Amandel, Penyebab Dan Gejala Serta Pengobatannya

Kebiasaan makan dan minum yang dirasa enak dan nikmat memang tidak pernah lepas dari aktivitas manusia. Ada sensasi tersendiri disaat perut dalam keadaan kosong atau kondisi lapar tanpa basa-basi akan melahap langsung makanan di depannya. Begitu pun halnya dengan soal minuman, saat terasa haus dan leher terasa kering saat melihat air minum langsung diteguk. Namun, jarang manusia memperhatikan kandungan makanan maupun minuman yang ia konsumsi sehingga tidak sedikit menimbulkan beragam jenis penyakit.

Salah satu penyakit umum yang sering di alami adalah Amandel, penyakit ini perlu adanya perhatian khusus dari penderitanya, apabila tidak maka penyakit akan bertambah parah dan menimbulkan faktor resiko yang lebih berbahaya lagi seperti terjadinya komplikasi dengan penyakit lainnya. Berikut ini adalah hal – hal yang perlu anda ketahui tentang apa saja yang menjadi penyebab amandel di tenggorokan. Simak ulasan selengkapnya dalam artikel ini.

Penyebab Amandel

Amandel atau tonsil merupakan dua kelenjar kecil yang terdapat di dalam tenggorokan. Organ ini berisi jaringan khusus yang disusun oleh sel limfosit yang memiliki fungsi untuk mencegah infeksi tubuh yang berasal dari bakteri atau virus yang masuk ke tubuh. Amandel akan bekerja untuk melawan virus dan bakteri yang masuk kedalam tubuh melalui hidung atau mulut seseorang. Hasilnya adalah timbulnya infeksi dibagian amandel yang kemudian menimbulkan bagian tersebut mengalami pembengkakan atau kenaikan ukuran volume tonsil akibat adanya infeksi pada akhirnya kondisi ini akan dapat menimbulkan peradangan dan menimbulkan rasa sakit yang cukup menyiksa.

Radang amandel sangat menyakitkan dimana penderitanya bisa menjadi kesulitan untuk menelan, sakit untuk menelan, perih di bagian tenggorokan dan masih banyak lagi lainnya. Penyakit ini dibagi menjadi dua kelompok, yaitu amandel akut dan kronis. Penderita penyakit ini memang umumnya adalah anak-anak, tapi tidak menutup kemunngkinan amadel ini bisa dialami oleh siapa saja dan bisa dialami pada umur berapa saja. Sekalipun usia lanjut pun juga bisa mengalami penyakit ini. Agar tidak terkena radang amandel sebaiknya kita menghindari makanan yang menyebabkan radang amandel.

1. Makanan Pedas

Memang masyarakat Indonesia sangat menyukai makanan yang pedas. Sayangnya makanan yang pedas tersebut merupakan sumber dari berbagai macam masalah penyakit. Selain bisa menyebabkan sakit perut, maag, usus buntu dan juga asam lambung. Makanan pedas dipercaya bisa bisa menyebabkan seseorang terkena amandel. Orang yang mengalami refluks asam rentan untuk terkena penyakit amandel. Tidak hanya itu saja makanan pedas bisa memicu peradangan amandel. Jika sudah memicu peradangan, amandel tersebut bisa membengkak, meradang dan bahkan juga sakit. Alangkah baiknya kita bijak dalam mengkonsumsi makanan pedas. Boleh boleh saja mengkonsumsi makanan pedas, akan tetapi sebaiknya tidak berlebihan dan secukupnya saja.

2. Kurang Minum Air Putih

Penyebab lain terjadinya radang amandel adalah kurangnya meminum air putih. Air putih memang memiliki banyak manfaat bagi tubuh salah satunya mencegah dehidrasi sehingga tubuh bisa bekerja dengan baik. Dengan kurangya minum air putih, organ mulut akan terasa kering sehingga membuat produksi air liur berkurang yang bisa menyebabkab radang amandel ini. Usahakan setiap hari untuk meminum paling 2 liter air sehari sehingga tubuh akan terhindar dari penyakit.

3. Kekurangan Vitamin C

Kurangnya mengkonsumsi asupan makanan yang mengandung Vitamin C juga menjadi faktor yang menyebabkan radang amandel di tenggorokan. Konsumsilah vitamin C sebesar 500 mg setiap hari karena tubuh sangat membutuhkannya. Anda bisa menambahkan supplemen sehingga kandungan vitamin C yang anda serap sangat cukup.

