Trombosit, Fungsi Dan Cara Kerjanya

Setiap manusia pasti pernah merasakan rasa sakit dan melihat darah perlahan-lahan mengalir keluar dari luka akibat tersayap pisau, jika kita amati sepintas, maka darah tampak seperti cairan kental yang berwarna merah, akan tetapi jika kita amati lagi lebih dekat, maka kita akan menemukan cairan yang berwarna kuning-kekuningan.

Cairan kuning-kekuningan tersebut disebut dengan plasma darah dan sel darah kita terbagi menjadi tiga bagian yaitu: Sel Darah Merah (Eritrosit), Sel Darah Putih (Leukosit) dan Keping Darah (Trombosit) dan pada kali ini kita akan pelajari lebih lanjut tentang trombosit, simak ulasannya berikut.

Apa Itu Trombosit ?

Trombosit merupakan suatu komponen darah kecil yang memiliki bentuk oval yang terbuat dari sel-sel sumsum tulang yang disebut Megakariosit kemudian dirangsang oleh hormon Thrombopoietin, lalu trombosit pecah pada megakariosit dan memasuki aliran darah.

Trombosit sendiri bisa menutup kebocoran pembuluh darah kecil atau memperlambat pendarahan sehingga proses pembekuan sangat dibutuhkan apabila tubuh sedang mengalami kebocoran pembuluh darah, proses pembekuan ini dapat dilakukan dengan bantuan protein, kedua komponen ini saling membantu untuk membentuk sebuah benjolan yang padat untuk menutupi kebocoran pembuluh darah, sehigga pendarahan yang terjadi yang diakibatkan oleh luka dapat dihentikan.

Trombosit memiliki ukuran yang sangat kecil dan rata-rata berkisar seperseribu inci (1 sampai 3,5 um) dan hanya bisa dilihat dengan cara mikroskopis. Trombosit bertahan hidup hanya sekitar 9 hari dalam aliran darah dan secara konstan akan digantikan oleh sel-sel baru. Trombosit juga dapat diperoleh dari donor dengan proses yang dikenal sebagai Apheresis atau Plateletpheresis.

Dalam proses ini, darah diambil dari donor dengan alat apheresis yang memisahkan darah menjadi komponen-komponennya, mempertahankan beberapa trombosit dan mengembalikan sisa darah ke donor. Trombosit yang digunakan untuk mengobati kondisi yang disebut Trombositopenia, di mana ada kekurangan trombosit dan mereka juga digunakan untuk mengobati kelainan fungsi trombosit. disimpan pada suhu kamar dengan agitasi konstan selama 5 hari.

Fungsi Trombosit

Seperti yang telah disinggung sebelumnya fungsi utama dari trombosit adalah melakukan proses pembekuan darah. Hal ini biasanya terjadi apabila terdapat luka pada bagian tubuh dan trombosit akan menjalankan fungsinya dengan menutupi luka dan memicu pembuluh darah untuk menutup agar tidak terlalu banyak darah yang keluar.

Reaksi pertama yang dilakukan oleh tubuh adalah dengan mengkerutkan pembuluh darah yang terluka, tujuannya adalah agar darah yang keluar lebih sedikit karena lubang kebocoran mengecil, reaksi tersebut akan memicu trombosit menempel pada area pembuluh darah yang cedera. dan akan memberikan sinyal kepada trombosit lain dan berbagai faktor pembekuan darah agar menuju ke area cedera untuk membantunya menutup luka.

Trombosit juga berperan dalam penyatuan benang-benang fibrin yang akan membentuk layaknya jaring dan menutupi luka, karena mereka terus mengumpul pada fibrin, mereka membentuk penghalang lengkap yang membuat darah tidak dapat lolos keluar, penghalang ini dikenal sebagai gumpalan darah. Sekarang gumpalan darah telah terbentuk dan tidak ada lagi kehilangan darah, kulit yang rusak dan pembuluh darah dapat melakukan regenerasi.

Pembukuan akan terjadi apabila darah yang mengalir keluar akibat kebocoran pembuluh darah tadi terkena udara. Trombosit yang terpapar oleh udara akan pecah dan terjadi proses pembentukan jaringan-jaringan yang membentuk benang fibrin. Setelah itu benang fibrin akan melakukan proses mesh web seperti membentuk perangkat menyerupai jaring laba-laba yang dapat menghambat darah keluar. pembuluh darah yang bocor akan mengeras dibagian permukaannya disebut keropeng.

