Kurap, Penyebab Dan Ciri-Cirinya

Penyakit kulit bisa mengganggu berbagai aktifitas yang kita jalankan. Jangankan beraktifitas, saat penyakit kulit menyerang untuk bergerak saja terkadang sulit. Kulit bisa menjadi merah, bernanah dengan kombinasi rasa gatal dan panas yang sangat mengganggu salah satu penyakitnya yaitu kurap, bagi penderita penyakit ini ciri-ciri kurap dapat diidentifikasi dengan mudah, karena itu kurap juga dapat menimbulkan rasa tidak percaya diri pada penderitanya.

Penyebab Kurap

Kurap yang dikenal dengan nama latin Tiniea Corporis merupakan penyakit kulit yang menular dengan jamur sebagai penyebabnya. Sedangkan dalam bahasa Inggris, kurap dikenal dengan nama Ringworm. Disebut ringworm (Lingkaran Cacing) bukan karena berhubungan atau salah satu penyebabnya adalah cacing, namun apabila penyakit ini menyerang kulit, di bagian yang terinfeksi jamur akan muncul lingkaran berwarna merah jambu yang terlihat seperti cacing sedang melingkar membentuk sebuah cincin

1. Jamur

Penyebab utama atau penyebab primer dari kurap adalah jamur dengan jenis dermatofit. Jamur ini adalah jamur yang mampu bertahan di kulit manusia. Jamur yang ada di kulit manusia ini mampu bertahan hidup dengan cara mengambil keratin bahan dasar di jaringan kulit, rambut dan juga di kuku manusia.

2. Kontak Kulit Dengan Penderita Kurap

Salah satu penyebab kurap sekunder adalah kontak kulit dengan penderita kurap. Hal itu bisa menjadi penyebab seseorang yang belum terkena kurap mudah terkena kurap. Oleh sebab itu jika anda berada di dekat orang yang terkena kurap anda tidak boleh menyentuh kurap yang dimiliki oleh orang tersebut.

3. Meminjamkan Barang Pribadi

Penyebab penyakit kurap sekunder adalah meminjamkan barang pribadi. Meski terdengar pelit namun hal tersebut demi kebaikan kita sendiri. Tentu anda tidak mau kulit mulus anda terdapat kurap yang menyebabkan kulit terasa gatal dan panas?. Memang anda harus berkata dan bersikap tegas untuk mengatakan tidak kepada orang yang ingin meminjam barang-barang pribadi anda.

Jika anda meminjamkan alat-alat pribadi anda misalnya handuk, selimut, sprei, sisir dan sikat resiko anda terkena kurap lumayan besar. Anda juga tidak bisa memastikan atau tidak tahu jika orang yang meminjam barang-barang pribadi anda terkena penyakit kurap atau tidak. Tidak hanya kurap saja yang bisa menulari anda ketika anda meminjamkan barang-barang pribadi anda namun anda juga bisa terkena penyakit kulit seperti panu, kudis dan masih banyak lagi lainnya. Usahakan barang pribadi yang menyentuh kulit anda tidak anda pinjamkan ke orang lain, hal itu juga berlaku juga untuk baju, pakaian dalam, celana dan lain sebagainya.

4. Kurang Menjaga Kebersihan

Penyebab kurap sekunder adalah anda kurang bisa menjaga kebersihan. Terutama kebersihan diri anda pribadi. Orang yang jarang mandi pagi maupun sore hari akan mudah terkena kurap. Ketika ada jamur dermatofit di sekitar anda, anda akan mudah sekali terkena jamur tersebut. Jamur pun bisa mudah sekali tumbuh dan berkembangbiak di jaringan kulit anda dan menjadi akibat jarang mandi pagi dan sore.

Tidak hanya itu saja, orang yang jarang mencuci tangan pun akan mudah tertular oleh penyakit kurap. Saat anda menyentuh tanah atau media yang sudah ada jamur dermatofit di dalamnya kemudian anda menyentuh kulit anda menggunakan tangan anda, maka jamur itu bisa berpindah ke jaringan kulit anda.Tidak mencuci tangan ini bisa menyebabkan penyakit lainnya misalnya saja adalah diare.

Anda harus memperhatikan cara mencuci tangan dengan benar, jangan asal cepat dan jangan asal tangan basah ketika mencuci tangan. Cara mencuci tangan yang benar dan steril adalah yang menggunakan sabun antiseptik, sedangkan untuk caranya anda bisa berkonsultasi kepada dokter. Mintalah bantuan kepadanya untuk mengajarkan kepada anda bagaimana cara benar cuci tangan. Sebelum makan pun anda juga harus mencuci tangan agar anda terhindar dari bahaya tidak mencuci tangan sebelum makan.

5. Mandi Bersama-Sama

Bahaya mandi di kolam renang umum secara bersama-sama adalah anda akan mudah terkena penyakiut kulit misalnya saja kurap. Anda tidak bisa memastikan bahwa semua orang yang satu kolam renang dengan anda memiliki kulit yang bersih dari penyakit kulit. Oleh sebab itulah anda harus waspada akan dampak yang satu ini.

Tidak hanya itu saja, meskipun anda hanya berenang sendiri di kolam renang umum anda juga bisa terkena penyakit kulit dikarenakan tidak semua kolam renang kebersihan airnya terjaga dengan baik. Ada kolam renang yang jarang dikuras atau dibersihkan. Hal itulah yang bisa membuat perkembangbiakan jamur ada di dalam kolam renang tersebut. Sedangkan faktor yang dapat meningkatkan resiko terkena kurap yaitu:

  • Pernah terkena infeksi jamurOrang yang menderita diabetes tipe 1
  • Obesitas
  • Manula
  • Anak-anak

Ciri-Ciri Kurap

1. Tinea Capitis

Kurap pada kulit kepala umumnya menyerang anak-anak, kebanyakan pada masa kanak-kanak atau remaja. Kondisi ini bisa menyebar di sekolah. Tinea kapitis muncul sebagai penskalaan kulit kepala yang dikaitkan dengan bintik botak (berbeda dengan seborrhea atau ketombe, misalnya yang tidak menyebabkan rambut rontok).

2. Tinea Pedis

Kurap atau kadas jenis ini merupakan kurap yang menyerang pada bagian selangkangan dan sela-sela kaki, yang biasa juga dikenal dengan sebutan kutu air. Infeksi jenis ini sering muncul ketika cuaca panas atau hangat. Adapun tempat pertama dalam proses infeksinya berasal dari jari nomor 4 (jari manis) dan 5 (jari kelingking) pada kaki sebelum akhirnya menyebar ke sela-sela jari lainnya hingga terkadang mencapai bagian bawah kaki atau telapak kaki

3. Tinea Unguium

Kurap atau kadas jenis ini merupakan kurap yang menyerang kuku, biasa disebut juga dengan dermatophytic onycomicosis atau ringworm of the nail.

4. Tinea Cruris

Kurap atau kadas jenis ini merupakan kurap yang menyerang bagian selangkangan atau lipatan paha. Namun bisa juga menyerang bagian kelamin luar hingga perut bagian bawah. Infeksi seperti tinea cruris ini dapat berlangsung lama, seperti setahun bahkan hingga seumur hidup.

5. Tinea Corporis

Kurap atau kadas yang satu ini merupakan kurap yang menyerang bagian leher atau daerah sekitar badan di bagian bawahnya. Hampir sama seperti tinea cruris, tinea corporis bisa saja bersifat menahun apabila sudah dalam kondisi akut.

Cara Diagnosis Kurap

Untuk mengetahui penyakit yang anda derita kurap ataukah bukan biasanya dokter akan melakukan diagnosa terlebih dahulu. Penyakit yang anda derita tidak langsung disebut kurap oleh dokter namun dokter akan melakukan beberapa langkah diagnosa terlebih dahulu. Berikut ini adalah cara mendiagnosa yang akan dilakukan oelh dokter :

1. Sampel Kulit

Hal pertama yang akan dokter lakukan adalah melakukan penelitian di sampel kulit yang ada kurapnya. Sampel kulit itu akan diperiksa oleh dokter di laboratorium. Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah penyakit kulit tersebut adalah kurap atau penyakit lain dan jamur apa yang anda derita.

2. Sinar UV

Cara diagnosa lainnya adalah dengan menggunakan sinar uv. Pemeriksaan itu dilakukan untuk mengetahui jenis infeksi yang diderita. Kulit yang berpendar saat disorot dengan sinar uv menunjukkan bahwa kulit itu mengalami infeksi jamur.

Lantas Bagaimana Cara Mengobati Kurap?

