Enzim: Pengertian Dan Jenis Serta Strukturnya

Enzim adalah istilah atau kata yang sering kita dengar baik dalam lingkungan sekitar rumah, lingkungan kerja, lingkungan sekolah ataupun lingkungan kampus. Ya, istilah enzim memang sudah tidak asing lagi untuk di dengarkan oleh telinga kita, istilah itu seolah olah telah bersarang di telinga dan perlu kalian ketahui, bahwa sebenarnya didalam tubuh kita terjadi berbagai macam reaksi kimia. Salah satu yang membantu reaksi kimia yang terjadi didalam tubuh kita adalah Enzim.

Didalam tubuh kita terdapat berbagai macam enzim dengan fungsi yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain. Ada yang fungsinya untuk mengubah protein, mencerna amilum dan masih banyak lagi. Dalam ulasan kali ini akan dijelaskan tentang apa itu enzim, definisi enzim itu sendiri, struktur enzim dan fungsi enzim. Jadi untuk memahami itu semua silahkan kalian baca dan pahami apa yang ada didalam artikel berikut:

Pengertian Enzim

Dalam ilmu biologi, Enzim adalah suatu molekul protein kompleks yang dihasilkan dari sel hidup yang berfungsi sebagai katalisator dalam proses kimia dalam tubuh makhluk hidup. Enzim tidak dapat bereaksi tetapi hanya dapat mempercepat proses reaksi, tetapi struktur enzim tidak berubah baik itu sebelum dan sesudah reaksi, dengan demikian, enzim tidak mempengaruhi kesetimbangan reaksi dalam peranannya.

Ikatan enzim dengan substrat adalah sebuah ikatan yang spesifik, jadi hanya enzim-enzim tertentu yang dapat mengikat substrat tertentu. Setelah itu barulah substrat tersebut aktif dan barulah terbentuk perubahan kimiawi. Enzim memiliki peran yang besar dalam menentukan reaksi mana yang akan dipacu sehingga nantinya semua proses yang ada bisa berjalan dengan baik dan tidak menghasilkan racun atau efek buruk bagi tubuh.

Dengan demikian, enzim tidak mempengaruhi kesetimbangan reaksi dalam peranannya. Struktur Enzim yang tersusun menjadi dua bagian yang saling berpasangan yaitu Apoenzim dan Gugus Prostetik antara lain sebagai berikut

  • Apoenzim

Apoenzim adalah bagian protein enzim yang sifatnya tak tahan panas dan berfungsi sebagai menentukan kekhususan dari enzim. Contohnya  dari substrak yang sama dapat menjadi senyawa berlainan yang bergantung dari enzimnya

  • Koensim

Koensim adalah ko-faktor molekul organik kecil yang tahan panas dan mengandung Ribosa dan Fosfat serta larut dalam air. Koensim dapat disebut dengan Gugus Prostetik apabila terikat oleh Apoenzim, tetapi koenzim mudah terpisah dari Apoenzim. Fungsi koenzim adalah sebagai penentu sifat dan reaksinya. Contohnya: Koensim NADP (Nicotiamida Adenin Denukleotid Phosfat), reaksinya adalah Dehidrogenase. Dalam hal ini NADP berfungsi sebagai akseptor hidrogen atau penerima.

Fungsi Enzim

Fungsi enzim adalah sebagai suatu katalis atau istilah lainnya adalah sebuah senyawa yang dapat digunakan untuk mempercepat terjadinya suatu proses reaksi. Enzim atau sebuah zat yang terpenting ini berfungsi untuk melepaskan sebuah molekul uap air yang terdapat di dalam tubuh, serta pelepasan unsur dan juga zat kimiawi lainnya, seperti melepaskan beberapa jenis molekul molekul, Gugus Amina dan banyak lagi. Semua itu memiliki tujuan untuk dapat memperlancar sebuah proses pencernaan dan juga metabolisme yang ada pada tubuh.

Enzim bisa digunakan untuk mengolah zat zat yang baru masuk kedalam tubuh sehingga terjadi proses lainnya yang berubah. Contohnya pada gula, dengan menggunakan enzim maka rasa manis itu dapat dirasakan. Enzim yang memiliki fungsi sebagai penghancur makanan pada saat dikunyah terdapat  didalam mulut. Seluruh kinerja yang ada pada organ tubuh makhluk hidup sebetulnya dibantu oleh enzim dalam proses pencernaan yang dimulai dari mulut, lambung,  usus halus dan pankreas. Oke kita langsung saja melihat nama-nama enzim pencernaan beserta fungsi dan organ yang menghasilkan enzim tersebut.

