Bentol Saat Digigit Nyamuk? Ini Penjelasannya

Pada saat bangun di pagi hari mungkin sebagian orang akan menemukan beberapa bentol berwana merah pada kulitnya yang seringkali disebabkan oleh gigitan nyamuk selama tertidur. Gigitan nyamuk yang meninggalkan bekas bentol tersebut seringkali sangat mengganggu penampilan diri kita. Tak jarang kita temukan pada pipi, jidat atau bagian tubuh lain yang sering terlihat karena nyamuk bebas mengigit bagian tubuh kita dimana saja.

Penyebab Gatal dan Bentol

Sebenarnya nyamuk menghisap darah bukan untuk memuaskan nafsu makanannya, mereka lebih selera menghisap madu, nektar dari bunga-bunga dan juice. Hanya nyamuk betina saja yang menghisap darah, itupun diperlukan karena untuk bertelur mereka membutuhkan banyak protein amino yang terdapat dalam darah.

Ketika seekor nyamuk betina menancapkan bagian mulutnya yang seperti jarum itu menembus kulit manusia, hewan tersebut menyuntingkan air liurnya yang mengandung enzim-enzim dan mantikoagulan. Ketika seseorang baru pertama kali digigit tidak terjadi reaksi tapi setelah gigitan-gigitannya berkelanjutan, tubuh orang tersebut akan bereaksi dengan protein asing tersebut dan akan menimbulkan bentol-bentol merah yang terasa gatal sekitar 24 jam kemudian.

Proses nyamuk menggigit dan mengisap darah itu dianggap selesai jika nyamuk telah merasa kenyang. Ia akan mencabut mulutnya yang mirip sedotan itu dari kulit, lalu terbang. Tetapi air liur yang dikeluarkannya tertinggal di kulit. Hal itu menyebabkan tubuh memberi reaksi terhadap adanya benda asing yang mengganggu. Maka terjadilah proses alergi yang bentuknya bisa berupa rasa gatal atau bentol, bahkan keduanya secara bersamaan.

Rasa gatal atau bentol yang ditimbulkan oleh gigitan nyamuk sebenarnya hanyalah masalah kecil saja jika dibanding dengan kemungkinan lainnya. Meski tujuan nyamuk mengisap darah hanya untuk keperluan reproduksinya tetapi nyamuk juga membawa ratusan virus dan parasit dalam tubuh dan moncongnya. Virus dan parasit yang dibawanya itu akan masuk ke dalam tubuh kita sewaktu nyamuk mengisap darah. Malaria dan demam berdarah merupakan dua contoh penyakit yang ditularkan oleh nyamuk.

Cara Nyamuk Menghisap Darah Manusia

Sebenarnya sebutan yang tepat bukan digigit, akan tetapi dibedah karena ketika nyamuk hinggap pada tubuh mangsanya, ia akan segera menempelkan proboscis-nya pada kulit. Proboscis adalah alat yang berfungsi untuk menghisap darah mangsanya. Proboscis ini mirip jarum, sangat halus dan berukuran lebih panjang dari ukuran kepalanya. Pada proboscis ini terdapat alat tajam seperti pisau yang dapat merobek kulit maju-mundur hingga menemukan pembuluh darah.

Kemudian nyamuk mulai menghisap darah dengan menggunakan proboscis. Proses ini berlangsung sangat cepat, sehingga sekilas Anda hanya melihat bahwa nyamuk tersebut menusuk kulit Anda. Padahal tidak. Nyamuk tersebut telah melakukan pembedahan kecil pada kulit Anda, layaknya para dokter ahli bedah yang profesional. Oh ya dalam prosesnya, nyamuk juga mengeluarkan air liur yang dapat mencegah darah yang dia hisap mejadi membekukarena kita tahu darah kita akan segera membeku jika terkena udara kan,

Air liur yang masuk pada jaringan darah, dan menempel pada kulit Anda, merupakan zat asing bagi tubuh. Sehingga sistem kekebalan tubuh secara spontan segera bereaksi dengan mengeluarkan antibodi untuk melawan zat-zat asing pada air liur nyamuk tersebut. Reaksi ini memicu pelepasan suatu senyawa yang disebut histamin.

