Tali Pusat Bayi, Fungsi Dan Cara Merawatnya

Anak yang baru lahir, mempunyai tali pusat yang menghubungkan antara bayi dengan Bunda dan merupakan sebuah organ yang sangat luar biasa dan hanya sedikit ibu yang pernah melihatnya. Mereka tahu keberadaannya namun hanya sebagian kecil yang menanyakan atau memperhatikan kumpulan jaringan pendukung utama kehidupan bayi di dalam rahim.

Tanpa plasenta, janin tidak akan bisa hidup tentunya. Maka untuk para calon ibu, penting untuk mengetahui tentang pengertian, fungsi plasenta dan tali pusar untuk menambah wawasan tentang reproduksi. Tubuh wanita memang dirancang untuk melakukan proses reproduksi sehingga banyak elemen-elemen penting didalamnya untuk mendukung proses tersebut.

Fungsi Tali Pusat

 

Tali pusar ialah penghubung antara ibu dan janin yang tumbuh di dalam rahim ibu. Peranannya cukup vital karena menjadi jembatan untuk memberikan pasokan nutrisi dari ibu selama janin masih berada di dalam kandungan. Tak hanya nutrisi saja namun juga oksigen dan sistem pembuangan pada janin pun juga melalui tali pusar. Tali pusat tersusun dari 90% air dan terhubung dengan cakram intervertebral (80%) serta kartilago tulang rawan sendi (95%).

Setelah bayi dilahirkan, tali pusat umumnya dijepit dan dipotong kemudian dibiarkan terpapar di udara untuk pengeringan. Dalam waktu 24 jam, warna putih kebiruan dari tali pusat akan hilang dan menjadi hitam setelah beberapa hari. Pengukuran gas tali pusat perlu dilakukan pada bayi yang lahir melalui proses bedah sesar untuk mengetahui kondisi kesehatan bayi. Darah dari tali pusat telah dimanfaatkan sebagai sumber sel punca untuk mengatasi beberapa penyakit tertentu. Tali pusar yang dalam istilah medisnya disebut Umbilical Cord, adalah pembuluh darah yang terdiri dari dua arteri dan satu venaTali pusar terdiri dari:

  • Satu pembuluh darah vena umbilikalis, yang membawa darah kaya nutrisi dan oksigen dari ibu ke bayi
  • Dua pembuluh darah arteri yang membawa darah terdeoksigenasi dan produk sisa tubuh bayi (seperti karbon dioksida) kembali dari bayi ke plasenta ibu

Pembuluh darah pada tali pusar ditutupi dan dilindungi oleh zat lengket yang disebut dengan gel Wharton. Gel itu sendiri juga dilindungi oleh lapisan membran amnion. Tali pusar bayi yang cukup panjang dan berbentuk melingkar memberi kebebasan bayi untuk bergerak dalam rahim dan tali pusar memiliki ciri warna mengkilap kebiru-biruan. Didalamnya terdapat banyak pembuluh darah vena.  Pembuluh darah tersebut bertugas untuk membawa darah yang mengandung nutrisi serta oksigen dari plasenta menuju janin. Tali pusar juga bertugas membawa darah yang sudah terdeoksidasi juga sisa-sisa dari etus ke plasenta.

Tali pusar akan memuntir dengan sendirinya sampai 40 lingkaran menjelang persalinan. Tidak sedikit kasus dimana bayi terlilit tali pusar yang mengharuskan tindakan yang tepat untuk bisa mengeluarkan bayi dengan aman. Tali pusar memiliki panjang rata-rata sekitar 50cm dengan ketebalan sekitar 12mm. Jika tali pusar terlalu pendek bisa menyulitkan proses persalinan. Namun tali pusar yang terlalu panjang juga bisa memicu terlilitnya leher bayi. Kondisi ini membahayakan jika lilitannya terlalu kencang karena bisa memotong pasokan oksigen bayi. Berikut ini beberapa fungsi tali pusar selama di kandungan:

1. Pernafasan

Oksigen yang dihirup oleh ibu akan dialirkan ke bayi melewati tali pusar kemudian melalui organ ini, yaitu dengan proses difusi dari darah ibu ke darah janin di plasenta. Oksigen ini sangat penting bagi janin, karena janin belum dapat menghirup dan mengeluarkan udara sendiri. Begitu pula sebaliknya, karbon dioksida yang dibawa melalui tali pusar akan berdifusi dari darah janin ke darah ibu. Oleh karena itu, ketika ibu mengalami kekurangan oksigen, maka janin pun akan mengalami hal yang sama pula.

