Kandungan Beras Merah Dan Manfaat Serta Jenisnya

Beras merupakan makanan pokok yang paling banyak dikonsumsi sebagian besar populasi manusia di dunia, terutama di Asia. Indonesia khususnya, rasanya belum bisa disebut makan apabila belum mengkonsumsi nasi (beras yang telah dimasak). Beras juga ada dalam berbagai warna dan seringkali tergantung dari bagaimana padi diproses/giling. Proses penggilingan ini tidak hanya mempengaruhi warna, tetapi juga rasa dan yang lebih penting lagi adalah kandungan gizi.

Beras merah memang termasuk ke dalam jenis makanan pokok yang mengandung karbohidrat di dalamnya. Beras merah biasa di makan seperti nasi putih yang umumnya dikonsumsi orang Indonesia. Seiring berjalannya waktu, penduduk Indonesia mulai menyadari keunggulan beras merah dibandingkan beras biasa yang digunakan sebagai makanan pokok. Nasi putih memang memiliki rasa yang lebih enak daripada nasi merah namun, beras merah mengandung zat gizi baik yang tidak dipunyai nasi putih. Berikut ini akan saya kupas tuntas mengenai kandungan dan manfaat beras merah.

Kandungan

1. Zat Antosianin

Salah satu kandungan dalam beras merah adalah zat antosianin yang memberikan warna merah pada kulit ari beras merah. Zat ini memiliki peranan penting bagi kesehatan, yakni sebagai antikanker, antioksidan, antihiperglikemik dan antihipertensi.

2. Seratnya Lebih Tinggi

Beras merah dianggap sebagai salah satu jenis beras yang paling bernutrisi, karena proses produksinya tanpa pembuangan kulit. Satu gelas beras merah mengandung 218 kalori, 4.5 gram protein, 1.8 gram lemak, 3.5 gram serat dan 45.8 gram karbohidrat. Sedangkan dengan porsi yang sama, beras putih mengandung 242 kalori, 4.4 gram protein, 0.4 gram lemak, 53.2 gram karbohidrat dan 0.6 gram serat. Beras merah memiliki kandungan serat yang lebih tinggi dengan kalori yang lebih rendah jika dibandingkan dengan beras putih.

3. Mineral

Beras merah memiliki kandungan magnesium cukup tinggi. Kadar magnesium di beras merah sekitar 84 mg/ satu mangkuk berasnya, sedangkan beras putih hanya mengandung 19 mg magnesium pada porsi yang sama. Mineral lain yang ada dalam beras merah adalah mangan, selenium, kalsium, kalium, fosfor dan zat besi.

4. Vitamin

Vitamin B1 kompleks (thiamin, riboflavin, vitamin B-6, folat dan niacin) di beras merah turut mengguguli kadar vitamin B1 di beras putih. Di samping itu, beras merah juga mengandung vitamin A.

5. Indeks Glikemiknya Lebih Rendah

Berdasarkan jurnal yang dipublikasikan di International Journal of Food Science and Nutrition tahun 2006, mereka yang makan beras merah memiliki kadar gula darah yang lebih rendah setelah makan jika dibandingkan dengan beras putih. Mengapa? Hal tersebut dikarenakan indeks glikemik beras merah lebih rendah (55) jika dibandingkan dengan beras putih (86). Hal ini dikarenakan oleh kandungan serat, polifenol dan phytic acid yang lebih tinggi pada beras merah.

Indeks glikemik adalah kemampuan suatu makanan untuk meningkatkan kadar gula di dalam darah. Indeks glikemik yang rendah mengindikasikan makanan tersebut lebih sehat dan aman untuk dikonsumsi penderita diabetes. Dengan mengganti konsumsi nasi putih anda dengan nasi merah, menurut penelitian yang diterbitkan di Archives of Internal Medicine tahun 2011, risiko diabetes anda dapat menurun.

Manfaat Beras Merah

1. Menurunkan Berat Badan

Banyak orang yang sudah banyak merasakan keampuhan beras merah untuk menurunkan badan. Selain karena rendahnya kandungan kalori pada beras merah akan sangat efektif membantu anda mencegah perut buncit atau kelebihan kalori. Bagaimana beras merah melakukannya?? Kandungan karbohidrat kompleks beras merah akan menyuplai energi secara berkala pada tubuh sehingga perut tidak cepat merasakan lapar. Jika mengkonsumsinya ditambahkan juga dengan manfaat buah apel pada menu makanannya, program diet pun akan menghasilkan bentuk tubuh yang indah dan sangat efektif.