1. Mulut (Enzim Amilase)

Nah organ pertama yang kita gunakan untuk mencerna makanan adalah mulut. Banyak yang mengira kalau mulut hanyalah untuk menghaluskan atau melunakkan makanan yang kita makan agar mudah untuk ditelan, namun ternyata organ mulut juga menghasilkan sebuah enzim yang dihasilkan oleh kelenjar ludah yang bernama Enzim Amilase.

Enzim Amilase atau Ptialin memiliki fungsi untuk mengubah Pati atau Amilum menjadi Maltosa. Untuk membuktikannya kalian bisa mencoba untuk memakan nasi dan mengunyahnya dalam waktu yang agak lama, kurang lebih 3 -5 menit dan rasakan apa yang terjadi, nasi yang anda makan tadi akan terasa manis. Hal tersebut karena adanya enzim amilase ini.

2. Lambung (HCl, Renin Dan Pepsin)

Organ selanjutnya yaitu Lambung. Didalam lambung terjadi reaksi kimia yang disebabkan karena adanya enzim-enzim yaitu Renin, Pepsin dan asam lambung atau HCl. Kita akan membahasnya satu persatu.

  • Asam Lambung (HCl), adalah zat kimia yang berfungsi untuk membunuh bakteri yang masuk bersamaan dengan makanan yang kita makan. Selain itu, HCl juga membantu kerja enzim pepsin dalam mengubah protein.
  • Enzim Renin, adalah enzim yang memiliki fungsi mengubah kaseinogen menjadi kasein.
  • Enzim Pepsin, adalah enzim yang berfungsi untuk mengubah protein menjadi pepton, proteosa dan polipeptida.

3. Usus Halus

  • Enzim Laktase, fungsi mengubah laktosa menjadi galaktosa dan glukosa
  • Enzim Maltase, fungsi mengubah maltosa (hasil dari kerja amilase disaliva) menjadi glukosa
  • Enzim Lipase, fungsi mengubah lemak menjadi gliserol dan asam lemak
  • Enzim Enterokinase, fungsi mengubah tripsinogen menjadi tripsin
  • Enzim Peptidase, fungsi mengubah polipeptida (hasil dari kerja Tripsin dipankreas) menjadi asam amino (protein yang diserap kedalam darah)
  • Enzim Sukrase, fungsi mengubah sukrosa (diperoleh dari konsumsi buah-buahan seperti tebu dll) menjadi fruktosa dan glukosa

4. Pankreas

  • Enzim Tripsin, fungsi mengubah protein menjadi polipeptida
  • Enzim Lipase, fungsi mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol (agar dapat dicerna)
  • Enzim Amilase, fungsi mengubah amilum menjadi maltosa atau disakarida
  • Enzim Karbohidrase, fungsi mencerna amilum menjadi maltosa

Secara umum, enzim mempunyai empat sifat khas, yang mana sesuatu dapat disebut dengan enzim jika mempunyai empat sifat berikut ini, yang terdiri dari :

  • Protein

Segala sifat protein adalah sama dengan enzim, akan tetapi sifat enzim tidak berlaku untuk protein. Oleh karena itu hampir lebih dari separuh jumlah protein didalam sel merupakan enzim.

  • Katalis

Enzim merupakan katalis yang dapat mengubah laju reaksi, dengan tanpa ikut bereaksi. Aktivitas enzim dapat di atur. Enzim mampu meningkatkan laju reaksi pada kondisi yang biasa, yaitu dari tekanan, suhu dan pH. Tingkat katalisasi yang diberikan oleh enzim juga lebih tinggi dibanding katalis biasa dalam segi peningkatan laju reaksinya.

  • Aktif

Molekul yang awalnya hanyalah substrat diaktifkan menjadi produk oleh enzim. Molekul yang teraktivasi ini akan mengalami kenaikan dalam segi energi kinetiknya.

  • Spesifik

Enzim tertentu hanya bisa mengikat substrat tertentu (spesifik) pula, sehingga barulah terjadi pengaktifan substrat dan perubahan kimiawi pun terjadi pada molekul atau senyawa yang diikat.