Prinsipnya adalah membasmi jamur yang menjadi penyebabnya, mengatasi gejala berupa gatal, peradangan kulit dan mengendalikan kelembaban. Cara mutlak nan sederhana yang harus anda lakukan adalah mencegah daerah kulit dari garukan, jaga agar tidak selalu lembab, baik basah karena air ataupun karena keringat. Meskipun sudah banyak krim anti jamur (obat jamur salep) ataupun obat gatal yang dapat digunakan untuk mengobati kurap, banyak juga orang yang lebih memilih untuk menggunakan pengobatan secara alami. Cara ini dinilai lebih aman untuk kulit, lebih murah dan mudah didapat.

1. Minyak Lavender

Pemakaian minyak lavender adalah salah satu cara terbaik untuk mengobati kurap. Minyak lavender memiliki kandungan yang menenangkan dan bersifat antidepresan sehingga bisa membantu untuk membuat saraf kita lebih tenang. Minyak esensial satu ini sangat patut untuk dipertimbangkan karena memang bisa diandalkan dalam menyembuhkan infeksi kulit.

2. Pepaya Mentah

Berikutnya adalah dengan menggunakan pepaya mentah. Tahukah anda bahwa pepaya yang masih hijau dapat menghancurkan sel-sel mati dari lapiran luar kulit tempat jamur tinggal? Hal ini dikarenakan pepaya yang masih mentah memiliki banyak enzim, seperti papain dan chymopapain. Kedua enzim tersebut dapat melawan jamur, virus dan bakteri serta dapat menyembuhkan peradangan dan luka bakar. Caranya, potong beberapa buah pepaya yang masih mentah lalu gosokkan potongan pepaya tersebut pada kurap. Biarkan selama 20 menut lalu bilas dengan air hangat.

4. Menggunakan Lengkuas

Bumbu dapur selanjutnya yang dapat anda manfaatkan adalah lengkuas. Sama seperti bawang putih, lengkuas juga memiliki sifat anti jamur. Maka dari itu lengkuas sangat efekfit untuk mengatasi infeksi akibat jamur salah satunya yaitu kurap. Caranya yaitu, memarkan beberapa cm lengkuas kemudian tempelkan pada kulit anda yang mengalami ruam. Tunggu beberapa saat kemudian bilaslah dengan menggunakan iar hangat.

5. Menggunakan Belerang

Belerang atau sulfur adalah salah satu bahan yang sudah dipercaya dalam menjaga kesehatan kulit. Belerang juga bermanfaat dan membantu tubuh untuk membunuh jamur serta bakteri penyebab penyakit. Caranya belilah belerang di toko obat, kemudian oleskan cairan belerang tersebut pada daerah yang diserang kurap. Diamkan hingga mengering kemudian bilas dengan bersih.

6. Kapur Sirih Dan Kunyit

Dengan memanfaatkan kapur sirih dan kunyit. Untuk membuat obat alami ini, bahan-bahan yang harus disiapkan adalah kapur sirih secukupnya dan kunyit sebesar ibu jari. Cara membuatnya pun sangat mudah, yaitu parut kunyit hingga halus lalu campurkan dengan menggunakan kapur sirih. Setelah semuanya tercampur oleskan ramuan tersebut pada kurap. Sebaiknya lakukan hal ini 2 kali sehari setelah mandi.

Tips Mencegah Penyakit Kurap

Selain mengobati, tentu yang tidak kalah penting adalah mencegahnya. Nah, bagi anda yang tidak ingin didatangi penyakit kurap lagi, simak tips berikut:

  • Jagalah kebersihan lingkungan.Kebersihan lingkungan ini, menyangkut: tempat kerja, tempat tidur, kamar mandi dan lainnya.
  • Pakailah pakaian yang bersih.
  • Hindari kebiasaan berbagi berbagi jenis perlengkapan pribadi dengan orang lain.
  • Jangan berdekatan dengan orang yang sudah terkena penyakit Kurap, karena bisa menular.
  • Menjaga kebersihan tubuh.
  • Mencuci tangan dan selalu menjaga kebersihan tangan.
  • Bagi yang suka memelihara hewan peliharaan, pastikan menjaga kebersihan tubuh hewan pemeliharaannya.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kurap sangat menular, walaupun gejalanya tidak terlalu berbahaya dan biasanya dapat disembuhkan dengan mudah. Namun, masalah kurap yang muncul bisa jadi pertanda bahwa sistem kekebalan tubuh Anda memiliki kerentanan yang mungkin merupakan tanda adanya masalah lain yang lebih serius. Semoga artikel ini menambah wawasan anda

You Might Also Like