Benarkah Mata Bintitan Akibat Sering Ngintip? Ini Penjelasannya

Pernah merasakan bintitan atau timbilen? pasti orang-orang di sekitar langsung berucap, “Ih matanya bintitan, habis ngintipin orang mandi di mana tuh?” Entah mengapa mata bintitan selalu dikaitkan dengan kegiatan mengintip, mitos tersebut kerap kali menjadi bahan renungan bagi penderita bintitan hingga terkadang membuat malu karna dituding sebagai tukang ngintip. Benarkah seperti itu? Jangan asal percaya, simak dulu penjelasan ilmiahnya penyebab mata bintitan berikut ini.

Apa Itu Bintitan?

Mata bintitan, alias timbilen atau yang di dalam dunia medis disebut pula dengan istilahHordeolum, merupakan sebuah peradangan pada kelenjar di tepi kelopak mata, baik bagian atas maupun bagian bawah. Kelenjar di area kelopak mata ini menghasilkan minyak yang jika menyumbat maka akan memblokir kelancaran jalannya kelenjar. Nah, jika ada bakteri yang terjebak di dalam kelenjar saat tersumbat, maka terjadilah infeksi, yang kemudian menghasilkan nanah. Tak hanya bernanah, infeksi bakteri juga akan menyebabkan mata menjadi kemerahan dan meradang.

Dalam dunia medis, terdapat tiga  jenis Hordeolum, di mana yang pertama Hordeolum Externum, dimana benjolannya terlihat di luar kelopak mata atau di luar garis bulu mata. Kedua, Hordeolum Internal yang berupa benjolan di dalam kelopak mata atau di dalam garis bulu mata. Ciri dari terjadinya infeksi ini adalah benjolan merah pada kelopak mata (mirip) jerawat yang biasanya menimbulkan rasa sakit, semakin lama semakin besar dan akhirnya akan pecah sendiri dan mengering. Hordeolum Kalazion merupakan jenis bintitan yang sudah mengeras dan sudah tidak tumbuh atau aktif lagi.

Jenis Mata Bintitan

A. Hordeolum Externum

Hordeolum Eksternum merupakan jenis mata bintitan, dimana benjolan tersebut tumbuh pada bagian luar kelopak mata. Biasanya, bintitian eksternum ini terjadi karena masuknya kuman ke dalam kelenjar zeiss pada mata, yang masuk melalui pori – pori mata.

Ciri utama dari Hordeolum Externum:

  • Benjolan lebih kecil
  • Benjolan terletak di luar kelopak mata
  • Benjolan terletak di sekitar bulu mata

B. Hordeolum Internal

Hordeolum Internal merupakan benjolan terjadi pada bagian dalam kelopak mata, yang terjadi atau menyerang kelenjar lemak pada bagian mata. Biasanya, Hordeolum Internum memiliki ciri utama sebagai berikut :

Ciri Ciri Mata Bintitan Internal:

  • Memiliki ukuran yang lebih besar
  • Lebih tebal
  • Teletak lebih ke dalam mata
  • Memiliki rasa seperti ada yang mengganjal pada bagian mata.

C. Hordeolum Kalazion

Hordeolum Kalazion merupakan jenis bintitan yang sudah mengeras dan sudah tidak tumbuh atau aktif lagi. Belum ada penjelasan secara medis yang dengan jelas membahas tentang penyebab dari Hordeolum Kalazion ini, namun pengerasan benjolan tersebut dapat terjadi karena adanya penyumbatan, sehingga menimbulkan benjolan yang mengeras.

Ciri ciri Hordeolum Kalazion:

  • Biasanya warna yang ditimbulkan tidak terlalu merah.
  • Permukaan keras ketika di sentuh
  • lokasi di kelopak mata bagian atas

Penyebab Bintitan

Tentu saja penyebab bintitan bukan soal mengintip orang mandi, sekitar 90-95 % Hordeolum dipicu karena bakteri Staphylococcus atau Stafilokokus. Bakteri tersebut memang hidup pada kulit manusia dan tidak menyebabkan penyakit. Tetapi bakteri ini juga bisa berpindah tempat dan menyebabkan infeksi jika terjebak di kelopak mata, contohnya ketika mengucek mata dengan tangan yang kurang bersih.