2. Jalur Nutrisi

Plasenta juga diperlukan sebagai sarana transportasi pemberian segala macam nutrisi makanan yang berasal dari ibu hamil dan diperlukan oleh janin untuk tumbuh dan berkembang. Oleh karena plasenta ini terhubung dengan aliran darah ibu hamil, maka ibu hamil sebaiknya melakukan seleksi tentang asupan makanan atau minuman yang dikonsumsi agar tidak memperburuk kondisi janin.

3. Pertukaran Ekskresi

Janin belum memiliki kemampuan untuk mengeluarkan ekskresi atau zat sisa metabolisme nutrisi makanan yang didapatkan dari ibu, zat sisa metabolisme ini harus dikeluarkan dari tubuh janin karena bersifat racun. Plasenta pada bayi ini berguna untuk mengeluarkan zat sisa metabolisme janin menuju aliran darah ibu untuk diproses dan dikeluarkan oleh ginjal.

4. Pertahanan

Fungsi pertahanan pada plasenta dicapai dari dua cara. Yaitu kimia dan fisik. Melalui fungsi enzim, plasenta menghilangkan aktivitas sebagian toksik (racun) yang melewati plasenta, ini penting bagi janin. Karena hati janin belum mampu mengatasi unsur-unsur berbahaya yang berasal dari darah ibu ini, contohnya seperti virus, obat-obatan, dan antibodi.

5. Perkuatan Sistem Imun

Plasenta juga berguna sebagai suatu saluran perkuatan sistem imun janin terhadap kemungkinan serangan oleh bakteri, virus atau jamur yang dapat membahayakan kondisi janin. Sebagian besar sistem imun ini berasal dari ibu karena janin belum mampu mengembangkan sistem imun sendiri.

Cara Membersihkan Dan Perawatan Tali Pusat Bayi Baru Lahir

1. Jaga Agar Selalu Kering

Tali pusat bayi dijaga agar tetap kering tali pusat yang selalu kering, akan mempercepat terlepasnya tali pusat pada bayi. Sebaiknya, tali pusat tidak dibungkus dengan apapun, untuk membiarkan udara yang masuk dan tali pusat akhirnya mengering dengan sendirinya. Juga untuk memakai popok, sebaiknya popok tidak digunakan sampai menutupi pusar bayi, popok digunakan hanya sampai di bawah pusar bayi. Jika popok kepanjangan untuk dipakai, maka lipat popok tersebut untuk menghindari terjadinya iritasi pada tali pusat bayi. Pakai baju yang sedikit longgar, agar tidak mengganggu tali pusat yang belum mengering.

2. Jaga Sisa Tali Pusar Agar Tetap Bersih

Bersihkan sisa tali pusar dan kulit sekitarnya setidaknya sekali dalam sehari. Anda bisa membersihkannya secara perlahan dengan menggunakan kapas yang sebelumnya sudah dicelupkan dalam air hangat dan sabun ringan. Angkat kotoran yang ada pada sisa tali pusar. Jangan lupa untuk membilasnya dan membuatnya tetap kering. Bersihkan setiap hari sampai sisa tali pusar benar-benar sembuh. Jangan membersihkannya dengan alkohol karena alkohol dapat mengiritasi kulit bayi dan mungkin dapat menunda penyembuhan sisa tali pusar.

3. Cuci Tangan

Sebelum mulai merawat tali pusat bayi, jangan lupa untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir risiko infeksi akibat tangan penolong yang kotor atau membawa kuman berbahaya. Pastikan tidak ada sabun yang tersisa ketika membilasnya, kemudian keringkan dengan tisu bersih, bukan handuk yang dipakai berulang.

4. Jangan Mandikan Dalam Bak Penuh Air

Lebih aman memandikan bayi dengan cara sponge bath alias hanya dilap menggunakan sponge, daripada menggunakan bak mandi. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir terkenanya air pada tali pusat, apalagi sampai terendam. Jika dirasa sudah cukup lihai, boleh menggunakan bak mandi asalkan bisa menjamin bahwa daerah tali pusar bayi tidak terendam ke air atau terkena air berlebihan.

