Hati-Hati, Inilah Racun Alami Paling Mematikan Di Dunia

Racun adalah salah satu senjata paling terkenal dan terpopuler untuk membunuh siapa pun sampai sekarang ini. Racun sering kali di salah gunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, kita mungkin banyak mengenal racun-racun yang digunakan untuk membunuh hama, serangga dan sebagainya. Racun merupakan zat kimia yang dianggap sangat berbahaya bagi tubuh. Ketika racun diinduksi dalam tubuh kita dalam jumlah yang cukup, dapat menyebabkan efek drastis pada kesehatan.

Faktor-faktor penting dalam menentukan tingkat keparahan racun, diantaranya sifat racun, konsentrasi dan jumlah, rute aliran, usia, ukuran tubuh dan kesehatan fisik individu. Racun bereaksi pada tubuh sedemikian rupa sehingga menyebabkan gangguan pada aktivitas normal tubuh, yang kita katakan sebagai keracunan sampai dapat menyebabkan kematian. Sementara racun itu sendiri terdiri dari 2 macam berdasarkan bahan pembuatnya, yaitu bahan alami dan buatan. Umumnya racun alami banyak digunakan karena mudah mendapatkannya.

Nah, berikut ini setidaknya ada bahan racun alami paling populer saat ini dan mematikan. Sebelum itu simak dulu sejarah ya racun.

Sejarah Singkat Racun

Racun sudah terkenal sejak zaman purba dulu. Binatang banyak mati karena kena panah yang dilumurin sama racun. Sejarah awal mengenai racun erat dikaitkan dengan mitos atau kepercayaan pada masa itu. Pada tahun 2500 SM, Bangsa Sumeria diketahui menyembah Dewi Racun yang disebut Gula. Dalam mitologi Yunani, terdapat rujukan tentang racun, di antaranya adalah Kosah tentang Medea, cucu dari Helios (Dewa Matahari). Medea ingin membunuh anak tirinya, Madea memaksa Theseus untuk minuman anggur beracun. Namun usaha tersebut digagalkan oleh Aegeus, suami Medea.

Tulisan tertua mengenai racun ditemukan di Mesir dan berangka tahun sekitar 3000 SM dan dokumen tentang penelitian tanaman beracun yang dilakukan oleh Menes, raja Mesir. Di dalam sejarah Yunani, racun pernah digunakan sebagai hukuman mati yang disebut Racun Negara atau State Poison. Salah satu tokoh Filsuf yang pernah dihukum mati dengan cara ini adalah Socrates. Selama masa pemerintahan kekaisaran Romawi, keracunan di saat makan malam hal biasa, terutama di kalangan kelas atas. Hal tersebut merupakan salah satu cara untuk menyingkirkan anggota keluarga yang tidak disukai di didalam kerajaan tersebut

Memasuki abad pertengahan, pada tahun 8 Sesudah Masehi, racun semakin berkembang karena ahli kimia Arab berhasil mengubah arsenik menjadi bubuk yang tidak berasa dan tidak berbau sehingga deteksi adanya racun pun sulit diketahui. Pada masa itu, racun biasa diperdagangkan di apotek dan didapatkan oleh publik dengan mudah. Berbagai teks akademis tentang racun juga dituliskan oleh para biarawan, salah satunya adalah The Book of Venoms (1424) oleh Magister Santes de Ardonis yang berisi racun yang diketahui pada masa itu, mekanisme kerjanya dan cara penyembuhannya.

Racun Tertua Di Dunia

Para peneliti menemukan segumpal lilin lebah (Beeswax) dicampur oleh Resin racun yang biasa ditempel di ujung panah atau tombak. Beeswax itu diperkirakan berasal dari 35 ribu tahun lalu, menjadikannya beeswax tertua yang digunakan sebagai alat. Para Arkeolog juga menemukan tongkat kayu tipis yang penuh dengan goresan. Analisis kimia menunjukkan jejak Asam Ricinoleic, racun alami yang ditemukan di Kacang Castor.

Tampaknya tongkat ini adalah aplikator untuk mengoles racun di panah atau mata tombak. Dengan usia 20 ribu tahun, aplikator ini menjadi tanda pertama penggunaan racun yang pernah ditemukan. Pada masa prasejarah, penggunaan busur dan panah dengan racun di ujung adalah cara untuk membunuh Herbivora berukuran sedang dan besar. Penanggalan itu membantu mengisi kekosongan dalam peradaban manusia, kata Peneliti Lucinda Backwell, ahli Paleoantropologi di University Of The Witwatersrand di Afrika Selatan.