Histamin adalah senyawa yang dapat memicu peradangan atau inflamasi pada jaringan tubuh. Histamin tersebut berperan penting dalam membantu zat antibodi dan senyawa protein lain dalam melawan zat atau benda ‘asing’ yang masuk dalam jaringan tubuh. Reaksi histamin selain menimbulkan peradangan juga dapat menyebabkan pembengkakan pada pembuluh darah yang ditusuk oleh proboscis nyamuk. Hal ini terlihat jelas pada munculnya gejala benjolan merah muda atau bentol dan terasa gatal pada permukaan kulit yang digigit/ditusuk nyamuk.

Beberapa reaksi berbeda-beda yang dialami sejumlah orang:

  • Nggak Ada Reaksi

Menurut Andrew Murphy, MD, dari American Academy of Allergy, Asthma & Immunology, orang yang tak bereaksi dengan gigitan menunjukkan dia tidak alergi dengan air liur nyamuk. Artinya orang itu kebal dengan gigitan nyamuk. “Ketika seseorang berulang kali terpapar alergen nyamuk, sistem kekebalan tubuh mereka dapat menghentikan alergen dan tidak ada reaksi,” kata Murphy.

  • Benjolan Merah Kecil

Biasanya benjolan yang muncul bulat, sering terlihat ada titik kecil di tengah benjolan dan benjolan menjadi merah setelah sehari atau dua hari. Reaksi ini memang umum muncul kalau digigit nyamuk. Tipe reaksi ini menunjukkan orang tersebut alergi ringan terhadap protei dari air liur nyamuk.

  • Berbekas

Bekas gigitan ini hanya sedikit bengkak. Pinggirannya datar, lembut dan hanya atasnya yang benjol. Dan biasanya yang benjol itu lebih merah dibanding sekitarnya. Orang dengan reaksi ini lebih sensitif terhadap protein nyamuk. Sensitivitas ini menyebabkan mereka bereaksi dengan menunjukkan bekas yang lebih besar dibandingkan benjolan kecil yang umum terjadi.Namun, beberapa studi telah menemukan reaksi menunjukkan lamanya nyamuk makan,” kata Jorge Parada, MD, Direktur Medis Infection Control Program di Loyola University Chicago dan Penasihat Medis National Pest Management Association. ”Semakin lama nyamuk makan, protein yang dilepaskan nyamuk lebih banyak, sehingga reaksi yang terlihat kemungkinan meningkat.

  • Demam

Yang ini agak ngeri. Biasanya gigitan nyamuk meninggalkan bekas kulit jadi bengkak, panas, kemerahan, gatal-gatal atau sakit dan disertai demam.
Orang dengan reaksi ini menunjukkan memiliki “sindrom skeeter”, reaksi alergi yang lebih ekstrem terhadap gigitan nyamuk. Bahkan reaksinya bisa menyebabkan pembengkakan yang berlebihan pada daerah bekas gigitan dan merasa panas serta sulit untuk disentuh.

Mengapa Menggaruk Gatal Rasanya Menyenangkan?

Menggaruk adalah bentuk yang relatif kecil dari rasa sakit. Saat kita menggaruk, gerakan ini akan memblokir sensasi gatal akibat rasa sakit yang menyertai, secara sementara mengalihkan perhatian otak dari rasa gatal sama halnya dengan pemberian kompres dingin atau panas,atau bahkan sedikit sengatan listrik. Sinyal rasa sakit ini dikirim ke otak oleh kumpulan saraf sama seperti sensasi gatal yang juga dikirimkan oleh kumpulan saraf yang berbeda.

Ketika kita dihadapkan oleh satu potensi bahaya, tubuh akan merespon dengan refleks penarikan. Coba saja untuk dekatkan tangan di atas api, pasti tidak akan lama Anda akan memiliki keinginan besar untuk segera menarik tangan Anda dari panas tersebut. Namun menggaruk justru membawa refleks mendekat pada kulit yang bermasalah. Masuk akal memang karena pemeriksaan lebih dekat dan garukkan singkat lebih efektif untuk menumpas serangga yang merangkak di tubuh Anda daripada menjauhinya.

You Might Also Like