Emosi Saat Dengar Suara? Mungkin Anda Mengidap Misophonia

Pernahkah Anda merasa benci saat mendengar suara gigi yang saling bergesekan? Benci juga saat mendengar suara air disedot menggunakan sedotan. Terkadang bisa membuat seseorang jadi merinding. Bahkan bukan cuma merinding tapi juga sampai jadi drama queen yang teriak-teriak sendiri karena merasa ngilu. Jika punya teman atau Anda sendiri mengalami ini, bisa jadi itu disebabkan Misophonia.

Apa Itu Misophonia?

Pakar kesehatan menyebutkan jika Misophonia adalah sebuah kondisi dimana seseorang sangat membenci suatu suara. Menurut Eric Storch, PhD dari University of South Florida, Misophonia bisa dijabarkan sebagai sensitivitas pada suara-suara tertentu yang bisa dibuat oleh seseorang atau lingkungan tertentu dan berimbas pada penderitaan luar bisa bagi penderitanya. Uniknya, reaksi dari penderita misophonia berbeda-beda pada setiap suara. Ada yang hanya merasa terganggu saja, namun tak jarang ada yang mengalami perubahan emosi yang luar biasa hingga pada akhirnya kesal dan marah-marah.

Beberapa penelitian terkait Misophonia sudah pernah dilakukan. Jastreboff, seorang profesor dalam bidang Audiologi sekaligus orang pertama yang mencetuskan konsep Misophonia, menyatakan bahwa ada kesamaan antara Misophonia dan Tinnitus. Keduanya dihubungkan dengan koneksi berlebihan yang terjadi antara sistem auditori dan sistem limbik, sehingga menimbulkan reaksi berlebihan terhadap suara tertentu.

para ahli melakukan penelitian terhadap otak pada 20 orang dengan Misophonia dan 22 orang lainnya yang tidak mengidap Misophonia. Semua partisipan tersebut diberi bunyi-bunyian yang tidak biasa, seperti teriakan, hujan dan beberapa bunyi sebagai pemicu gangguan tersebut seperti mengunyah makanan dan bunyi seseorang bernafas. Hasilnya tidak ada satu orang pun yang menyukai bunyi-bunyian tersebut. Tetapi ketika para pengidap Misophonia mendengar bunyi-bunyi “Pemicu”, mereka mulai merasakan gangguan berlebih sehingga mereka mulai berkeringat dan detak jantung mereka mulai meningkat.

Dengan melihat hasil pemindaian otak, para ilmuwan mendeteksi jaringan dari sejumlah bagian di otak orang dengan Misophonia ternyata berbeda. Salah satu bagian otak kita disebut dengan AIC (Anterior Insular Cortex), yang merupakan bagian otak yang mempengaruhi apa yang menjadi perhatian kita. Bagi orang dengan Misophonia, bagian AIC tersebut jauh lebih aktif ketika mereka mendengarkan bunyi ‘pemicu’. Tidak hanya itu, bagian AIC mereka juga terhubung lebih banyak dengan bagian orak yang lainnya, yang mengakibatkan respon yang ekstrim dan ditemukan bahwa syaraf-syaraf otak mereka yang mengidap Misophonia, ternyata memiliki jaringan yang berbeda dengan otak manusia pada umumnya.

Reaksi Mengidap Misophonia

Berdasarkan penelitian yang dilakukan terkait Misophonia, ada beberapa reaksi emosional yang dihasilkan setelah penderita Misophonia mendengar suara yang tidak mereka sukai. Umumnya mereka akan mengalami perasaan:

  • Tidak Nyaman
  • Stres Dan Gugup
  • Marah Dan Frustasi
  • Takut
  • Merasa Kesal Dan Sangat Terganggu
  • Panik

Pada penelitian ini, penderita Misophonia juga diberi pertanyaan apakah yang mereka pikirkan ketika muncul suara yang memicu rasa tidak nyaman tersebut, beberapa menjawab terkadang mereka ingin memukul orang yang mengeluarkan suara yang tidak mereka sukai, mengapa orang tersebut harus mengeluarkan suara seperti itu dan mengapa tidak segera berhenti, tidak jarang mereka juga bertanya-tanya kepada diri sendiri kenapa mereka harus merasa terganggu dengan suara tersebut. Pada kasus yang lebih parah, reaksi dapat berupa keinginan untuk membunuh sumber suara bahkan mungkin muncul keinginan untuk bunuh diri.

Usia Berapa Tahun Terkena Misophonia

Kondisi ini terjadi seumur hidup, biasanya dimulai antara usia 9-13 tahun dan lebih sering terjadi pada gadis-gadis. Penyakit ini datang tiba-tiba, tetapi tidak berhubungan dengan kejadian apapun. Dokter tidak yakin apa yang menyebabkan Misophonia, tapi bukan karna telinga Anda yang bermasalah. Dokter menduga hal ini merupakan gabungan dari masalah mental dan fisik. Hal ini dapat berhubungan dengan bagaimana suara mempengaruhi otak Anda dan memicu respons otomatis dalam tubuh Anda.

Karena telinga dan pendengaran Anda normal, dokter dapat memiliki masalah dengan penegakan diagnosis. Misophonia kadang-kadang keliru didiagnosis sebagai gangguan kecemasan atau bipolar atau gangguan obsesif-kompulsif. Beberapa dokter berpikir bahwa misophonia harus diklasifikasikan sebagai gangguan baru.

Dampak Yang Ditimbulkan

Bagi mereka yang menderita Misophonia, berada di keramaian dapat menyebabkan rasa tidak nyaman karena kemungkinan adanya mendengar suara yang tidak mereka sukai. Penderita Misophonia mungkin akan menghindari acara makan bersama atau makan terpisah dari keluarga dan kerabat mereka serta mengurung diri dan tidak ingin terlibat acara sosial apapun. Jika dibiarkan hal ini dapat menyebabkan penderita Misophonia mengalami depresi. Dampak yang lebih parah juga dapat terjadi misalnya menyerang seseorang yang menghasilkan suara yang membuat mereka tidak nyaman.

Bagaimana Mengatasi Misophonia?

Kondisi ini tidak mempengaruhi kehidupan sehari-hari, tetapi Anda dapat belajar untuk mengelolanya. Banyak klinik menawarkan terapi suara yang dikombinasikan dengan konseling psikologis. Dokter akan mengatur suara latar untuk menangkal suara yang memicu kondisi Misophonia. Anda dapat mencoba perangkat seperti alat bantu dengar yang menciptakan suara di telinga Anda mirip dengan air terjun. Kebisingan lain mengalihkan perhatian Anda dari pemicu dan mengurangi reaksi. Pengobatan lain meliputi terapi bicara dan antidepresan.

Gaya hidup Anda juga berperan. Biasakan olahraga secara teratur, banyak tidur dan kelola stres Anda. Anda juga bisa mengenakan earplugs atau headset untuk menghilangkan suara. Buat daerah yang tenang atau titik aman di rumah Anda di mana tidak ada suara-suara yang mengganggu Anda. Penting juga untuk mencari dukungan sosial, dengan orang-orang yang juga mengalami misofonia untuk berbagi cerita. Anda juga dapat menemukan kelompok-kelompok ini di media online dan sosial dimana orang berbagi strategi untuk mengatasi kondisi misofonia ini.

Nah, demikianlah informasi singkat tentang Misophonia, semoga informasi tersebut dapat menjadi tambahan pengetahuan Anda. Terima kasih.

You Might Also Like