasal dari ini, termasuk menulis-sekali audio dan penyimpanan data ( CD-R ), media rewritable ( CD-RW ), Video Compact Disc ( VCD ), Super Video Compact Disc ( SVCD ), Photo CD , PictureCD , CD-i  dan Peningkatan CD Musik. CD Audio dan audio CD player telah tersedia secara komersial sejak Oktober 1982.

CD standar memiliki diameter 120 milimeter (4,7 in) dan dapat menyimpan hingga 80 menit audio terkompresi atau sekitar 700 MB data. The Mini CD memiliki berbagai diameter mulai 60 sampai 80 milimeter (2,4-3,1 dalam) mereka kadang-kadang digunakan untuk single CD, menyimpan hingga 24 menit audio atau memberikan driver perangkat .

Pada tahun 2004, penjualan di seluruh dunia audio CD, CD-ROM dan CD-R mencapai sekitar 30 miliar cakram. Pada tahun 2007, 200 miliar CD telah terjual di seluruh dunia. CD semakin digantikan oleh bentuk-bentuk lain dari penyimpanan digital dan distribusi, dengan hasil bahwa audio yang tingkat penjualan CD di Amerika Serikat telah turun sekitar 50% dari puncaknya.

Berikut ini proses pembuatan CD / Compact Discs

You Might Also Like