2. Bagus Untuk Sistem Pencernaan

Perlu anda ketahui sebelumnya kalau jumlah serat pada beras merah 6 kali lipat lebih tinggi daripada beras putih. Bisa dibayangkan bukan seberapa banyaknya. Nah, serat sendiri merupakan zat yang banyak membawa manfaat untuk kesehatan pencernaan. So, dengan mengonsumsi beras merah lebih sering, saluran cerna anda akan terjaga kesehatannya. Bahkan, serat juga membawa fungsi lain untuk mengontrol gula darah, menurunkan risiko kanker dan wasir, serta mengusir kerumunan kolesterol yang berkumpul di dalam tubuh anda.

3. Mengandung Mineral Penting Untuk Menepis Radikal Bebas

Beras merah menjadi sumber mineral yang baik untuk tubuh. Beberapa diantaranya adalah mangan dan seng. Mineral pertama: mangan, bertugas untuk menyiapkan energi bagi tubuh untuk mendukung berbagai aktivitas. Mangan juga termasuk ke dalam elemen penting dari enzim yang memiliki sifat antioksidan untuk melindungi tubuh dari radikal bebas yang terbentuk setelah tubuh memperoleh energi.

Sementara mineral kedua: seng (zinc) memiliki aktivitas menyembuhkan luka dan menjaga mekanisme pertahanan tubuh (imunitas) agar berfungsi maksimal. Seng juga mineral yang bertindak sebagai antioksidan yang mendukung kinerja mangan atau zat besi untuk melindungi tubuh dari radikal bebas yang bisa merusak jaringan dan sel dalam tubuh.

4. Menurunkan Kolesterol

Siapa yang menyangka bahwa beras merah selain bermanfaat untuk diet menurunkan berat badan, ia juga dapat bermanfaat penting bagi kesehatan? Yaitu mampu menurunkan kolesterol dalam darah. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition menyatakan bahwa kandungan minyak di dalam beras merah memiliki peran penting dalam menurunkan kadar kolesterol terutama menurunkan LDL.

Peran penting ini juga dikatakan ditingkatkan oleh kandungan serat tinggi yang dimiliki oleh beras merah. Konsumsi makanan dengan kandungan serat yang tinggi membutuhkan asam empedu guna proses pencernaannya, dalam hal inilah kolesterol merupakan salah satu pembentuk asam empedu tersebut. Penurunan kolesterol LDL dalam darah sendiri terjadi karena penggunaan kolesterol sebagai bahan pembuat asam empedu.

5. Mengurangi Risiko Terkena Kanker

Tahukah anda bahwa dengan mengkonsumsi beras merah sebagai menu makanan anda setiap harinya dapat menurunkan risiko terkena kanker? Ternyata selain beras merah digunakan untuk diet ia memang mampu mengurangi risiko kanker. Kandungan pertama yang berperan dalam menurunkan risiko kanker adalah manganese, yang diduga kuat mampu melawan radikal bebas yang memegang peran penting sebagai penyebab kanker.

Sejumlah penilitian lain menyatakan bahwa beras merah dan juga produk-produknya memiliki kandungan senyawa phenolic yang lebih tinggi dibandingkan dengan beras putih. Senyawa phenolic ini sendiri memiliki efek menekan progresifitas suatu proses keganasan. Beras merah sendiri diduga berperan besar dalam menurunkan angka risiko kanker kolon (usus besar), kanker prostat dan juga kanker payudara.

Selain itu, dalam sebuah artikel yang diterbitkan dalam International Journal of Cancer yang melakukan pengamatan kepada pola hidup, program diet dan juga sampel darah pada lebih dari 500.000 partisipan dari negara-negara di Eropa menemukan tingginya kadar selenium di dalam darah sangat erat hubungannya dengan risiko kanker yang rendah. Beras merah diketahui memiliki kandungan selenium yang tinggi dibandingkan dengan beras putih. Dengan mengkonsumsi 1 cangkir beras merah kita telah memenuhi 35% dari rekomendasi asupan selenium per harinya.

