Fakta Atau Mitos, Minum Air Es Menjadi Gemuk?

Meneguk air es  memang terasa menyegarkan tenggorokan apalagi ketika cuaca panas atau setelah menyantap makanan pedas. Namun terkadang kita sering mendengar mitos bahwa minum air es bisa menyebabkan perut buncit. Menurut mitos tersebut, air es dapat membekukan lemak dalam pencernaan sehingga sulit dicerna. Hal itu memicu terjadinya risiko perut buncit.

Banyak yang berpendapat bahwa lemak bisa membeku kalau kita banyak mengkonsumsi air es. Hal ini biasanya di dasarkan pada penglihatan kita, ketika melihat makanan yang berlemak di simpan didalam kulkas dan lemaknya pasti akan menggumpal. Oleh karena itu, informasi ini menyebar tanpa ada keterangan yang memadai. Namun yang perlu di tegaskan disini, siapa saja yang percaya bahwa air es bisa membekukan lemak, maka ia tidak bisa membedakan antara perut manusia dengan kulkas.

Minum Air Es Tidak Menyebabkan Perut Buncit

Faktanya, minum air hangat atau dingin (air es), bukan menjadi penyebab perut buncit. Pertama-tama yang harus diketahui adalah, air menjadi salah satu unsur penting yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, sekitar 2 liter (8-12 gelas) perhari untuk mencukupi kebutuhan manusia. Mau air es atau air panas sekali pun kandungannya tetap 0 kalori, 0 gram karbohidrat, 0 gram lemak dan 0 gram protein yang sama pada tiap tetesnya. Jadi, dengan minum air saja sudah membantu mencukupi kebutuhan cairan badan dan mengandung nol kalori, jadi tidak masuk akal dong kalau air es menjadi penyebab perut buncit

Ada yang harus diluruskan dengan anggapan uap es akan mengendap dalam perut sehingga perut menjadi buncit. Organ tubuh manusia mempunyai sistem yang akan menghangatkan benda atau makanan yang masuk (lemak di perut akan tetap menghangatkan lambung). Sehingga air es yang anda minum, kalau sudah sampai lambung sudah bukan menjadi air es lagi, suhunya akan berubah sesuai sistem organ dalam tubuh masing-masing. Selain itu, ketika kita minum air es dan setelah itu kita buang air kecil. Apakah urine kita tetap dingin? Atau berubah menjadi hangat? Tentu urine kita akan menjadi hangat kan, yang berarti tubuh akan menghangatkan air es atau dingin yang masuk ke badan kita sebelumnya

Mitos Lain Minum Air Es

Menyebabkan Pengenceran Asam Lambung

Rumor lain sekitarnya meminum air es setelah makan menyebutkan bahwa air es dapat mengencerkan asam lambung, sehingga pencernaan melambat. Namun, seperti hal di atas sebelumnya. Hal ini juga ternyata hanyalah mitos belaka.

Penjelasan:

Studi tentang penderita diabetes telah menunjukkan bahwa air es yang dikonsumsi dengan makanan tidak membuat perbedaan dalam tingkat respon glisemik dan insulin, dan respons ini diatur oleh laju pencernaan. Jadi, seberapa pun jumlah air es yang diminum saat atau setelah makan tidak akan mengubah cara makanan dicerna. Namun, dalam beberapa kasus, misalnya ketika seseorang menderita refluks asam, minum terlalu banyak minum air es sekaligus dapat memperburuk kondisi refluks.

Minum Air Es Tidak Baik Saat Menstruasi

Banyak kabar seputar haid yang dipercaya masyarakat seperti tidak boleh minum air dingin atau es saat haid karena bisa menyebabkan darah haid mampat (keluar tidak lancar) dan meninggalkan sisa di dinding rahim. Akibat anggapan itu, banyak perempuan yang takut minum air dingin dan es saat sedang datang bulan, karena beranggapan air es dapat membuat darah haid tidak dapat keluar. Ketakutan ini semakin menjadi-jadi karena banyak yang beranggapan bahwa darah haid yang bersisa di rahim tersebut dalam waktu 5 tahun atau lebih dapat menyebabkan kista, bahkan tumor dan kanker rahim.

Penjelasan:

Tidak ada hubungan antara proses menstruasi dan air dingin atau es, karena menstruasi berhubungan dengan hormon tubuh yaitu estrogen. Menstruasi adalah proses luruhnya dinding rahim karena tidak adanya pembuahan. Sakit dan tidaknya, atau banyak dan sedikitnya darah yang keluar pada proses ini dipengaruhi oleh hormon dan faktor psikologis. Keluhan haid juga disebabkan oleh faktor posisi rahim.

Bila posisi rahim menyebabkan leher rahim (saluran keluarnya darah haid) terjepit, maka akan menimbulkan keluhan nyeri. Obat-obatan tertentu bisa memperpanjang atau memperpendek lamanya hari menstruasi, tapi tidak ada hubungannya antara menstruasi dan air dingin dan es. Air dingin dan es tidak memiliki efek apapun saat menstruasi.

Menyebabkan Tubuh Mudah Terkena Penyakit

Mitos ini didasari pada pernyataan bahwa ada kuman yang dapat hidup pada suhu rendah (pada suhu tinggi kuman itu sudah dimatikan). Namun ternyata dan lagi-lagi, hal ini tidak sepenuhnya tepat.

Penjelasan:

Beberapa jenis kuman akan mati ketika air mengalami proses pemasakan sampai air mendidih atau proses sterilisasi mikroba. Namun ketika anda minum air, anda tetap tidak dapat menjamin air yang anda minum tersebut tetap steril dari kuman penyebab penyakit. Hal ini karena tidak mungkin anda meminum air mendidih tersebut. Selain itu, beberapa jenis kuman malah akan tumbuh lebih baik pada suhu tubuh kita. Jika anda ingat kenapa alasan minuman probiotik misalnya Yakult dan lainnya disimpan pada suhu yang dingin, adalah agar mikroba probiotik tersebut tidak tumbuh di luar batas toleransi.

Jadi air minum anda yang langsung anda minum atau telah mengalami proses pendinginan terlebih dahulu sebelum diminum, sebenarnya sama saja. Yang membedakan adalah apakah air minum tersebut telah mengalami sterilisasi sebelumnya dan bagaimana anda menjaga air tersebut tetap steril.

Dengan begitu, asumsi bahwa minum air es dapat membuat gemuk adalah tidak benar dan mitos belaka. Malah Konsumsi air es justru dapat membantu melangsingkan tubuh karena dapat membuat perut merasa penuh dan enggan untuk makan banyak. Selain itu kalori tubuh yang digunakan untuk menaikkan suhu akan cepat terbuang, sehingga Kamu dapat terlihat lebih ramping.

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply