Mengapa Sidik Jari Orang Berbeda? Berikut Penjelasannya

Sidik jari merupakan struktur genetika berbentuk rangka yang sangat detail pada diri manusia dan tidak dapat dihapus atau diubah sampai kapan pun. Sidik jari adalah simbol yang menandakan bahwa tidak ada pribadi yang sama di dunia ini, bahkan untuk kembar identik sekalipun. Seperti yang kita ketahui bahwa setiap manusia di muka bumi ini diciptakan dengan keunikannya masing-masing maupun psikologis. Tidak ada orang memiliki kesamaaan fisik, baik rupa wajah maupun bentuk tubuh – sama persis 100%.

Kita akan menemukan satu atau beberapa perbedaan fisik. Watak atau kepribadian setiap orang pun tidak ada orang yang sama persis. Setiap pribadi memiliki kekhasan masing-masing yang sudah ada sejak mereka lahir. Beberapa keunikan dan karakteristik sidik jari di antaranya memiliki sifat yang spesifik. Setiap orang memiliki pola sidik jari yang berbeda antara satu dengan lainnya, bahkan sidik jari pada tangan seseorang memiliki pola yang berbeda di setiap jarinya.

Bagaimana Sidik Jari Bisa Terbentuk?

Secara ilmiah, sidik jari tercipta ketika kita masih berada di dalam rahim ibu dengan kombinasi yang unik dari stem sel. Lapisan basal akan tumbuh lebih cepat daripada lapisan sekitarnya, kemudian lapisan basal akan melipat dan dibantu oleh lapisan epidermis bagian dalam dan bagian luar yang kemudian membentuk suatu pola yang sangat kompleks yang saat ini kita sebut sebagai sidik jari. Selain itu, perbedaan suhu dan reaksi kimia dalam janin akan menyebabkan perbedaan pola sidik jari pada setiap manusia sehingga setiap manusia di dunia ini akan memiliki sidik jari yang unik dan bebeda

Meskipun para ilmuwan setuju bahwa sidik jari mulai terbentuk sekitar minggu ke-10 kehamilan dan akan komplit di akhir bulan ke-4, tidak ada yang tahu pasti proses tepatnya sampai sidik tercipta. Teori yang paling banyak diterima menyatakan bahwa sidik jari terbentuk dari janin yang sibuk bergerak ke sana ke mari menyentuh dinding kantung ketuban, sehingga menciptakan cetakan yang unik.

Peneliti dari University of ArizonaMichael Kucken dan Alan Newall percaya bahwa lekukan dan lipatan dari lapisan kulit ikut bertanggung jawab terhadap perkembangan sidik jari. Identifikasi pertama yang terjadi pada kulit janin adalah punggungan, yaitu garis samar pada ujung jari yang menciptakan dasar dari sidik jari.

Dr Michael Roizen dari Clevelend Clinic menuturkan sentuhan janin terhadap struktur, posisi di rahim dan kepadatan cairan ketuban di dalam rahim turut menentukan bagaimana punggungan terbentuk. Tingkat aktivitas dan kekacauan janin di dalam rahim menjadi pencegah perkembangan sidik jari yang sama pada setiap bayi.

Pada saat janin berusia 6 bulan, maka sidik jari tangan dan kaki sudah berkembang sepenuhnya. Pada setiap ujung jari janin terbentuk tiga pola utama yang dikategorikan sebagai lengkungan, lingkaran dan putaran, dengan berbagai pola diantaranya.

Ilmu yang mempelajari sidik jari adalah Daktiloskopi yang berasal dari bahasa Yunani yaitu “Dactylos” yang artinya jari jemari atau garis jemari dan “Scopein” yang artinya mengamati. Uniknya lagi, sidik jari dapat pula dijadikan panduan mengidentifikasi bagaimana potensi seseorang, jadi sebenarnya kita bisa mengetahui bakat atau potensi kita sehingga kita bisa mengakomodasikan potensi kita untuk jenis pekerjaan apa yang paling cocok dengan bakat kita tersebut.

Cara identifikasi bisa dilakukan secara kasat mata dengan orang yang pakar di bidangnya, atau ada juga yang menggunakan sebuah alat khusus pembaca sidik jari (Finger Print Reader) yang dihubungkan ke sebuah komputer bersoftware khusus yang kemudian menganalisa berdasarkan titik-titik yang menjadi acuan.