Selain itu, bintitan bisa juga disebabkan metabolisme lemak. Tak heran jika seseorang bisa terkena beberapa kali bintitan, perlu diketahui apakah ia terlalu sering mengkonsumsi seperti susu atau makan telur. Sebab jika berlebihan, makanan jenis itu menyebabkan metabolisme lemaknya menjadi tidak benar.

Sebagian besar Hordeolum yang terjadi biasanya hanya timbul pada salah satu mata saja. Umumnya bintitan berisi nanah tidak mengganggu kerja penglihatan, biasanya juga sembuh sendiri tanpa penanganan medis. Namun jika tidak ada tanda-tanda membaik selama dua hari dan benjolan pun semakin terlihat membesar, sangat disarankan untuk berkonsultasi langsung ke dokter.

Tanda Dan Gejala

Infeksi pada kelenjar kelopak mata ini akan menyebabkan timbulnya benjolan kecil baik pada kelopak mata atas maupun bawah. Benjolan ini biasanya akan terasa nyeri, berwarna merah dan terasa hangat. Terkadang benjolan yang cukup besar dapat mengganggu ketajaman penglihatan mata anda sehingga penglihatan anda menjadi buram. Selain muncul benjolan, mata anda akan terasa kering seperti berpasir yang menyebabkan gatal.

Bintitan Itu Menular Mitos Atau Fakta?

Sering mendengar orang berucap, “Jangan lihat mata orang yang bintitan nanti ketularan lho”, kalimat semacam ini adalah mitos. Pasalnya menularkan bakteri di saat sedang sakit mata atau bintitan ke orang lain tidak semudah itu. Kalaupun dikatakan menular juga bukan karena saling menatap mata, melainkan melalui tangan yang bersentuhan dengan orang yang sedang bintitan. Lho, gimana? Jadi, penderita Hordeolum kerap memegang matanya yang sakit baik secara sengaja maupun tidak.

Nah, setelah memegang mata yang sakit ini, tanpa mencuci tangan terlebih dahulu kemudian bersalaman dengan orang lain dan orang tersebut secara tidak sengaja memegang matanya maka jadilah kuman sekarang pindah ke orang lain. Seperti itulah cara perpindahan kuman, jadi kalau hanya saling menatap tidak masalah ya.

Cara Mengobati Mata Bintitan

Bintitan merupakan penyakit yang bisa sembuh sendiri dalam waktu 1-2 minggu, namun proses penyembuhan bisa dipercepat dengan beberapa cara sederhana yang bisa anda lakukan di rumah. Anda dapat melakukan kompres hangat dan pijat secara perlahan pada mata anda yang mengalami Hordeolum sebanyak 4 kali sehari, masing-masing selama 10 menit.

Bila dengan cara ini masih belum ada perbaikan, maka anda dapat pergi berobat ke dokter untuk mendapatkan obat antibiotik yang dapat membantu mempercepat penyembuhan infeksi. Jika benjolan cukup besar dan nanahnya cukup banyak, dokter dapat menyarankan anda untuk menjalankan terapi tindakan berupa Insisi Drainase. Benjolan akan dibuka dan isi nanah dikeluarkan lewat sebuah operasi kecil tanpa jahitan.

Satu hal yang perlu anda ingat, jangan mencoba untuk memencet atau memecahkan benjolan untuk mengeluarkan nanah. Tindakan sembrono ini justru bisa menyebabkan infeksi semakin meluas sehingga seluruh kelopak mata dapat menjadi terinfeksi.

Nah, itu dia penyebab mata bintitan yang perlu Anda ketahui. Jadi, sudah percaya kalau bintitan itu bukan karena mengintip. Semoga bermanfaat ya.

You Might Also Like