4. Makanan Kaleng

Mengkonsumsi makanan yang diawetkan dengan cara dikalengkan tidak bagus untuk kesehatan. Alasannya adalah makanan yang dikalengkan termasuk dalam makanan cepat saji dan juga makanan yang instan. Makanan tersebut sangat tidak bagus untuk kesehatan. Terlalu sering mengkonsumsi makanan ini bisa menyebabkan penyakit jantung, penyakit stroke dan masih banyak lagi lainnya.

Kandungan pengawet yang ada di dalam makanan kaleng itu bisa menyebakan amandel menjadi meradang. Tidak hanya terbatas pada makanan yang dikalengkan saja, namun buah buahan yang dikalengkan pun tidak dianjurkan untuk dikonsumsi terlalu sering. Selain bisa menyebabkan diabetes, buah buahan yang dikalengkan akan menyebabkan amandel meradang.

5. Gorengan

Salah satu makanan yang menjadi pantangan bagi kesehatan adalah makanan yang digoreng. Makanan yang digoreng selain bisa menyebabkan obesitas juga bisa menyebabkan kolesterol tinggi. Kolesterol yang tinggi itu merupakan biang masalah bagi berbagai macam penyakit misalnya saja adalah penyakit jantung, stroke dan juga penyempitan pembuluh darah.

Gorengan tidak hanya sebatas makanan yang disebut dengan gorengan saja namun gorengan ini merupakan semua makanan yang diproses dengan cara digoreng seperti ayam goreng, tahu goreng, tempe goreng dan masih banyak lagi lainnya. Kandungan minyak pada gorengan tersebut dipercaya mampu memicu peradangan pada amandel.

Peradangan pada amandel bisa disebabkan oleh virus dan juga bakteri. Bahkan virus dan bakteri yang bisa menyebabkan amandel cukup banyak, sehingga wajar jika penyakit ini cukup sering menyerang seseorang. Virus dan bakteri penyebab amandel, sebagai berikut :

  • Virus herpes simplex
  • Bakteri streptococcus pyogenes
  • Bakteri hemolitikus
  • Adenovirus
  • Virus Epstein-Barr
  • Virus Influenza
  • Enterovirus
  • Virus parainfluenza

Umumnya mereka yang mengalami tonsilitis akan mengalami sakit kepala, nyeri dibagian tenggorokan ketika menelan, batuk dan juga demam. Gejala ini umumnya akan dapat pulih kembali dalam empat hari. Meskipun sebagian besar kasus tonsilitis tidak tergolong kedalam penyakit yang serius, akan tetapi sebaiknya temuilah dokter jika anda atau si buah hati mengalami gejala yang berlangsung lebih dari empat hari atau ketika si penderita tidak menunjukan tanda-tanda pemulihan atau bahkan kondisi ini malah semakin parah yang membuat mereka bahka merasakan kesulitan bernapas.

Gejala Radang Amandel

Gejala maupun tanda-tanda amandel dapat dirasakan dampaknya saat tenggorokan meradang. Amandel atau peradangan amandel tidak menyebabkan gejala khusus yang mudah diamati. Salah satu caranya adalah melalui pemeriksaan yang menunjukkan pembengkakan pada amandel menjadi salah satu gejala yang paling mudah ditemukan. Berikut ini adalah beberapa gejala awal yang paling sering mudah ditemukan.

  • Merah atau bengkak pada  amandel
  • Putih atau kuning patch pada amandel
  • Tender, kaku dan leher bengkak
  • Sakit tenggorokan
  • Sulit menelan makanan
  • Batuk
  • Kehilangan suara

Bahaya Amandel

Hampir 70% penyebab amandel dikarenakan oleh faktor makanan. Jika dibiarkan maka akan sangat mengganggu saluran tenggorokan yang merupakan jalannya sistem pernapasan dan juga sistem pencernaan tubuh. Jika sudah begini maka akan membuat bahaya amandel semakin kronis.

1. Mengurangi Konsentrasi.

Ketika tubuh tidak menerima pasokan oksigen yang cukup, akan berimbas pada masalah fungsi otak yang akhirnya mengalami penurunan. Sebab otak akan berfungsi dengan baik ketika mendapat asupan darah yang cukup, sehingga saat darah yang disalurkan jumlahnya sangat terbatas, akan membuat otak kita kehilangan daya konsentrasi serta daya ingat. Serta dapat menyebabkan keterlambatan informasi di otak, sehingga dalam melakukan kegiatan apapun hasil yang didapatkan menjadi kurang maksimal.