Keropeng adalah suatu bekuan darah eksternal yang bisa kita lihat dengan mudah, tetapi ada juga pembekuan darah internal. Sebuah memar atau tanda hitam dan biru adalah hasil dari gumpalan darah. Kedua keropeng dan memar adalah gumpalan yang menyebabkan penyembuhan. Beberapa gumpalan bisa sangat berbahaya.

Bekuan darah yang terbentuk di dalam pembuluh darah dapat mematikan karena menghambat aliran darah, fungsi lainnya adalah trombosit juga dapat berperan untuk melawan infeksi virus atau bakteri yang menyerang tubuh dengan cara memakan virus tersebut dan dibantu dengan sel-sel kekebalan tubuh agar virus dapat hancur di dalam trombosit.

Namun, dengan sifat trombosit yang mudah pecah dan bergumpal bila ada suatu gangguan, trombosit juga mempunyai peran dalam pembentukan plak dalam pembuluh darah. Plak tersebut justru dapat menjadi hambatan aliran darah, yang seringkali terjadi di dalam pembuluh darah jantung maupun otak. Gangguan tersebut dapat memicu terjadinya stroke dan serangan jantung. Oleh karena itu, pada pasien-pasien dengan stroke dan serangan jantung diberikan obat-obatan (anti-platelet) supaya trombosit tidak terlalu mudah bergumpul dan membentuk plak di pembuluh darah.

  • Adhesi Trombosit

ketika ada luka pembuluh darah trombosit melekatkan diri pada jaringan ikat subendotel pada bagian jaringan yang cedera. Proses perlekatan ini akan membuat terjadinya interaksi antara permukaan trombosit dengan jaringan cedera sehingga meningkatkan daya lekat trombosit dan memanggil faktor koagulasi lainnya.

  • Agregasi Trombosit

Agregasi trombosit adalah kemampuan trombosit melekat satu sama lain untuk membentuk sumbatan. Trombosit yang melekat pada jaringan cedera saat proses adhesi akan membuat trombosit lainnya melekat kepadanya sehingga sumbatan menutup luka tersebut. Namun pembentukan sumbatan ini tidak boleh berlebihan, karena akan berbahaya dan menyebabkan tersumbatnya seluruh pembuluh darah.

  • Pembebasan Trombosit

Pembebasan trombosit adalah reaksi untuk membentuk sumbatan (koagulasi) trombosit yang stabil. Proses ini dipicu oleh pelepasan isi granula trombosit, diantaranya adalah ADP , kolagen, epinefrin, dll. Pelepasan ini membuat trombosit berubah dari bentuk piringan menjadi bulat.

  • Fusi Trombosit

Fungsi trombosit merupakan reaksi gabungan trombosit yang bersifat irreversibel. Proses ini dipicu karena tingginya kadar ADP dan komponen lain yang keluar akibat reaksi pelepasan. Komposisi fibrin akan memperkuat jaringan baru yang terbentuk pada daerah luka. Fusi trombosit ini bersifat irreversibel (tidak dapat kembali).

Berapa Kadar Normal Dari Trombosit

Seorang individu yang sehat memiliki antara 150.000 dan 450.000 trombosit per mikroliter darah. Ada beberapa yang mengalami implikasi kesehatan yang serius bagi mereka yang berada di luar kisaran normal ini. Terlalu banyak trombosit dalam darah yang disebut Trombositosis. Terlalu sedikit trombosit dikenal sebagai Trombositopenia.

Bagi orang-orang yang memiliki trombositosis, masalah kesehatan utama adalah gumpalan darah spontan di lengan dan kaki. Ini adalah kondisi yang berbahaya, karena dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke. Dalam situasi ini, pasien dapat memiliki prosedur di mana beberapa darah dihapus dan trombosit dibawa keluar, sehingga menurunkan jumlah total.

Individu dengan trombositopenia menjalankan risiko terlalu banyak pendarahan. Mudah memar dan sering mengalami pendaraham pada gusi dan hidung serta gejala lain yang dialami. Hal ini jauh lebih berbahaya bagi orang-orang dengan kondisi ini mengalami luka, sehingga mereka harus hidup lebih hati-hati daripada yang lain.

Penyebab Trombosit Menjadi Turun

Kandungan trombositpenia biasanya kurang dari 150.000 darah per microliter. Hal ini tentu sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh. berikut ini penyebab terjadinya penurunan trombosit di dalam tubuh.

