Jantung Berdebar, Pengertian Dan Penyebab

Setiap kali anda merasa kaget atau ketakutan dan tegang, jantung anda pasti merasa jantung seperti berdetak terlalu keras atau terlalu cepat atau berdebar-debar yang bisa terasa di dada, tenggorokan atau di leher. Jantung berdebar-debar tentu saja disebabkan oleh denyut jantung yang cenderung tidak normal. Rasa kaget atau cemas bisa menjadi pemicu ketidaknormalan denyut jantung ini. Namun, adanya pergerakan cepat atau melambat dan bergetar yang tidak wajar yang disebabkan oleh masalah kesehatan bisa menjadi pemicunya.

Pengertian Jantung Berdebar

Jantung berdebar atau Palpitasi merupakan suatu terminologi yang digunakan untuk kondisi dimana jantung berdetak terlalu kuat atau terlalu kencang atau tidak beraturan. Sensasi ini mungkin juga dirasakan pada area leher dan tenggorokan. Detak jantung normal untuk dewasa adalah 60-100 detak per menit. Detak jantung yang lebih dari 100 detak per menit meyebabkan jantung berdebar-debar yang disebut Palpitasi. Kondisi ini sangat umum dirasakan dan berlangsung dalam beberapa menit atau beberapa detik, kebanyakan merupakan kondisi tidak berbahaya dan jantung akan kembali normal dengan sendirinya tanpa perlu pengobatan.

Penyebab jantung berdebar biasanya akan berdebar-debar saat ada hal yang berada di luar kemampuan atau kontrol kita, misalnya saja adalah ketika kita sedang gugup. Saat gugup itu adalah saat wawancara, saat tes kerja, menanti hasil pengumuman dan masih banyak lagi lainnya. Saat peristiwa seperti itu, jantung terasa berdebar-debar tidak akan menjadi masalah. Yang akan menjadi masalah adalah, saat jantung berdebar-debar setiap hari atau di luar dari peristiwa itu semua.

Jantung yang berdebar-debar sering dikaitkan dengan serangan jantung, apalagi jika jantung yang berdebar-debar tersebut disertai dengan rasa nyeri yang menusuk-nusuk jantung. Serangan jantung koroner merupakan serangan jantung yang diam-diam namun mematikan. Serangannya sering diabaikan dan disepelekan, namun saat terkena serangan jantung koroner bisa menyebabkan kematian.

Agar tidak terkena serangan jantung, sebaiknya kita tahu apa saja yang bisa membuat jantung menjadi berdebar-debar. Untuk orang yang normal, denyut jantung per menitnya adalah 60-100 denyutan per menit, denyut jantung yang umum adalah 70 denyutan per menit. Jika jantung memiliki denyut lebih dari itu tandanya ada penyakit akut yang sedang menyerang tubuh anda, terutama di bagian jantung, anemia, gangguan hormon dan juga tumor.

Istilah Berikut Menggambarkan Denyut Jantung Yang Abnormal.

  • Takikardia: Denyut jantung lebih dari 100 denyut per menit.
  • Bradikardia : Denyut jantung kurang dari 60 denyut per menit.
  • Fibrilasi : Cepat, tidak sinkron, dan tidak teraturnya kontraksi otot-otot jantung.
  • Aritmia : Denyut jantung tidak teratur.

Jantung berdebar-debar sangat umum dan dapat dialami oleh orang-orang dari setiap kelompok usia. Namun, ditemukan lebih umum pada orang dewasa setengah baya

Penyebab Jantung Berdebar

Proses terjadinya jantung berdebar sebenarnya tidak terlalu rumit, namun tidak akan bisa dipahami tanpa belajar dengan baik. Pada dasarnya, jantung berdebar diakibatkan detak yang abnormal pada jantung. Ada beberapa gejala yang muncul ketika detak jantung mengalami kegiatan yang abnormal, diantaranya adalah munculnya pergerakan cepat (takikardia), melambat (bradikardia) dan bergetar. Selain itu, ada beberapa gejala atau masalah kesehatan lainnya yang mungkin lebih parah lagi.

1. Panic Attack

Panic attack atau serangan panik merupakan salah satu kondisi dimana mungkin terjadi kondisi jantung berdebar dan sesak nafas. Pada panic attack terjadi perasaan teror mendadak yang menyerang tanpa peringatan. Serangan bisa terjadi kapan saja, bahkan ketika tidur. Ketakutan dan teror yang terjadi ketika serangan panik tidak proporsional antara situasi sebenarnya dan mungkin tidak berhubungan dengan apa yang sedang terjadi pada sekitarnya. Beberapa gejalanya selain jantung berdebar dan sesak nafas ialah perasaan lemas, mau pingsan, pusing, keringat dingin, kesemutan pada tangan atau jari dan perasaan seperti akan mati. Hal ini mirip gejala serangan jantung.