2. Menurunnya Pasokan Oksigen

Radang amandel yang semakin menerima serangan bakteri dan virus akan membuat tonsil semakin membesar, kondisi ini disebut Hypertrofi. Pembesaran tonsil ini akan membuat ruang pernapasan semakin sempit, dampaknya adalah suplai oksigen di dalam tubuh akan semakin sedikit. Kondisi ini akan memperburuk sistem pernapasan.

3. Kekurangan Gizi

Kebutuhan nutrisi yang kurang dalam tubuh, dampak terburuknya adalah tubuh kita akan kekurangan nutrisi. Kebutuhan tubuh akan kalori untuk menjaga stamina tubuh dan zat besi yang di butuhkan darah, akan sangat penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh kita. Jika asupan nutrisi kita kurang maka akan menyebabkan sistem kekebalan tubuh kita menurun. Kondisi ini akan sangat berbahaya karena peradangan amandel akan semakin membesar.

4. Daya Tahan Tubuh Menurun

Karena tidak adanya asupan makanan yang bernutrisi untuk tubuh, maka secara otomatis akan melemahkan sistem kekebalan tubuh. Sehingga membuat penderita lebih mudah untuk terserang penyakit. Tubuh membutuhkan zat kalori untuk dapat membangun stamina dan asupan zat besi sangatlah penting peranannya untuk darah dalam tubuh, yang juga berperan sebagai peningkat daya tahan tubuh. Jika tubuh tidak mendapatkan asupan makanan yang bergizi setiap harinya tentu kondisi ini akan memperburuk peradangan amandel karena virus dan juga bakteri yang masuk dalam tubuh tidak mendapatkan perlawanan dari sitem pertahanan tubuh.

5. Memicu Masalah Stres

Saat kondisi radang amandel terus mengalami perkembangan, secara otomatis akan membawa beban yang sangat berat pada pikiran kita. Sakit akibat amandel ini akan sangat mengganggu tubuh kita, terutama pikiran. Karena penyakit amandel bukanlah peyakit dapat diacuhkan atau diabaikan. Maka tak heran jika selalu terbawa dalam pikiran.

Pengobatan Amandel

Penderita amandel dapat mengobati penyakitnya sesuai dengan jenis amandel yang diderita. Pada kasus penyakit ini sebenarnya tidak ada obat khusus yang dibuat untuk menangani penyakit radang amandel agar kondisi yang dirasakan bisa membaik dan membuat tonsil atau amandel bisa kembali pada kondisi sediakala. Obat yang diberikan dan diresepkan oleh tim medis biasanya hanya difungsikan guna meringankan gejala yang dialami agar si pasien bisa merasa lebih baik dan dapat kembali menjalani rutinitasnya.

Adapun jenis obat-obatan yang diberikan kepada di pasien biasanya akan berupa parasetamol atau ibuprofen sebagai obat pereda rasa sakit yang dialami. Akan tetapi selain dengan menggunakan obat, pemulihan bisa ditunjang dengan mendapatkan istirahat yang cukup dan banyak mengkonsumsi cairan agar tubuh tidak mengalami dehidrasi. Oleh karena itu, untuk bisa menghindari kerja Amandel maka kita perlu mengatur gaya hidup sehat, terutama pola makan yang baik.

  • Pastikan makanan yang dikonsumsi, adalah makan higienis
  • Ganti kebiasaan “ngemil” dengan makan buah-buahan
  • Hindari makanan bersantan dan juga berminyak
  • Atur waktu makan, jangan makan berkali-kali di waktu yang berdekatan
  • Pastikan lingkungan tempat tinggal bersih
  • Gunakan masker jika berada pada lingkungan kotor
  • Perbanyaklah minum air putih, namun jangan air yang dingin

Dengan menjaga pola makan dan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan menjadi kunci utama bagi kita untuk terhindar dari bahaya amandel ini. Amandel adalah organ dalam tubuh yang sangat penting. Demikian penjelasan mengenai penyakit amandel dan bahaya yang harus kita waspadai. Jangan pernah mengabaikan penyakit amandel ini, segera kunjungi dokter untuk bisa mendapat perawatan yang cepat dan tepat.

You Might Also Like