Darah, Inilah Pengertian dan Fungsinya

Jika mendengar kata darah, apa yang ada di dalam pikiran kalian? Tentunya kalian akan langsung membayangkan warna merah. Namun tahukah kalian apakah sebenarnya pengertian dari darah. Darah adalah cairan berwarna merah yang beredar di pembuluh darah kita. Fungsi darah yang utama adalah sebagai sistem transportasi tubuh yang mengedarkan oksigen dan zat makanan tetapi juga memiliki peran utama dalam sistem pertahanan tubuh terhadap infeksi.

Pengertian Darah

Darah adalah cairan pada semua makhluk hidup (kecuali tumbuhan) yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut berbagai bahan-bahan kimia dari hasil metabolisme dan sebagai pertahanan tubuh dari virus atau bakteri. Dalam ilmu medis, darah dimulai dari kata Hemo atau Hemato yang berasal dari bahasa Yunani yaitu Haima yang berarti Darah.

Darah memiliki bagian cair dan padat. Bagian cair yang mengisi lebih dari separuh bagian darah disebut plasma, terbuat dari campuran air, protein dan garam. Sedangkan bagian padat terbuat dari sel darah putih dan merah, serta trombosit. Sel-sel ini terus diproduksi oleh sumsum tulang untuk mengganti sel-sel tua yang mati. Sel darah merah hidup selama 120 hari, sel darah putih hanya hidup untuk satu hari, sedangkan trombosit bertahan hingga enam hari.

Namun darah juga merupakan salah satu vektor dalam penularan penyakit. Salah satu contoh penyakit yang dapat ditularkan melalui darah adalah AIDS. Darah yang mengandung virus HIV dari makhluk hidup yang HIV positif dapat menular pada makhluk hidup lain melalui sentuhan antara darah dengan darah, sperma atau cairan tubuh makhluk hidup tersebut. Oleh karena penularan penyakit dapat terjadi melalui darah, objek yang mengandung darah dianggap sebagai Biohazard atau ancaman Biologis.

Saat kita melihat darah dengan mata kasar maka kita akan melihat darah sebagai cairan seperti air yang berwarna merah. sebenarnya didalam darah terdapat beberapa komponen dan darah terdiri daripada beberapa jenis Korpuskula yang membentuk 45% bagian dari darah, angka ini dinyatakan dalam nilai Hermatokrit atau volume sel darah merah yang dipadatkan yang berkisar antara 40 sampai 47. Bagian 55% yang lain berupa cairan kekuningan yang membentuk medium cairan darah yang disebut Plasma Darah.

Berapa Banyak Darah Manusia?

setiap orang volume darahnya berbeda dan bervariasai volumenya. Hal ini tergantung pada jenis kelamin, usia, berat badan dan karakteristik individu. Jika kita tidak memiliki darah, berat tubuh kita akan berkurang sekitar 10 persen (tapi, tentu saja kita tak akan hidup). Misalnya, jika seseorang memiliki bobot 54 kilogram, darah dalam tubuhnya berkisar 4,4 – 5,4 kg. Jadi berat badan adalah salah satu faktor yang menentukan kuantitas darah dalam tubuh manusia. Biasanya, pada perempuan ditemukan memiliki jumlah darah yang lebih sedikit rendah dibandingkan dengan laki-laki. Orang dewasa memiliki lebih banyak darah dalam tubuh mereka,

Bagaimana dengan anak-anak? Saat mereka berusia 5 atau 6 tahun, jumlah darahnya sama dengan orang dewasa. Tapi karena mereka lebih kecil, termasuk tulangnya, maka prosentase darah dibanding berat tubuhnya lebih besar dibanding orang dewasa. Sebagai perbandingan, bayi yang baru lahir memiliki volume darah lebih sedikit. Bayi yang lahir dengan berat sekitar 2,3 – 3,6 kilogram hanya memiliki darah sekitar 0,2 liter (satu cangkir) darah dalam tubuhnya.

Bila dibandingkan dengan mereka yang tinggal di daerah dataran rendah, orang yang tinggal di dataran yang lebih tinggi memiliki lebih banyak darah dalam tubuh mereka. Mereka ditemukan memiliki sekitar 1,8 liter darah lebih banyak, daripada mereka yang tinggal di dekat permukaan laut. Daerah dataran yang lebih tinggi memiliki lebih banyak oksigen. Jadi orang-orang yang tinggal di tempat-tempat tersebut memiliki lebih banyak darah untuk menyehatkan sel-sel tubuh dengan oksigen yang cukup.