6. Dapat Mencegah Penyakit Jantung

Pada poin sebelumnya disebutkan bahwa manfaat beras merah untuk kesehatan salah satunya dapat menurunkan jumlah kolesterol. Tentu dengan menurunnya angka kolesterol tubuh pada gilirannya membawa rentetan dampak baik pada organ lain, seperti jantung. Dengan berkurangnya jumlah kolesterol, terutama LDL (low-density lipoprotein) dalam darah bisa meminimalisir pembentukan plak di dalam dinding arteri yang pada tahap selanjutnya akan mempersempit ukuran arteri dan menjadi pemblokir yang akhirnya menyebabkan serangan jantung. Jadi, dengan berkurangnya total kolesterol dapat mengurangi kemungkinan terserang penyakit jantung.

Manfaat ini telah dibuktikan oleh hasil studi yang dilakukan oleh David Becker dan Ram Gordon, dua orang ahli jantung dari Chestnut Hill Hospital pada tahun 2009. Mereka membawa laporan kalau kadar kolesterol LDL yang berkurang pada pasien yang menerima beras merah lebih tinggi ketimbang pasien lain yang mendapat tindakan plasebo (pengobatan yang tidak berdampak atau penanganan palsu dengan tujuan mengontrol efek dari pengharapan atau zat/obat tidak aktif yang tampak sama dan diberikan pada pasien dengan cara yang sama seperti obat aktif atau pengobatan yang diuji).

7. Bisa Menurunkan Glukosa Darah

Kali ini penelitian dilakukan oleh Departemen Ilmu Pangan di National Pingtung Universitas Sains dan Teknologi yang melibatkan tikus sebagai sasaran percobaan. Beras merah diberikan pada tikus yang menyimpan glukosa dalam jumlah banyak dan pada tikus lain yang kadar glukosa darahnya normal. Hasil yang didapat mengklaim kalau pemberian oral berupa ragi beras merah pada tikus yang berurusan dengan diabetes membawa perubahan terhadap penurunan jumlah glukosa darahnya. Meski penelitian ini menjadikan tikus sebagai ‘kelinci percobaannya’, pada poin pertama artikel ini dapat memberi penjelasan alternatif.

Beras merah mengandung serat tinggi yang mampu memperlambat masuknya glukosa ke dalam darah. Dengan begitu, maka anda tidak perlu khawatir lagi akan terkena diabetes meski beras merah juga mengandung karbohidrat kompleks. Bahkan, kita disarankan untuk mengganti beras biasa dengan 2 porsi atau lebih beras merah dalam seminggu untuk menurunkan risiko diabetes tipe 2.

Jenis-Jenis Beras

Biji padi terdiri dari 3 bagian, yaitu lapisan luar(sekam), lapisan kulit ari dan biji (beras). Proses yang baik untuk memisahkan antara sekam dan biji padi adalah dengan cara tradisional(ditumbuk pecah), karena cara ini tidak banyak merusak kandungan gizi penting yang terdiri dari serat, minyak esensial serta, vitamin dan mineral yang mencakup vitamin B, A, fosfor, selenium, mangan, kalium dan magnesium. Proses modern yang lebih canggih justru akan membersihkan lapisan kulit ari yang bergizi tinggi ini. Di belahan bumi, terdapat beberapa jenis beras berdasarkan warnanya

  • Beras Berwarna Putih

Keberadaan warna transparan pada beras ini terjadi karena beras ini memiliki sedikit aleuron. Dari sisi lain, kandungan amilosa biasanya sekitar 20%. Semakin tinggi kandungan amilosa, tekstur nasi akan cenderung keras dan tidak lengket. Semakin rendah kandungan amilosa, tekstur nasi akan cenderung lengket.

  • Beras Berwarna Merah

Adanya warna ini terjadi karena aleuronnya mengandung gen yang memproduksi antosianin yang merupakan sumber warna merah atau ungu.

  • Beras Berwarna Hitam

Warna hitam yang terlihat pada beras terjadi karena aleuron dan endosperma (tempat sebagian pati dan protein beras berada) memproduksi antosianin dengan intensitas tinggi sehingga berwarna ungu pekat mendekati hitam.

  • Ketan (Beras Ketan) Yang Berwarna Tidak Transparan

Hal ini terjadi karena hampir seluruh patinya merupakan amilopektin. Hal ini berdampak pada saat dimasak, ketan akan lengket dan tetap lengket pada kondisi dingin.

Demikianlah kandungan dan manfaat beras merah untuk kesehatan. Nah, bagi kamu yang sedang melakukan program diet, jangan ragu untuk mengonsumsi berat deh! Selain bisa menurunkan berat badanmu, kamu juga bisa memperoleh khasiat lainnya yang berguna untuk kesehatan tubuh.

You Might Also Like