Kentut, Inilah Fakta Uniknya

Pada umumnya manusia pasti pernah melakukan hal yang satu ini, yaitu buang gas atau yang biasa disebut dengan kentut. Dalam dunia medis, proses terjadinya kentut disebut dengan istilah Flatulensi. Kentut sendiri merupakan sebuah kejadian yang diakibatkan dari adanya penumpukan gas dalam perut yang kemudian akhrinya keluar dalam bentuk gas dengan bau yang terkadang sangat tidak enak dan dengan bunyi yang beragam.

Dalam beberapa kasus kentut juga bisa mengindikasikan adanya ketidak seimbangan dalam tubuh, yakni seperti gejala masuk angin, sembelit, ingin buang air besar dan berbagai hal lainnya. Biasanya bagi mereka yang ingin kentut akan menahan sebisa mungkin untuk tidak mengeluarkannya, apalagi jika berada di dalam situasi berkumpul, sebab bau yang ditimbulkan serta suara yang muncul biasanya akan menjadi bahan olok-olokan orang di sekitar. Baunya yang menyengat menjadi salah satu sumber permasalahannya. Bagi anda yang seringkali menahan kentut sebaiknya coba sewajarnya dilepaskan, sebab jika terlalu sering menahan kentut bisa menimbulkan beberapa permasalahan dalam tubuh akibat tekanan gas yang tinggi dalam perut kita.

Proses Terjadinya Kentut

Kentut berawal dari proses pencernaan di dalam perut kita. Saat proses pencernaan dan penyerapan makanan terjadi dalam usus halus, makanan yang tidak bisa dicerna serta sulit diserap tubuh akan dibuang ke usus besar. Nah, di dalam usus besar itu lah terjadi proses fermentasi yang antara lain menghasilkan sejumlah gas yang dibantu oleh sejumlah bakteri yang bermukim di usus tersebut.

Bila kita mengacu pada proses yang terjadi tersebut, bisa disimpulkan bahwa semakin banyak seseorang mengonsumsi jenis makanan yang sulit dicerna usus, maka semakin meningkat pula proses fermentasi yang dilakukan oleh bakteri. Akibatnya produksi gas pun meningkat.

Untuk yang belum tahu, jenis gas yang diproduksi dalam usus tersebut antara lain karbondioksida (CO2), hidrogen (H2) dan metan. Dari ketiga itu, yang punya aroma sangat menyengat adalah gas metan. Meski begitu, ada pula sumber gas dalam usus yang berasal dari udara luar, seperti nitrogen (N2) dan oksigen (O2). Nah, udara luar itu bisa ikut tertelan akibat aktivitas makan yang tidak benar. Misal kebiasaan mengunyah permen karet, pemasangan gigi palsu yang kurang tepat dan sebagainya.

Kentut biasanya terjadi jika mengonsumsi makanan-makanan yang mengandung gas. Tetapi rata-rata seseorang melakukan kentut sebanyak 5 hingga 15 kali dalam sehari. Bahkan ada orang yang mungkin saja kentut lebih dari 40 kali dalam sehari. Kondisi ini disebut dengan kentut yang berlebihan. Biasanya hal tersebut diakibatkan adanya permasalahan dalam sistem pencernaan.

Penyebab Kentut Berbunyi Dan Bau

Terkadang ada suara kentut yang terdengar kecil, besar atau bahkan tidak menimbulkan suara sama sekali. Suara kentut ini disebabkan oleh otot dari usus yang berusaha untuk mendorong gas untuk dikeluarkan oleh otot anus. Dorongan yang kuat ini terjadi akibat gas yang terlalu banyak terakumulasi di dalam usus. Kerasnya bunyi bergantung pada kecepatan gas. Jika kentut ditahan maka akan mengakibatkan perut semakin kembung dan mulas dan bau khasnya bertambah semakin busuk. Itu disebabkan karena akumulasi gas dan senyawa yang terus bertambah di dalam perut.

Bau kentut sebenarnya tergantung dengan apa yang dimakan oleh masing-masing individu. Tidak jarang kentut tidak berbau, sedangkan tetap saja ada kentut yang menimbulkan bau yang tidak sedap. Bau ini sebenarnya berasal dari proses fermentasi yang dilakukan oleh bakteri usus dan bau yang muncul tergantung dengan makanan yang dicerna oleh bakteri tersebut. Makanan yang menimbulkan kentut berbau tidak sedap seperti bawang putih, bawang merah, makanan pedas dan minuman bir.

Manfaat Kentut Bagi Kesehatan

Ledekan dan sindiran tak jarang terjadi di saat ada seseorang yang kentut di sekitar kita, tidak jarang akan ada beberapa orang yang marah dan mengagap hal tersebut tidak sopan untuk dilakukan. Selebihnya baunya yang menyengat merupakan faktor yang membuat kentut ini begitu dibenci oleh kebanyakan orang. Tetapi tahukah anda jika sebenarnya ternyata mencium bau kentut itu baik bagi kesehatan. Dr Mark Wood, dari Biosains di University of Exeter menyatakan jika bau kentut yang tercium seperti aroma telur busuk itu kemungkinan bisa menjadai pahlawan kesehatan di masa yang akan datang, mengapa demikian?

Sebab, elemen Hidrogen Sulfida dalam kentut itu mampu melindungi Mitokondria atau dengan nama lain Sel PowerHouse. Hidrogen Sulfida yang tercium sangat busuk tersebut ternyata mampu berimplikasi baik terhadap perlidungan sel dari kerusakan yang akhirnya bisa menyebabkan berbagai penyakit berat, sebut saja stroke, penyakit jantung dan berbagai penyakit lainnya.

Meski Sudah Meninggal, Manusia Masih Bisa Kentut

Inilah bukti nyata bahwa seorang manusia tidak bisa lepas dari kentut, bahkan ketika sudah meninggal. Tiga jam setelah tubuh tak bernyawa lagi, gas dalam tubuh mencoba mencari celah untuk melarikan diri yaitu lewat mulut atau anus. Alhasil tubuh yang sudah mati masih bisa mengeluarkan kentut. Fenomena ini disebabkan otot-otot berkontraksi dan berkembang sebelum rigor mortis (tanda fisik kematian).

Nah, demikian artikel tentang fakta tentang kentut. Tapi ingat, kentutlah dengan sopan dan bijaksana.

You Might Also Like