Pola Sidik Jari Dan Karakter Psikologisnya

Pada dasarnya pola sidik jari terbagi atas tiga tipe, yakni whorl, loop, dan arch. Adapun yang bisa diidentifikasi adalah mengenai pengendalian logika seseorang, reflek serta perkembangan otak. Mengenai bentuk dan pola sidik jari yang terdiri dari tiga jenis di atas memiliki ciri-ciri yang khas yaitu :

A. Whorl (melingkar) yaitu bentuk pokok sidik jari, mempunyai 2 delta dan sedikitnya satu garis melingkar di dalam pattern area, berjalan di depan kedua delta. Jenis whorl terdiri dari Plain whorl, Central pocket loop whorl, Double loop whorl dan Accidental whorl.

  • Berorientasi pada tujuan
  • Gigih dalam mencapai tujuan
  • Berusaha mencari alasan yang kuat sebelum bertindak
  • Suka bertanya “mengapa” dan sering sangat penasaran
  • Agak ego sentris dan kaku
  • Tidak puas dengan sistem yang sudah ada dan cenderung menciptakan sistem sendiri

B. Loop adalah bentuk pokok sidik jari dimana satu garis atau lebih datang dari satu sisi lukisan, melereng, menyentuh atau melintasi suatu garis bayangan yang ditarik antara delta dan core, berhenti atau cenderung berhenti ke arah sisi semula.

  • Tipe pendiam dan pemikir
  • Perlu menjadi orang yang berkuasa serta pengendali
  • Agak kaku dan sukar untuk menyesuaikan diri
  • Sukar berubah pikiran ketika memutuskan sesuatu
  • Sangat bertanggung jawab
  • Lebih suka bekerja sendiri
  • Tipe sosok yang sangat kuat

C. Arch merupakan bentuk pokok sidik jari yang semua garis-garisnya datang dari satu sisi lukisan, mengalir atau cenderung mengalir ke sisi yang lain dari lukisan itu, dengan bergelombang naik di tengah-tengah.

  • Mempunyai potensi yang tidak terbatas dan punya kapasitas tinggi untuk berkembang
  • Dalam hal belajar, akan belajar hingga betul-betul mengerti
  • Pragmatis, pekerja keras, praktis, kurang fokus dan kurang konsentrasi
  • Konservatif dan terpengaruh emosi
  • Tidak menyukai perubahan dan protektif
  • Cenderung curiga

Kenapa Sidik Jari Setiap Orang Berbeda?

Secara matematis, kata Francis Galton dalam Finger Prints (1892), kemungkinan orang memiliki sidik jari identik amat sangat kecil. Peluangnya, hanya 1 dari 64 miliar orang. Padahal, jumlah manuia di Bumi saja tidak sebanyak itu. Maka, hal tersebut nyaris mustahil terjadi. Faktanya, kembar identik pun memiliki sidik jari berbeda.

Bagi manusia, adanya sidik amatlah penting. Seperti jari-jari yang membuat kita mudah menggenggam benda. Dengan kata lain kita sudah memiliki tanda pengenal sejak kita dilahirkan atau bahkan saat kita masih di dalam kandungan pada setiap ujung jari kita. Sidik jari memiliki makna yang sangat khusus, ini dikarenakan sidik jari setiap orang di dunia adalah khas bagi dirinya sendiri. Setiap orang yang hidup ataupun sudah meninggal sekalipun memiliki serangkaian sidik jari yang unik dan berbeda dari orang lain. Itulah mengapa sidik jari dipakai sebagai kartu identitas yang sangat penting bagi pemiliknya.

Keringat dan minyak yang keluar saat kamu beraktifitas, kamu akan meninggalkan sidik jari di semua benda yang kamu sentuh. Oleh karena itu dengan teknik tertentu kamu bisa melacak orang terakhir yang menggunakan benda kesayanganmu. Teknik inilah yang sering digunakan oleh polisi untuk menangkap para kriminal dengan cara melacak sidik jari yang ditinggalkan oleh para pelaku kejahatan.

Mungkin itulah beberapa tujuan mengapa setiap sidik jari diciptakan berbeda oleh Tuhan. Nah gimana nih gan? Udah puas belum dengan pengetahuan kali ini. Kalau belum, tongkrongin terus yah blog ini untuk pengetahuan lainnya hihihi 😀

You Might Also Like