Dari Hasil Penelitian, Ternyata Ganja Banyak Manfaatnya

Penggunaan Ganja memang cukup kontroversial di dunia. Keberadaannya pun dianggap ilegal dan termasuk ke dalam obat-obatan terlarang, tapi di sisi lain sebenarnya tanaman yang juga tumbuh subur di Indonesia ini merupakan obat yang manfaat positifnya ternyata cukup banyak. Namun, meski penggunaannya tidak selalu berbahaya, ganja bisa mempengaruhi tubuh dan pikiran Anda kapan saja ketika ia memasuki tubuh.

Ganja berasal dari tanaman bernama Cannabis Sativa. Ia memiliki bahan aktif yang disebut THC, yang membuat Anda merasa mabuk atau high. THC dan bahan lain dalam ganja juga bisa memengaruhi kinerja tubuh Anda. Kebanyakan orang merokok daun ganja kering, bunganya, stemnya dan juga bijinya. Namun, ganja juga bisa dicampur ke dalam makanan (seperti brownies, cookies, bahkan masakan tradisional seperti gulai).

Banyak penelitian yang menemukan bahwa Cannabinoid yang terdapat di dalam ganja dapat memperlambat pertumbuhan kanker, menghambat pembentukan pembuluh darah baru yang memberi makan tumor dan membantu mengatasi nyeri, lelah, mual dan berbagai efek samping lainnya. Sebuah penelitian lainnya menemukan bahwa banyak sel kanker yang mati saat terkena paparan Tetrahidrocannabinol (THC), yang merupakan zat Psikoaktif di dalam ganja.

Para ahli lainnya pun mengatakan bahwa cannabinoid yang terdapat di dalam ganja selain berfungsi untuk mengatasi gejala kanker seperti mual, nyeri, hilangnya nafsu makan dan lelah juga memiliki sifat anti tumor. Selain dapat membunuh sel kanker secara langsung, THC juga dapat mengurangi kemampuan penyebaran sel kanker. Keunggulan lainnya dari THC adalah bahwa THC mampu membunuh sel kanker tanpa membunuh sel normal.

Berbagai jenis kanker telah terbukti mengalami perbaikan setelah terpapar oleh THC, mulai dari kanker otak (glioma), kanker paru, kanker darah (leukemia) dan kanker payudara. Telah terbukti dapat membunuh sel kanker dan menghambat pembentukan pembuluh darah baru, Pada kanker paru, THC telah terbukti dapat menghambat penyebaran kanker. Pada leukemia, THC menyebabkan terjadinya kematian sel kanker (Apoptosis). Pada kanker payudara, THC telah terbukti dapat menghambat Proliferasi, Metastasis dan pertumbuhan sel kanker.

Kesehatan Dari Ganja

Ganja ternyata memiliki sejumlah manfaat lainnya bagi kesehatan, yang mungkin jarang diketahui banyak orang, termasuk Anda, mungkin. Kita tahu bahwa menggunakan ganja (bahkan sampai berlebihan dan mungkin menggunakannya bukan untuk medis) akan menyebabkan masalah kesehatan bagi kita sendiri, mulai dari kurangnya kualitas sperma, kecemasan berlebih, tekanan darah rendah dan lainnya. Namun, ternyata sisi positif atau manfaatnya bagi kesehatannya bisa lebih banyak, seperti:

A. Mencegah Glaukoma

Ganja bisa digunakan untuk mengatasi dan mencegah mata terkena penyakit glaukoma, yang meningkatkan tekanan dalam bola mata, merusak saraf optik dan menyebabkan kehilangan penglihatan. Ganja mengurangi tekanan tersebut. Berdasarkan penelitian yang dilakukan National Eye Institute di awal 1970-an, orang yang membakar ganja dapat menurunkan Intraocular Pressure (IOP) pada orang dengan tekanan normal dan orang-orang dengan glaukoma. Efek ganja bisa memperlambat proses terjadinya penyakit ini, sekaligus mencegah kebutaan.

