Suka Oral Seks? Ini Dampak Bahayanya

Dalam melakukan hubungan intim pastilah membutuhkan bumbu-bumbu agar semakin berasa kenikmatan bercinta, salah satunya yang sering dilakukan oleh pasangan adalah dengan melakukan oral seks. Dimana pria mengoral alat vital wanita dan juga sebaliknya wanita melakukan oral pada alat vital pria. Mereka merasa bahwa melakukan hal tersebut semakin membuat rasa bercinta semakin membara, padahal mereka tidak tahu bahwa oral seks terdapat bahaya.

Maka Anda harus mengetahui seberapa bahaya melakukan oral seks bagi pasangan Anda. Mungkin Anda mengabaikan peringatan ini dan hanya memikirkan kenikmatan semata dalam setiap melakukan hubungan intim dengan tidak melupakan kegiatan oral seks di dalamnya. Padahal faktanya oral seks bisa menyebabkan kanker serviks dan kanker mulut dan menjadi sumber penularan beberapa virus yang berbahaya.

Apa Itu Oral Seks?

Apa sih yang dimaksud dengan oral seks? Bagi yang belum tahu istilahnya, oral seks adalah aktivitas seks yang memberikan stimulan ke alat kelamin menggunakan mulut, lidah, gigi, atau bahkan tenggorokan. Sebuah studi di New England Journal of Medicine tahun 2007 baru-baru ini menyatakan, kanker tenggorokan dapat disebabkan oleh kegiatan oral seks seks, khususnya laki-laki yang tertular virus HPV dari wanita, yang sering kali tanpa sadar ditularkan melalui oral seks. Risiko di atas bisa didapat tergantung seberapa banyak Anda bergonta-ganti pasangan, seberapa banyak benda dan hal yang menyentuh atau masuk kelamin Anda, dan juga seberapa kebal sistem imun tubuh Anda menghadapi virus-virus akibat kenikmatan oral seks tersebut.

Hasil Penelitian Oral Seks

Seorang pakar kesehatan dari John Hopkins School of Public Health bernama Gypsyamber D’Souza berkata bahwa oral seks hanya memiliki resiko tujuh persen menyebabkan kanker tenggorokan. Kanker tenggorokan sendiri biasanya disebabkan oleh virus HPV 16 atauHuman Papilloma Virus dan andai pasangan memiliki virus tersebut, oral seks ternyata tidak selalu memberikan resiko penularan virus ini dengan signifikan.

Jika pasangan melakukan hubungan intim dengan setia pada satu orang saja, maka resiko mendapatkan infeksi ini sangatlah rendah karena tentu pasangan tersebut telah berbagi berbagai macam infeksi atau penyakit karena hubungan intim sebelumnya. Sayangnya, jika seseorang melakukan oral seks berganti-ganti dan melakukannya dengan enam orang atau lebih, barulah resiko kanker tenggorokan bisa meningkat hingga 3 atau 4 kali lipat.

Dr. Ferryal Loetan, seorang pakar seksologi juga mengatakan bahwa oral sex yang dilakukan oleh wanita terhadap pria dapat memungkinkan penularan penyakit di dalam tubuh. Sebab di dalam mulut terdapat banyak air liur. Beberapa kuman maupun bakteri memang ada yang tidak tahan dengan zat-zat yang ada di dalam air liur tersebut namun tidak semuanya. Demikian pula dengan berbagai macam jamur termasuk virus yang sering ada di badan manusia. Dimana yang menerima oral mempunyai penyakit, maka dapat saja menularkan penyakitnya kepada yang memberikan oral, begitu pula sebaliknya. Tapi kalau keduanya sehat maka tidak ada masalah.

Resiko Melakukan Seks Oral

Sangat sulit memastikan Seks oral menimbulkan beberapa resiko, karena disaat yang bersamaan  banyak pasangan melakukan kegiatan seks yang lain. Namun ada beberapa resiko yang mungkin di timbulkan dari seks oral. Terdapat lebih dari 100 jenis HPV yang ditemukan pada rongga mulut dan sekitar 15 varian HPV dikaitkan dengan terjadinya kanker. Jenis HPV yang ditemukan pada rongga mulut umumnya adalah jenis HPV yang ditularkan melalui hubungan seksual, sehingga seks oral merupakan rute utama penularan virus ini. HPV berisiko meningkatkan risiko seorang terkena kanker serviks, kanker anal, kanker penis dan kanker tenggorokan. HPV dapat bermanifestasi sebagai kutil pada kelamin dan jenis HPV yang lain dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker pada daerah kelamin.

Seks oral juga dapat menjadi sumber penularan radang mulut bila rongga mulut mengidap suatu penyakit menular seksual. Rongga mulut mungkin mengidap suatu penyakit kelamin kalau melakukan seks oral dengan orang yang sedang mengidap penyakit tersebut. Sebagai contoh, kalau seorang wanita melakukan seks oral terhadap seorang pria yang sedang mengidap gonorea (kencing nanah), maka dapat saja terjadi penularan dari penis ke lapisan mulut bagian dalam atau tenggorok. Akibatnya wanita itu mengalami radang mulut atau tenggorok karena gonorea. Kalau kemudian wanita itu melakukan seks oral terhadap pria lain yang sehat, pria itu dapat tertular sehingga mengalami gonorea. Namun. kalau rongga mulut tidak mengidap penyakit kelamin, tentu seks oral tidak merupakan sumber penularan.

Herpes

Herpes adalah jenis IMS yang paling umum ditularkan melalui oral seks, dimana penularan terjadi melalui kontak kulit ke kulit ketika ada lesi terbuka atau ketika dalam proses mulai menunjukkan gejala peradangan, seperti adanya tanda-tanda ruam sampai dengan lesi berupa bintil-bintil yang berisi air, lecet dan luka bisa disertai demam. Virus ini dapat ditularkan dari mulut ke alat kelamin dan/atau dari alat kelamin ke mulut ketika orang yang memberikan atau/dan menerima seks oral mempunyai gejala-gejala tersebut.

Penularan gonore melalui seks oral bisa terjadi ketika bakteri gonore ada dalam cairan tubuh seseorang yang menerima seks oral atau di tenggorokkan dari orang yang memberikan seks oral mengandung bakteri gonore.

Jenis IMS ini memilki cara penularan yang sama dengan penularan kuman gonore tersebut di atas. Banyak penelitian membuktikan, bila seseorang terinfeksi dengan gonore, kemungkinan besar orang tersebut juga terinfeksi klamidia. Karena itu setiap pengobatan untuk seseorang yang terdiagnosa dengan gonore, maka pengobatan untuk kuman klamidia juga diberikan, demikian pula sebaliknya bila seseorng terinfeksi klamidia, maka orang tersebut akan mendapatkan juga pengobatan untuk gonore.

Nah, setelah tahu bahaya oral seks. Yuk, lebih hati-hati dalam melakukan oral seks! Semoga bermanfaat.

You Might Also Like