Jenis – Jenis Enzim

Jenis-jenis enzim dan fungsinya itu ada banyak sekali seperti yang sudah saya katakan pada keterangan yang ada diatas. Ada banyak jenis dan juga penggunaan enzim yang dapat menjaga organisme yang hidup. Berikut ini jenis enzim yang sudah dirangkum.

Berdasarkan tempat enzim bekerja, yaitu :

  1. Endoenzim (enzim intraseluler) : merupakan enzim yang kerjanya di dalam sel.
  2. Eksoenzim (enzim ekstraseluler) : merupakan enzim yang kerjanya di luar sel.

Berdasarkan Penggolongannya

1. Golongan Enzim Karbohidrae. Enzim golongan ini dibagi menjadi beberapa macam enzim yang memiliki fungsi yang berbeda, mereka yaitu:

  1. Enzim Amilase, fungsinya untuk mengubah amilum atau polisakarida menjadi senyawa maltoda yaitu senyawa disakarida.
  2. Enzim Maltosa, fungsinya untuk mengurai selulosa atau polisakarida menjadi senyawa selabiosa atau disakarida.
  3. Enzim Laktosa, fungsinya untuk menguraikan maltosa menjadi glukosa.
  4. Enzim Pektinase, fungsinya untuk mengubah pektin menjadi asam pektin.
  5. Enzim Sukrase, fungsinya untuk mengubah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa.
  6. Enzim Selulosa, fungsinya untuk menguraikan selulosa menjadi selabiosa.

2. Golongan Enzim Protase. Pembagian enzim golongan Protase adalah sebagai berikut:

  1. Enzim Renin, fungsinya untuk mengubah kaseinogen menjadi kasein.
  2. Enzim Tripsisn, fungsinya untuk mengubah pepton menjadi asam amino.
  3. Enzim Pepsin, fungsinya untuk memecah senyawa protein menjadi asam amino.
  4. Enzim Galaktase, fungsinya untuk menguraikan senyawa gelatin.
  5. Enzim Peptidase, fungsinya untuk mengubah polipeptida menjadi asam amino.
  6. Enzim Entrokinase, fungsinya untuk menguraikan pepton menjadi asam amino.

3. Golongan Enzim Ekterase. Pembagian enzim golongan ekterase adalah sebagai berikut:

  1. Enzim Lipase, fungsinya untuk menguraikan lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
  2. Enzim Fostatase, fungsinya untuk mengurangi ester dan mendorong pelepasan asam fosfor.
  3. Enzim Katalase, fungsinya untuk mengubah hidrogen peroksida menjadi air dan oksigen.
  4. Enzim Hidrase, fungsinya untuk mengurangi atau menambah kadar air dari suatu senyawa.
  5. Enzim Desmolase, fungsinya untuk membantu proses pemindahan atau penggabungan ikatan karbon.
  6. Enzim Dehidrogenase, fungsinya untuk memindahkan hidrogen ke bagian-bagian lain dari tubuh.
  7. Enzim Peroksida, fungsinya untuk membantu proses oksidasi pada senyawa fenolat.
  8. Enzim Karbosilase, fungsinya untuk mengubah asam organik.
  9. Enzim Transphosforilase, fungsinya untuk memindahkan H3PO4 dari molekul satu kemolekul lainnya yang dibantu oleh ion Mg2+.
  10. Enzim Oksidase, fungsinya untuk mempercepat penggabungan oksigen dan juga mereduksi oksigen secara bersamaan.

Struktur Enzim

Enzim seperti yang telah kita tahu merupakan protein (dengan sedikit pengecualian). Setiap enzim mempunyai konformasi yang sangat tepat dan berlainan sebagai hasil dari beberapa tingkatan struktur struktur protein. Oleh karena itu, struktur enzim memiliki kesamaan dengan macam struktur protein. Terdapat 4 macam struktur enzim yaitu struktur primer, sekunder, tersier dan struktur kuartener.

  • Struktur Primer. adalah rangkaian asam amino pada rantai polipeptida yang menyusun enzim
  • Struktur Sekunder. terbentuk dari ikatan kimia yang lemah seperti pada ikatan hidrogen yang terbentuk di antara atom atom di sepanjang tulang punggung (backbone) rantai polipeptida. Struktur sekunder enzim merupakan interaksi lokal yang menghasilkan pola tiga dimensi berulang. Contoh struktur enzim sekunder adalah alfa heliks dan lembaran berlipat-beta.
  • Struktur Tersier. melibatkan interaksi jarah jauh di antara rantai sisi asam amino. Struktur enzim tersier membentuk globular protein yang sangat akurat.
  • Struktur Kuartener. enzim berhubungan dengan interaksi antara dua atau lebih subunit polipeptida yang berbeda pada sebuah protein fungsional.