2. Penyakit Jantung

Permasalahan pada jantung memang ditandai dengan gejala jantung berdebar. Misalnya, kebocoran di bilik jantung membuat jantung serasa seperti berdebar kencang. Kondisi ini membuat jantung menjadi kekurangan asupan darah dan menyebabkan anemia. Bila jantung kekurangan suplai darah, maka jantung akan memompa darah lebih cepat dan detaknya akan jadi lebih cepat. Selain itu, penyakit jantung koroner juga memiliki gejala jantung berdebar disertai dengan sesak nafas dan nyeri di salah satu bagian dada.

3. Alkohol

Kandungan kimia di dalam bahaya alkohol bisa membuat pembuluh darah di jantung mengalami penyempitan. Akibatnya adalah jantung terbebani saat akan memompa darah ke seluruh tubuh diakibatkan pembuluh darah yang mengalami penyempitan. Oleh sebab itu hindarilah alkohol yang diminum secara berlebihan, kerusakan jantung dan serangan jantung bisa mengintai orang yang gemar mengkonsumsi alkohol.

4. Kafein

Orang yang mengkonsumsi kafein secara berlebihan bisa menjadi penyebab jantung berdebar debar terus. Alasannya adalah bahaya kafein yang tidak bagus untuk kesehatan jantung, terutama kafein yang berlebihan. Kafein yang berlebihan bisa membuat penyempitan pembuluh darah, terutama pembuluh darah yang ada di jantung. Akibatnya adalah jantung terbebani saat akan memompa darah ke seluruh tubuh sehingga jantung bisa berdebar lebih cepat dibandingkan dengan sebelumnya.

5. Tekanan Darah Tinggi

Orang yang memiliki tekanan darah tinggi rentan untuk terkena Asteoklorosis. Asteoklorosis itu adalah penyempitan pembuluh darah dan juga pengerasan pembuluh darah, jika hal itu terjadi pada pembuluh darah maka jantung menjadi terbebani fungsi dan kinerjanya. Akibatnya adalah jantung akan berdebar-debar saat memompa darah ke seluruh tubuh.

6. Stress

Stress dan kecemasan bisa menjadi penyebab jantung berdebar debar kencang sebab di saat anda stress, pembuluh darah dan syaraf di otak mengalami penyempitan. Akibatnya jantung pun akan merasa kesulitan saat akan memompa darah ke seluruh tubuh. Tidak heran jika pembuluh darah yang mengalami penyempitan akan memberatkan kinerja jantung dan membuatnya berdebar-debar.

7. Obat-Obatan

Mengkonsumsi obat-obatan tertentu bisa menyebabkan jantung menjadi berdebar-debar, terutama obat yang berhubungan dengan tekanan darah tinggi dan berbagai obat lainnya. Jantung berdebar tersebut merupakan efek samping dari konsumsi obat tersebut. Sebaiknya anda membatasi konsumsi obat tersebut, jika tidak benar-benar membutuhkan obat tersebut jangan pernah mengkonsumsinya.

Cara Mengatasi Jantung Berdebar Debar

Segera lakukan pemeriksaan ke dokter dari sekarang juga jika kondisi jantung berdebar-debar ini diiringi dengan dada yang terasa nyeri, pingsan, mengalami sesak napas yang parah atau pusing. Hampir tidak ada obat-obatan khusus yang perlu diberikan untuk menangani jantung berdebar jika hal ini bukan karena penyakit. Akan tetapi biasanya dokter akan memberikan informasi kepada anda untuk menghindari hal-hal yang dapat menjadi pemicu kondisi tersebut.

1. Angkat Kaki Lebih Tinggi Dibandingkan Dengan Jantung

Saat jantung anda berdebar-debar cobalah untuk mengangkat kaki anda agar lebih tinggi dari jantung. Hal itu bisa membantu anda dalam mengatasi jantung yang berdebar-debar. Alasannya adalah saat jantung di posisikan lebih rendah dibandingkan kaki, aliran darah ke jantung menjadi lancar. Oleh sebab itu jantung tidak akan terasa berdebar-debar kembali. Posisi seperti itu juga bisa mengembalikan denyut jantung menjadi seperti sedia kala.