A. Pufferfish

Zat Tetrodotoxin ini terkandung di beberapa hewan laut misalnya Gurita Bercincin Birudan Ikan Puffer dalam salah satu kasus, zat ini sangatlah berbahaya. Namun, Gurita adalah yang paling berbahaya, karena sengaja menyemprotkan racun melalui tintanya yang dapat membunuh dalam hitungan menit.  Cukup satu semprotan racun dari hewan ini terbukti mampu melumpuhkan 26 manusia dewasa dalam hitungan menit. Sedangkan pada ikan Puffer, racun ini terdapat pada duri di sekitar tubuhnya saat menggelembung.

B. Belladonna

Belladonna kebanyakan digunakan sebagai tanaman hias, terkenal di kalangan perempuan kebanyakan para Perempuan Italia dan juga negara lainnya yang menyukai tanaman tersebut. Tanaman ini, bagaimanapun adalah sangat berbahaya yang jika sedikit digosokkan saja pada kulit Anda dapat menyebabkan efek buruk yang sangat serius. Dan juga buah dari tanaman ini adalah yang paling membahayakan bila tertelan.

C. Fiddleback Spider Venom

Jangan pernah berusaha mendekati Fiddleback Spider Venom jika Anda ingin menjaga kesehatan Anda. Sebab, Fiddleback Spider Venom merupakan jenis laba-laba paling berbisa di dunia. Bahkan laba-laba yang hanya berukuran setengah inchi ini dapat membuat orang yang tergigit mengalami kesakitan yang sangat luar bisa,  setelah 8 jam terserang racun yang berasal dari tubunya. Bukan hanya itu, gigitan yang kecil ini juga dapat menimbulkan berbagai gejala lain seperti muntah, lepuh dan nekrosis.

D. Monkshood

Zat Aconite berasal dari tanaman Monkshood atau Juga dikenal sebagai Wolfsbane, cukup selembar daun tanaman ini dan akan membuat korban menderita gagal jantung dan meinggal secara mendadak. Supaya racun dapat bekerja, tanaman ini tidak perlu ditelan, namun hanya melalui sentuhan terhadap daun ini dapat membuat racun masuk kedalam tubuh melalui pori-pori kulit. Oleh karena sifatnya yang tidak bisa dilacak, justru banyak pembunuhan yang menggunakan media daun ini.

E. Gympie-Gympie (Dendrocnide moroides)

Namanya terdengar unik dan imut-imut, tapi ternyata racunnya amit-amit. Orang luar Negeri sering menyebutnya sebagai tanaman penyengat karena bila kulit tersentuh daun Gympie-Gympie sedikit saja, rasanya seperti disengat oleh panas luar biasa dan tidak akan hilang hingga berbulan-bulan. Tanaman ini memiliki Track Record pernah membunuh hewan dan manusia. Biasanya tanaman ini tumbuh di hutan timur laut Australia dan Hutan Maluku, Indonesia. Saking kuat racunnya, daun Gympie-Gympie yang telah kering beratus tahunpun masih mengandung racun Moroidin (racun yang terdapat di bulu tanaman Gympie-Gympie). Bila Anda masuk hutan dan melihat tanaman ini, segeralah menjauh. Berada di dekat pohon Gympie-Gympie juga beresiko terkena racunnya.

F. Daun Bahagia (Dieffenbachia Amoena)

Tanaman ini paling sering Anda temui bahkan mungkin Anda punya koleksinya di rumah. Racun dalam tanaman ini terdapat pada getah daun dan batangnya. Racun ini sangat berbahaya jika tanpa sengaja termakan daunnya oleh ternak atau anak-anak yang baru belajar menggigit apa saja yang ditemuinya. Racun dalam getah tanaman ini bisa menyebabkan gatal-gatal dan kejang, selain itu jika terkena kerongkongan bisa menyebabkan gangguan saluran pernapasan dan fatalnya bisa menyebabkan kematian. Hal ini disebabkan karena terdapat kandungan Kristal Kalsium Oksalat di dalam racunnya

Itulah beberapa racun paling mematikan yang terdapat pada bahan alami, Semoga informasi ini menambah wawasan Anda tentang racun. Terima Kasih.

You Might Also Like