Hati, Fungsi Dan Ciri-Ciri Serta Penyakit Yang Dapat Menyerangnya

Hati manusia sangat penting untuk memberikan kehidupan yang normal pada setiap manusia. Organ hati atau yang lebih dikenal dengan liver merupakan organ yang sangat vital bagi keberlangsungan hidup manusia. Tanpa hati, manusia tidak akan bertahan hidup. Fungsi hati sangat penting untuk mendukung aktivitas organ-organ tubuh lainnya. Apabila hati berhenti berfungsi, maka organ lain juga akan terkena dampaknya. Apakah Anda mengetahui apa saja fungsi hati pada tubuh manusia? Simak artikel ini hingga akhir.

Pengertian Singkat Dan Fungsinya

Hati adalah salah satu organ kelenjar terbesar yang berada diperut sebelah kanan atas. Hati memiliki berat sekitar 3 kilogram, berwarna coklat kemerahan dan terasa kenyal saat disentuh. Namun kita tidak akan bisa menyentuh hati karena dilindungi oleh tulang rusuk, kecuali ketika hati membesar abnormal. Hati memiliki dua bagian besar, disebut lobus kanan dan kiri. Dibagian bawahnya terdapat kandung empedu untuk menampung cairan empedu yang dihasilkan oleh hati.

Dari kantung empedu, cairan empedu disalurkan ke usus dua belas jari untuk mencerna lemak dalam makanan. Jadi, bersama dengan usus halus dan pankreas, fungsi hati dan organ-organ tersebut bekerja sama untuk mencerna, menyerap dan mengolah makanan. Di Negara Yunani hati ini disebut sebagai Hepat. Untuk penggantian dari fungsi hati sampai saat ini belum ada yang bisa menggantikan dalam jangka panjang tetapi untuk jangka pendek hati dapat di gantikan dengan teknik Dyaling yaitu Transpalasi Hati sebagai solusi untuk hati yang tepat apabila hati berhenti total untuk bekerja

Fungsi hati yang paling utama adalah menyaring darah yang berasal dari saluran pencernaan, sebelum membawanya ke bagian tubuh lainnya. Darah dari saluran cerna tersebut membawa zat nutrisi, obat-obatan atau racun sekalipun. Tugas hati adalah memilih dan memilah, memproses, menyimpan ataupun mendetoksifikasi sebelum zat-zat dalam darah tersebut disalurkan ke seluruh tubuh. Hati juga berfungsi mengatur kadar kimia paling banyak dalam darah dan mengeluarkan produk yang disebut empedu. Empedu membantu memecah lemak, mempersiapkannya untuk pencernaan dan penyerapan lebih lanjut. Selain memproduksi empedu, fungsi hati juga:

1. Menawarkan Racun

Fungsi utama dari hati adalah menawarkan racun yang masuk ke dalam tubuh. Racun tersebut bisa berasal dari makanan, minuman atau pun obat-obatan. Proses metabolisme di dalam tubuh akan menghasilkan asam laktat yang dapat merugikan, namun hati akan mengubahnya menjadi glikogen yaitu sejenis karbohidrat yang dapat digunakan sebagai sumber energi yang disimpan di dalam otot. Metabolisme protein juga akan menghasilkan zat sisa berupa amonia yang berbahaya bagi tubuh, namun hati akan mengubahnya menjadi urea dan dikeluarkan bersama urine.

2. Metabolisme Karbohidrat

Glukosa dan monoksarida lain seperti galaktosa dan fluktosa diubah ke glikogen. Glikogen merupakan karbohidrat pembentukannya dari ratusan unit glukosa yang terikat secara bersama. Keuntungan menyimpan karbohidrat menjadi glikogen adalah memudahkan dalam menghasilkan energi, produksi energi yang tinggi, tidak mengganggu kandungan dari cairan antarsel.

3. Tempat Perombakan Dan Pembentukan Eritrosit

Sel darah merah manusia tidak berinti, sehingga siklus hidup sel darah merah dilakukan oleh bagian lain dalam tubuh. Pada usia janin, pembentukan sel darah merah berlangsung didalam hati. Namun, setelah tulang terbentuk, semua sel darah dibentuk di dalam sumsum tulang. Sel darah merah akan diperbaharui setiap 120 hari. Sel darah merah yang telah tua atau rusak akan dirombak ole sel – sel kupffer di dalam hati.