2. Relaksasi

Penting bagi anda ketahui bahwa stres bisa menjadi pemicu jantung berdebar-debar kencang. Hal ini dikarenakan stress ataupun kegembiraan yang berlebihan bisa membuat lonjakan adrenalin. Relaksasi dapat membantu mengatur dan mengurangi tingkat stres anda. Pilihan terbaik termasuk meditasi, tai chi, dan yoga.

3. Air Putih

Penyebab jantung berdebar debar bisa diatasi dengan mencukupi asupan cairan dengan minum air putih setiap hari. Penyebabnya adalah air yang masuk ke dalam tubuh membuat kerongkongan bisa melakukan tekanan kepada jantung sehingga denyut jantung bisa menjadi normal kembali dan peredaran darah ke seluruh tubuh menjadi lancar.

4. Mengelola Stress

Salah satu hal yang bisa anda lakukan untuk mengatasi denyut jantung yang berlebihan adalah dengan cara mengatasi stress yang menyerang anda. Stress disertai dengan jantung yang berdebar bisa menjadi tanda bahwa stress yang menyerang anda sudah di atas rata-rata atau tidak normal.

5. Latihan Pernapasan

Latihan pernapasan dapat menghilangkan kecemasan yang menjadi salah satu penyebab jantung berdebar. Selain itu, latihan pernapasan juga dapat membuat anda lebih fokus dan stres menghilang. Untuk melakukannya, anda dapat mempelajari tiga jenis dasar pernapasan. Jenis yang pertama adalah pernapasan perut, dimana anda bernapas melalui hidung dengan fokus pada perut.

Pernapasan yang kedua adalah diafragma, dimana hirupan udara menggunakan hidung dan dikeluarkan menggunakan mulut yang mana lidah dilipat ke atas dengan titik fokus diafragma atau antara dada dan perut. Jenis yang ketiga adalah pernapasan dada. Jenis yang terakhir ini tekniknya sama dengan diafragma, namun fokusnya pada bagian tengah dada dengan kecepatan bernapasan yang lambat.

6. Manuver Valsalva

Ada beberapa gerakan, misalnya dengan memegang hidung dan menutup mulut, lalu mencoba bernafas dengan beberapa hembusan yang kuat, dipercaya dapat membuat detak jantung kembali normal. Sebelumnya anda perlu tahu dahulu bahwa salah satu penyebab besar munculnya jantung berdebar adalah karena saraf vagus. Jadi, dengan melakukan gerakan atau manuver valsalva tersebut, Anda telah secara alami merangsang saraf vagus, sehingga nantinya debaran akan kembali normal.

Tips Tambahan

  • Tingkatkan asupan sayuran hijau dan buah-buahan segar.
  • Makan 1 sampai 2 buah jambu biji matang saat perut kosong setiap hari.
  • Cobalah untuk mengidentifikasi pemicu Anda dan hindari mereka.
  • Batasi atau hentikan asupan minuman beralkohol.
  • Hindari makanan yang mengandung kafein seperti kopi, coklat dan minuman ringan.
  • Jangan merokok atau menggunakan produk tembakau.
  • Hindari obat-obatan terlarang, seperti kokain dan amfetamin, karena dapat menyebabkan jantung berdebar.
  • Jaga tekanan darah dan kadar kolesterol tetap terkontrol.
  • Minum air dalam jumlah yang cukup sebab dehidrasi dapat menyebabkan palpitasi.
  • Lakukan setidaknya 20 menit latihan aerobik selama 3 atau 4 kali seminggu. Berjalan, berlari dan bermain tenis adalah pilihan yang sangat baik.
  • Jaga tingkat stres Anda tetap rendah dengan bantuan meditasi, yoga dan teknik relaksasi lainnya.
  • Setidaknya tidur 6-7 jam setiap malam.
  • Selalu periksakan dengan dokter Anda sebelum mengatur obat atau mengambil suplemen baru.

Dengan mengetahui penyebab jantung berdebar dan cara mengatasinya dari informasi yang telah disampaikan di atas, setidaknya Anda bisa menolong diri atau orang lain ketika hal tersebut terjadi. Masalah jantung berdebar ini bisa dialami oleh siapa saja dari mulai anak-anak hingga orang dewasa, maka dari itu Anda harus selalu waspada.

Apabila jantung berdebar lebih cepat akan membuat tubuh merasakan cemas dan agak sulit untuk tidur maka dari itu And harus menenangkan pikiran dan tubuh Anda agar detak jantung bisa normal kembali.

You Might Also Like