B. Meningkatkan Kapasitas Paru

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of the American Medical Associationpada Januari 2012, ganja tidak merusak fungsi paru-paru dan bahkan bisa meningkatkan kapasitas paru-paru. Dalam penelitian tersebut, para peneliti mengambil sampel dari 5.115 orang dewasa muda sepanjang kurang lebih 20 tahun. Perokok tembakau kehilangan fungsi paru-parunya sepanjang waktu tersebut, tapi pengguna ganja malah memperlihatkan peningkatan kapasitas paru-parunya.

C. Mencegah Kejang Karena Epilepsi

Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2003 memperlihatkan bahwa ganja bisa mencegah kejang karena epilepsi. Robert J. DeLorenzo, dari Virginia Commonwealth University, memberikan ekstrak ganja dan ganja sintetis pada tikus epilepsi. Obat ganja ini diberikan kepada tikus yang kejang selama 10 jam. Cannabinoid seperti bahan aktif dalam ganja, THC, mengontrol kejang dengan menahan sel otak responsif untuk mengendalikan rangsangan dan mengatur relaksasi.

D. Mencegah Kanker Prostat

Ganja juga diperkirakan bisa menjadi obat bagi kanker prostat. Sebuah penelitian menunjukkan kemampuan Annadamine (ANA) pada ganja yang bisa mencegah pertumbuhan kanker prostat. Selain itu, ANA juga merupakan reseptor cannabinoid. Hasil penelitian ini membuat peneliti semakin yakin bahwa ganja memiliki zat yang bisa digunakan dalam perawatan kanker. Meski begitu masih dilakukan lebih banyak penelitian terhadap ganja yang bisa digunakan untuk mencegah penyebaran dan mematikan sel kanker prostat.

E. Mengurangi Kanker Pangkreas

Kanker pankreas disebut sebagai jenis kanker yang paling mematikan pada pria. Kanker jenis ini bisa menyebar dengan sangat cepat dan seringkali tak diketahui keberadaannya. Selain itu, sangat sedikit perawatan efektif yang bisa digunakan pada kanker prostat. Sebuah penelitian internasional menemukan efek cannabinoid yang terdapat dalam ganja terhadap kanker pankreas. Mereka menemukan bahwa cannabinoid bisa mengurangi besar tumor pankreas. Penelitian ini memang tak menunjukkan secara langsung bahwa ganja bisa digunakan untuk menyembuhkan kanker pankreas, namun peneliti berkeyakinan bahwa dalam ganja terdapat zat yang bisa digunakan untuk perawatan kanker pankreas yang lebih efektif.

Kandungan Yang Digunakan Untuk Keperluan Medis

Di Amerika Serikat sendiri, ada tiga jenis ganja yang sudah diizinkan untuk diproduksi demi keperluan obat atau medis, yaitu:

  • Marinol Dan Cesamet: Dua obat ini digunakan untuk mengatasi mual dan kehilangan nafsu makan terkait kemoterapi dan pada pasien pengidap AIDS. Ini bentuk lain dari THC, yang merupakan bahan utama ganja yang memberikan rasa high. Kedua obat ini disetujui FDA pada tahun 1980-an.
  • Epidiolex: Obat ini digunakan pada anak-anak penderita epilepsi dan FDA melegalkannya pada tahun 2013. Namun, penggunaannya secara umum sangat dilarang.
  • Sativex: Saat ini sedang diuji secara klinis di Amerika Serikat dan merupakan obat untuk mengatasi kanker payudara. Ia merupakan kombinasi dari bahan kimia yang terkandung di dalam tanaman ganja dan disemprotkan ke mulut. Sativex disetujui di lebih dari 20 negara untuk mengatasi kejang otot dari MS dan sakit kanker.

Meskipun manfaatnya dalam dunia medisnya sangat positif, tapi kalau tidak digunakan dengan tidak baik dan bijak dan juga terlalu banyak, Anda mungkin justru akan mengalami kerugian bagi diri Anda sendiri.

You Might Also Like