Perombakan sel darah merah akan dihasilkan senyawa hemin, zat besi dan globin. Zat besi dan globin akan digunakan kembali untuk regenerasi sel darah merah. Sementara senyawa hemin akan dirombak menjadi bilirubin dan biliverdin. Bilirubin berwarna kekuningan, metabolisme lanjut akan diperoleh urobilin yang akan digunakan untuk mewarnai fesees dan urin. Sementara biliverdin berwarna kehijauan digunakan untuk pencernaan lemak.

4. Metabolisme Protein

Fungsi hati dalam metabolisme protein adalah dalam deaminasi (mengubah gugus amino, NH2) asam-asam amino agar dapat digunakan sebagai energi atau diubah menjadi karbohidrat dan lemak. Mengubah amoniak (NH3) yang merupakan substansi beracun menjadi urea dan dikeluarkan melalui urin (ammonia dihasilkan saat deaminase dan oleh bakteri-bakteri dalam usus), sintesis dari hampir seluruh protein plasma, seperti alfa dan beta globulin, albumin, fibrinogen, dan protombin (bersama-sama dengan sel tiang, hati juga membentuk heparin) dan transaminasi transfer kelompok amino dari asam amino ke substansi (alfa-keto acid) dan senyawa lain.

5. Kelenjar Pencernaan

Hati adalah salah satu organ pencernaan. Peranan hati dalam pencernaan makanan ialah menghasilkan cairan empedu yang berfungsi untuk mencerna lemak. Pencernaan lemak di dalam duodenum membutuhkan cairan empedu yang dihasilkan oleh hati dan enzim lipase yang dihasilkan oleh pankreas. Enzim lipase dapat memecah lemak dengan lemak berada dalam keadaan teremulsi oleh empedu. Oleh karena itu, jika terjadi kelainan pada hati dapat memengaruhi proses pencernaan lemak.

6. Metabolisme Lemak

Ketika lemak dibutuhkan oleh tubuh, lemak akan diambil keluar dari tempat penyimpanannya di dalam tubuh, lalu diangkut melalui darah menuju ke hati dan dipecah menjadi asam lemak dan gliserol.

7. Immunitas

Hati juga merupakan organ yang berperan dalam menjaga kekebalan tubuh. Hati adalah salah satu nodus limfa bagi sel – sel kupffer yang merupakan makrofaga yang akan menghancurkan patogen mulai dari bakteri, protozoa dan lainnya yang memasuki hati melalui pembuluh darah.

8. Sebagai Tempat Penyimpanan

Selain glikogen, hati juga digunakan sebagai tempat menyimpan vitamin (A, B12, D, E, K) serta mineral (Fe dan Co). Sel-sel hati terdiri dari sebuah protein yang disebut apoferritin yang bergabung dengan Fe membentuk Ferritin sehingga Fe dapat disimpan di hati. Fe juga dapat dilepaskan jika kadarnya didarah turun.

Ciri – Ciri Dan Letak Hati

Beberapa ciri – ciri hati berikut mungkin akan membuat kita lebih paham tentang organ hati itu sendiri, diantaranya yaitu :

Letak hati di dalam tubuh manusia yaitu di bawah diafragma dalam rongga perut di sebelah kanan atau lebih tepatnya di sebelah kanan atas abdomen. Yang terpenting letak hati itu bukan di sebelah kiri dada ya, atau kalo orang sakit hati itu biasanya megang – megang dada sebelah kiri itu salah, itu disitu posisi jantung hehe,

    • Hati berwarna merah cokelat,
    • Hati memiliki berat kurang lebih 1,47 kg,
    • Hati memiliki banyak pembuluh darah yang lunak,.
    • Lobus kiri dan kanan
    • Vena hepatica
    • Pembuluh darah yang berfungsi dalam mengangkut darah terdeoksigenasi dan darah yang telah disaring oleh hati ialah darah dari lambung, usus kecil, usus besar, pankreas ke vena kava inferior.
    • Vena Sentralis
    • Pada bagian tengah tiap lobules, vena bergabung menjadi vena yang lebih besar dan membentuk vena hepatika dan selanjutnya menuju ke dalam vena kava interior.
    • Lakuna
    • Ruangan yang memisahkan antara satu lobules dengan lobulus lainnya.
    • Diafragma
    • Membrane otot yang memisahkan dada dari perut.
    • Kantung Empedu
    • Bagian dari sistem empedu yang berfungsi dalam reservoir penyimpanan untuk empedu.
    • Arteri Hepatika
    • Sebuah arteri yang berfungsi dalam mendistribusikan darah ke hati, pankreas dari empedu serta lambung bagian duodenum dari usus halus.