Fungsi Darah

Darah melakukan banyak fungsi penting dalam tubuh, seperti mengangkut nutrisi dan oksigen ke sel-sel tubuh. Darah juga menghilangkan bahan limbah dari sel. Darah bertanggung jawab dengan membawa hormon dan bahan kimia untuk berbagai bagian tubuh. Darah juga memainkan peran penting dalam menjaga suhu tubuh tetap stabil dengan mengangkut panas tubuh berlebih pada kulit, kemudian menghilangkannya.

Darah merupakan komponen penting dari sistem kekebalan tubuh karena mengandung sel-sel darah putih yang menyerang benda asing dan patogen yang masuk ke tubuh. Trombosit dalam darah dapat menggumpal dan menghentikan pendarahan dari luka dan cedera lainnya. koagulasi darah dianggap sebagai mekanisme perbaikan diri tubuh, yang mencegah kehilangan darah lebih lanjut, yang dapat berakibat fatal. Ginjal memainkan peran kunci dalam menjaga volume darah.

1. Eritrosit (Sel Darah Merah)

Eritrosit berasal dari kata Erythros yang berarti merah dan Kytos yang berarti ruang sel. Eritrosit merupakan bagian utama dari darah, selnya kompleks, membrannya terdiri dari lipid dan protein. Pada dasarnya merupakan suatu kantung yang mengangkut O2 dan CO2 (dalam tingkat rendah ) di dalam darah. Jumlahnya pada pria dewasa sekitar 5 juta/cc dan pada wanita dewasa sekitar 4,5 juta/cc. Sel darah merah tidak memiliki nucleus, organel atau ribosom, tetapi dipenuhi hemoglobin. Bentuknya bikonkaf, berdiameter sekitar 7,5 µm dan tebal 2 µm. Namun dapat berubah bentuk sesuai diameter kapiler yang dilaluinya serta berwarna merah disebabkan oleh hemoglobin(Hb). Hemoglobin merupakan protein yang berperan paling besar dalam transport oksigen ke jaringan dan karbondioksida ke paru-paru. Karena tidak mampu mengganti komponen-komponennya, sel darah merah memiliki usia yang terbatas yaitu sekitar 120 hari. Setelah itu akan dihancurkan di hati. Fungsi utamanya adalah sebagai pengangkut hemoglobin yang akan membawa oksigen dari paru-paru ke jaringan.

2. Leukosit (Sel Darah Putih)

Bentuk dan sifat Leukosit berlainan dengan sifat Eritrosit apabila kita lihat di bawah mikroskop maka akan terlihat bentuknya yang dapat berubah-ubah dan dapat bergerak dengan perantaraan kaki palsu (pseudopodia), mempunyai bermacam- macam inti sel sehingga ia dapat dibedakan menurut inti selnya, warnanya bening (tidak berwarna), banyaknya dalam 1 mm3 darah kira-kira 6000-9000.

Fungsinya sebagai pertahanan tubuh yaitu membunuh dan memakan bibit penyakit / bakteri yang masuk ke dalam jaringan RES (sistem retikuloendotel), tempat pembiakannya di dalam limpa dan kelenjar limfe; sebagai pengangkut yaitu mengangkut / membawa zat lemak dari dinding usus melalui limpa terus ke pembuluh darah.

Sel leukosit disamping berada di dalam pembuluh darah juga terdapat di seluruh jaringan tubuh manusia. Pada kebanyakan penyakit disebabkan oleh masuknya kuman / infeksi maka jumlah leukosit yang ada di dalam darah akan lebih banyak dari biasanya. Hal ini disebabkan sel leukosit yang biasanya tinggal di dalam kelenjar limfa, sekarang beredar dalam darah untuk mempertahankan tubuh dari serangan penyakit tersebut. Jika jumlah leukosit dalam darah melebihi 10000/mm3 disebut leukositosis dan kurang dari 6000 disebut leukopenia.

Macam Leukosit Meliputi:

1. Agranulosit, Sel leukosit yang tidak mempunyai granula didalamnya, yang terdiri dari:

A. Limposit

macam leukosit yang dihasilkan dari jaringan RES dan kelenjar limfe, bentuknya ada yang besar dan kecil, di dalam sitoplasmanya tidak terdapat glandula dan intinya besar, banyaknya kira- kira 20%-15% dan fungsinya membunuh dan memakan bakteri yang masuk ke dalam jarigan tubuh.

B. Monosit

Terbanyak dibuat di sumsum merah, lebih besar dari limfosit, fungsinya sebagai fagosit dan banyaknya 34%. Di bawah mikroskop terlihat bahwa protoplasmanya lebar, warna biru abu-abu mempunyai bintik-bintik sedikit kemerahan. Inti selnya bulat dan panjang, warnanya lembayung muda.