5. Ganti Kain Kasa

ika anda menggunakan kain kasa, gantilah kain kasa secara berkala, jangan terlalu lama memakai kain kasa, apa lagi dalam keadaan yang agak lembab, itu akan mengakibatkan terjadinya infeksi pada tali pusat bayi. Jangan menggunakan kapas untuk membersihkan tali pusat pada bayi, karena serabut-serabut pada kapas akan menempel pada tapi pusat bayi.

6. Biarkan Lepas Dengan Sendirinya

Meskipun tali pusar bayi tinggal seutas benang saja perlu diingat bahwa jangan sekalipun pernah mencoba untuk menariknya baik sengaja atau tidak. Sebab bila tali pusat terlepas sebelum waktunya hal tersebut dapat mengakibatkan pendarahan di bagian tersebut. Dan tentu akan membuat bayi menangis kesakitan. Pada kasus yang lebih parah hal tersebut dapat menyebabkan kondisi yang dapat mengakibatkan kematian pada bayi baru lahir.

7. Hindari Salep Maupun Obat Lainnya

Jangan memberikan apapun untuk mengeringkan tali pusat, seperti salep atau obat lainya kecuali dalam izin dokter.

Tanda-Tanda Infeksi Pada Tali Pusar

Bayi umumnya memang memiliki suhu tubuh yang lebih hangat namun perlu diwaspadai jika suhu tubuh bayi menjadi lebih tinggi dari biasanya. Ibu juga harus lebih tanggap dan waspada terhadap segala kemungkinan penyebab suhu tubuh bayi yang meningkat termasuk karena tali pusat. Ada beberapa kondisi tali pusar yang menunjukan perlunya perawatan secara khusus dari dokter atau bidan terdekat.  Jika bayi Anda mengalami tanda-tanda infeksi seperti di bawah ini, sebaiknya segera bawa bayi anda ke bidan atau dokter. Berikut diantaranya:

  • Bayi akan menangis saat Anda menyentuh sisa tali pusar atau kulit di sekitarnya
  • Kulit di sekitar pangkal sisa tali pusar berwarna kemerahan atau bengkak
  • Berbau busuk atau mengeluarkan nanah kekuningan
  • Sisa tali pusar berdarah terus-menerus
  • Demam lebih hingga lebih dari 38 derajat celcius

Bila tanda – tanda infeksi tak kunjung mereda sebaiknya orang tua segera membawa bayi ke rumah sakit untuk mendapat perawatan yang lebih tepat

Hal-hal yang perlu diperhatikan:

  • Jaga tunggul tali pusar tetap bersih dan kering. Segera ganti popoknya ketika basah untuk menghindari kontak air seni ke tali pusar bayi.
  • Jika cuaca hangat, cukup pakaikan popok dan kaus longgar agar udara bisa bersirkulasi dan mempercepat proses pengeringan.
  • Hindari membalut bayi dengan pakaian dalam bodysuit.
  • Jangan pernah mencoba menarik tali pusat, meskipun kelihatannya sudah hampir lepas. Biarkan terlepas sendiri.

Bila tali pusat sudah benar – benar kering dan akhirnya terlepas atau seringkali disebut puput, jangan berhenti membersihkannya. Bersihkan selalu seluruh bagian pusar, terutama saat memandikan bayi. Gunakan sabun khusus bayi, bersihkan perlahan agar tak menyakiti bayi kemudian keringkan segera. Keringkan dengan baik dan benar seluruh permukaan pusar agar tak membuat pusar menjadi lembab.

Kelembaban sangat disukai kuman – kuman penyebab bakteri. Jika terjadi pelengketan cukup bersihkan dengan air hangat atau alkohol 70%. Umumnya tali pusat yang masih baru dipotong akan berwarna pucat dan terlihat basah. Seiring dengan perawatan yang diberikan akan membuat tali pusat mengering dengan sempurna.

Sekian dulu artikel mengenai Fungsi tali pusat dan cara merawatnya, semoga dengan adanya artikel ini bisa menambah wawasan anda ya dan nantikan selalu artikel lainnya. Terima Kasih

You Might Also Like