1. Produksi Trombosit Yang Turun

Tubuh terus memproduksi sel-sel darah dari sumsum tulang. Produksi bisa berkurang disebabkan penyakit seperti anemia dan leukemia yang mempengaruhi sumsum tulang. Infeksi virus seperti HIV juga bisa bertanggung jawab karena dapat mengurangi kemampuan sumsum tulang untuk menghasilkan platelet (nama lain trombosit). Konsumsi alkohol yang berlebihan, kemoterapi dan bahan kimia beracun juga bisa mengurangi produksi trombosit pada sumsum tulang.

2. Trombosit Dihancurkan Oleh Limpa

Kadang-kadang, limpa bisa bertanggung jawab terhadap turunnya jumlah trombosit. Seperti kita tahu, bahwa limpa adalah organ terkecil dalam tubuh dan bekerja untuk menyaring darah dari komponen yang tidak diinginkan serta melawan infeksi. Ketika limpa membesar, itu menandakan bahwa ia sedang menjebak sejumlah trombosit di dalamnya.

3. Obat-obatan

Obat bisa membuat tubuh menjadi “keliru” dan “bingung”, sampai pada akhirnya tubuh akan menhancurkan sel-sel yang normal. Contoh obat yang dapat membuat tubuh menjadi bingung ini adalah antibiotik yang terdapat kandungan sulfa, quinine.

Cara Menaikan Trombosit

Jika trombosit turun, maka segeralah periksa lah diri ke dokter atau segera menaikan trombosit, berikut ini adalah beberapa cara yang ampuh untuk menaikan trombosit.

1. Hindari Obat Tertentu

Obat yang harus dihindari adalah obat pereda nyeri serta obat penurun panas, karena obat-obat tersebut bisa menghambat produksi dari trombosit itu sendir seperti Aspirin dan Ibuprofen. Berhati-hatilah ketika membeli obat tersebut karena banyak dijual bebas di pasaran.

2. Perbanyak Minum Air Hangat

Perhatikanlah, air dingin itu sebetulnya dapat memperlambar saluran pencernaan yang bisa mempengaruhi cara tubuh untuk menyerap nutrisi. Sel darah itu terbuat dari protein dan air, jadi ketika mengkonsumsi air dalam jumlah banyak maka trombosit pun akan meningkat.

4. Mengkonsumsi Makanan Sehat

Usahan setiap harinya kita memakan makanan yang sehat seperti sayuran dan buah-buahan. Sayuran yang berdaun hijau, buah tomat dan jeruk dapat membantu untuk menaikan trombosit yang ada di dalam tubuh.

5. Kurangi Makanan Tidak Sehat

Makanan tidak sehat kebanyakan adalah junk food, alcohol dan kafein. Makanan tersebut dapat menghambat produksi sumsum tulang belakang, jika produksi sumsum tulang belakang terganggu makan otomatis produksi trombosit pun akan terganggu.

6. Konsumsi Mineral dan Vitamin

Jika kalian tidak menyukai sayuran atau buah-buahan, maka vitamin dan suplemen ini bisa dijadikan alternative untuk di konsumsi. Konsumsi vitamin C setiap harinya, karena vitamin sangat mudah larut dalam air dan dapat menjaga kekebalan tubuh.

7. Konsumsi Asam Lemak Omega 3

Ikan salmon, minyak ikan, ikan, minyak biji rami, tuna adalah contoh makanan yang banyak mengandung asam lemak omega 3. Makan itu dapat meningkatkan sistem daya tahan tubuh dencan alami serta bisa menaikan trombosit.

Ringkasan

Trombosit adalah fragmen sel kecil yang ditemukan beredar di seluruh aliran darah. Fungsi utama mereka adalah untuk membantu membentuk gumpalan darah ketika pembuluh darah rusak. Ketika pembuluh darah rusak trombosit diaktifkan menjadi lengket. Mereka melakukan pekerjaan dan bersatu pada jaring fibrin untuk membentuk suatu bekuan darah supaya memencegah kehilangan darah lebih banyak.

Kisaran normal trombosit adalah 150.000 untuk 450.000 trombosit per mikroliter darah. Individu yang memiliki jumlah abnormal trombosit dapat memiliki masalah kesehatan serius, seperti serangan jantung atau stroke untuk orang yang memiliki trombositosis atau terlalu banyak trombosit dalam darah dan terlalu banyak pendarahan bagi orang-orang yang memiliki trombositopenia atau terlalu sedikit trombosit dalam darah.

You Might Also Like