Penyakit Yang Bisa Menyerang Hati

Akan tetapi tidak sedikit kemungkinan juga Hati ini tidak terkena oleh penyakit. Karena bila seseorang yang tidak memperhatikan kesehatan hatinya, tidak ada alasan untuk penyakit tidak datang menghampirinya. Karena bila hati dibiarkan tanpa ada asupan-asupan nutrisi yang masuk kepadanya, bisa menyebabkan beberapa penyakit yang akan menyerangnya. Dan untuk mendeteksi penyakit hati, biasanya diperlukakn pemeriksaan di laboratorium.

1. Hepatitis

Hepatitis adalah peradangan hati, biasanya disebabkan oleh virus seperti hepatitis A, B, dan C. Selain virus, hepatitis juga dapat disebabkan oleh kebiasaan minum-minuman beralkohol yang berlebihan, menggunakan obat-obatan terlarang terutama menggunakan media jarum suntik yang digunakan bergantian, reaksi alergi atau tertular dari orang lain, atau obesitas.

2. Sirosis hati

merupakan gangguan hati yang disebabkan oleh banyaknya jaringan ikat pada hati. Sirosis hati ini dapat terjadi karena virus hepatitis B dan C yang berkelanjutan. Berkembangnya virus ini dapat dipicu oleh konsumsi alkohol yang berlebihan, salah gizi, atau penyakit lain yang disebabkan oleh tersumbatnya saluran empedu. Penyakit ini belum dapat disembuhkan. Sementara itu pengobatan yang dilakukan hanya berguna mengobati komplikasi yang terjadi seperti berak darah, perut membesar, mata kuning, serta koma hepatikum. Perhatikan Gambar dibawah untuk mengetahui perbedaan hati yang sehat dan terkena sirosis.

3. Gagal Hati

Gagal hati merupakan gangguan fungsi hati secara menyeluruh. Kondisi ini memiliki banyak penyebab termasuk infeksi, penyakit genetik, dan kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.

4. Perlemakan Hati

merupakan kelainan hati akibat adanya penimbunan lemak yang melebihi 5% dari berat hati, sehingga lemak ini membebani lebih dari separuh jaringan hati. Perlemakan hati sering berpotensi menjadi penyebab sirosis hati. Kelainan ini dapat dipicu oleh konsumsi alkohol yang berlebih.

5. Sirosis Empedu Primer

Dalam kelainan langka ini, proses yang tidak jelas perlahan menghambat saluran empedu di hati sehingga dapat menghancurkannya. Akibanya, penyakit hati permanen (sirosis) akhirnya mulai berkembang.

6. Kanker Hati

Kanker hati merupakan penyakit lanjutan dari efek hepatitis B, hepatitis C juga hemochromatosis. Jenis kanker hati yang paling banyak terjadi adalah HCC (hepaticular carcinoma). Sama halnya dengan sirosis, kanker hati juga tidak dapat diobati. Salah satu cara pengobatan paling efektif untuk mengatasi hal ini adalah dengan cara melakukan kemoterapi. Akan tetapi cara ini pun tidak banyak menolong penderita kanker hati itu sendiri.

7. Abses Hati

Merupakan sebuah cairan atau nanah yang memenuhi rongga, kadang terbentuk di dalam Hati akibat dari sebuah Infeksi Bakteri atau Parasit. Jika disebabkan Bakteri biasanya langsung diikuti demam dan menggigil. Sedangkan Abses karena parasitnya yang berkembang lebih lambat daripada biasanya. Penyakit ini diidentifikasi dengan cara pemeriksaan CT Scan atau pun dengan menggunakan USG pada Hati.

Kesimpulan Yang Bisa Diambil

Itulah tadi beberapa penyakit yang menyerang hati dan fungsi hati  jadi kesimpulannya adalah selalu menjaga kesehatan Hati Anda, jangan sampai Hati Anda terserang oleh penyakit. Karena bila Hati sudah terkena penyakit, bisa-bisa penyakit itu akan menjadi Kronis dan dapat membahayakan fungsi-fungsi organ lainnya.

Baiklah sobat, inilah penjelasan mengenai Pengertian, Struktur dan Fungsi Hati kali ini. Salam pengetahuan

You Might Also Like