2. Granulosit, Disebut juga leukosit granular terdiri dari:

A Neutrofil

Atau disebut juga polimorfonuklear leukosit, mempunyai inti sel yang kadang-kadang seperti terpisah-pisah, protoplasmanya banyak bintik-bintik halus / glandula, banyaknya 60%-50%.

B. Eusinofil

Ukuran dan bentuknya hampir sama dengan neutrofil tetapi granula dan sitoplasmanya lebih besar, banyaknya kira-kira 24%.

C. Basofil

Sel ini kecil dari eusinofil tetapi mempunyai inti yang bentuknya teratur, di dalam protoplasmanya terdapat granula-granula besar. Banyaknya setengah bagian dari sumsum merah, fungsinya tidak diketahui.

3. Trombosit

merupakan benda-benda kecil yang mati yang bentuk dan ukurannya bermacam-macam, ada yang bulat dan lonjong, warnanya putih, normal pada orang dewasa 200.000-300.000/mm3. Di dalam darah terdapat protein (trombin) yang larut dalam plasma darah yang mengubah fibrinogen menjadi fibrin atau benang-benang. Fibrin ini akan membentuk anyaman dan terisi keping darah, sehingga mengakibatkan penyumbatan dan akhirnya darah bisa membeku.

Kulit terluka menyebabkan darah keluar dari pembuluh. Trombosit ikut keluar juga bersama darah kemudian menyentuh permukaan-permukaan kasar dan menyebabkan trombosit pecah. Trombosit akan mengeluarkan zat (enzim) yang disebut trombokinase. Trombin yang terbentuk akan mengubah fibrinogen menjadi benang-benang fibrin. Terbentuknya benang-benang fibrin menyebabkan luka akan tertutup sehingga darah tidak mengalir keluar lagi. Fibrinogen adalah sejenis protein yang larut dalam darah.

Keping darah komponen darah yang berperan menghentikan pendarahan dengan membekukan sel darah merah. Keping darah tidak memiliki inti sel. Setiap satu mikroliter darah terdapat 200.000 sampai 500.000 keping darah. Fungsi keping darah adalah mencegah pendarahan terus berlanjut saat terjadi luka dengan mempercepat proses pembekuan darah. Berikut adalah ciri-ciri keping darah:

Darimana Sel Darah Diproduksi?

Sumsum tulang penghasil darah. Warna darah manusia apabila mengandung oksigen adalah, merah cerah. Jantung memompa darah ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah. Darah bisa mengandung oksigen karena dipasok dari paru-paru. Dan karbondioksida akan dikembalikan oleh darah ke paru-paru melalui vena yang kemudian kita hembuskan melalui hidung. Karbondioksida adalah limbah yang dihasilkan oleh sel saat melakukan metabolisme.

Semua sel darah, baik itu sel darah putih, sel darah merah dan trombosit diproduksi atau dibuat di sumsum tulang. Sumsum tulang terdiri atas lemak, darah dan sel-sel khusus (sel induk) yang akan berubah menjadi berbagai jenis sel darah.
Beberapa tulang yang mengandung sumsum dan membentuk sel-sel darah diantaranya adalah,

  • Tulang Dada
  • Tulang Rusuk
  • Tulang Pinggul,
  • Tulang Tengkorak

Ada dua jenis sumsum yang dikenal selama ini yaitu:

  • Sumsum Merah
  • Sumsum Kuning.

Sebagian besar sel darah merah dan sel darah putih serta trombosit dibuat di sumsum merah. Sel darah pada bayi atau anak-anak yang masih berusia muda dibuat di sumsum tulang yang berasal dari sebagian tulang di dalam tubuh mereka. Seiring dengan bertambahnya usia, beberapa sumsum tulang tersebut akan berubah menjadi sumsum kuning. Sedangkan sisanya, akan menjadi tulang belakang (vertebrae), tulang rusuk, tengkorak, panggul dan tulang dada. Semua akan diisi dengan sumsum merah.Jika seseorang mengalami kehilangan banyak darah, tubuh akan merubah sumsum kuning menjadi sumsum merah untuk meningkatkan produksi sel darah.

Golongan Darah

Saat kita berbicara tentang darah, kita juga biasanya mengenal adanya istilah “golongan darah.” Di dalam dunia medis dikenal ada 4 kelompok atau golongan darah yaitu:

  • Golongan darah A
  • Golongan darah B
  • Golongan darah AB
  • Golongan darah O.

Demikianlah pembahasan singkat mengenai Pengertian, Komponen, dan Fungsi DarahSemoga bisa membantu kalian untuk lebih memahami apa saja komponen yang menysun darah serta fungsi utama dari darah yang ada di dalam tubuh kita.

You Might Also Like