Faktor Yang Mempengaruhi Aktivitas Enzim

Enzim dalam melakukan aktivitas dan fungsi enzim, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhinya. Secara garis besar terdapat 3 faktor utama yang mempengaruhi aktivitas enzim yaitu substansi nonprotein, kondisi lingkungan optimal dan inhibitor. Berikut penjelasan tentang faktor yang mempengaruhi aktivitas enzim.

1. Substansi Nonprotein Dalam Enzim

Dalam banyak reaksi yang menggunakan enzim, diperlukan adanya substansi nonprotein untuk melakukan aktivitas enzim yang seharusnya. Substansi nonprotein ini memulai reaksi melalui ikatan molekul enzim dengan cara yang spesifik. Secara khusus terdapat 5 bagian enzim yaitu

  • Koenzim yang merupakan subtansi organik seperti vitamin, koenzim A, heme, dan biotin)
  • Kofaktor yaitu substansi anorganik seperti atom logam seng, besi, tembaga.
  • Kelompok prostetik yaitu tempat kofaktor enzim dapat berikatan dengan efektif yang merupakan bagian protein enzim.
  • Holoenzim adalah bagian protein dan nonprotein enzim yang hadir bersamaan.
  • Apoenzim merupakan bagian protein enzim.

2. Kondisi Lingkungan Optimal

Setiap enzim memiliki kondisi lingkungan yang optimal yang akan mengoptimalkan konformasi enzim yang aktif. Hingga saat ini diketahui dua poin yang dibutuhkan dalam kondisi lingkungan optimal yaitu pengaturan suhu dan pengaturan pH. Suhu memiliki dua pengaruh utama yaitu pengaruh terhadap reaksi serta terjadinya denaturasi. Pengaruh terhadap reaksi yaitu untuk enzim pada umumnya semakin adanya peningkatan pada suhu maka akan terjadi peningkatan kecepatan reaksi, molekul bergerak lebih cepat dikarenakan kenaikan suhu sehingga akan banyak berinteraksi. Penurunan suhu tentunya akan berakibat sebaliknya. Ketika suhu mencapai serta melampaui batas tertentu, maka akan terjadi denaturasi.

Definisi Denaturasi adalah perubahan permanen yang menginaktivasi enzim. Saat terjadi denaturasi, ikatan kimia terputus dan enzim kehilangan bentuk spesifiknya. Apabila pH lingkungan terlalu asam atau basa dapat menyebabkan denaturasi enzim. Umumnya, pH optimun enzim adalah dalam pH netral (pH 7). Hal menarik dari enzim pencernaan adalah bekerja optimum pada pH 2.

3. Inhibitor

Pengertian inhibitor adalah molekul yang berikatan secara selektif pada enzim dan menghambat aktivitas enzim. Enzim dapat berikatan dengan inhibitor secara reversibel ataupun ireversibel. Ada dua macam inhibitor yaitu inhibitor kompetitif dan inhibitor nonkompetitif.

  1. Inhibitor Kompetitif: memiliki bentuk seperti substrat normal dan bersaing dengan substrat normal tersebut untuk berikatan dengan situs aktif enzim. Oleh karena itu, pengikatan inhibitor memblokade situs aktif terhadap substrat. Apabila inhibitor bersifat reversibel dapat diatasi dengan menambahkan konsentrasi substrat.
  2. Inhibitor Nonkompetitif: mengikat bagian enzim yang lain selain situs aktif (active site). Pengikatan inhibitor ini dapat mengubah bentuk situs aktif enzim sehingga tidak dapat mengikat substrat.

Demikianlah pembahasaan menganai macam-macam enzim dan fungsinya. Perlu diingat bahwa enzim-enzim tersebut bisa dijumpai di seluruh tubuh manusia. Sesuai dengan sifat-sifatnya, masing-masing enzim tersebut bekerja pada substrat tertentu baik itu yang bersifat asam maupun basa. Semoga bermanfaat. 🙂 🙂

You Might Also Like