Penasaran Mengapa Kelelawar Tidur Bergantung? Simak Ulasan Berikut

Hewan yang satu ini biasanya berkeliaran ketika malam hari. Di malam hari mereka akan bergerak begitu aktif, menukik di udara serta memangsa serangga atau hewan kecil lainnya. Tahukah anda bahwa kelelawar itu satu-satunya hewan mamalia yang bisa terbang. Wah unik juga yah kelelawar ini, jika mamalia berarti kelelawar ini menyusui anaknya. Tapi kita akan bahas masalah kenapa kelelawar tidur tebalik, apa gak pusing yah tidur kog pakai kebalik-kebalik segala hehehe. Mari kita simak lebih lanjut yah,

Mengapa Kelelawar Tidur Bergantung ?

Ini dikarenakan kemampuan terbang kelelawar tidaklah sebagus burung, kemampuan disini terkait dengan cara kelelawar untuk terbang langsung (lepas landas), dibanding burung sayap kelelawar tidak mampu menghasilkan banyak tenaga untuk segera mengangkat tubuh dan terbang karena itulah posisi idealnya didapat dengan bergantung ini. Hal ini juga berkaitan erat dengan kaki yang dipunyai hewan mamalia terbang ini, kaki kecil tidak memungkinkan untuk berlari sebagai ancang-ancang supaya bisa terbang.

Dengan tidur bergantung bisa dikatakan sebagai salah satu cara mereka menghindari hewan predator pemangsa mereka, pastinya kelelawar akan memilih tempat yang sulit untuk dijangkau hewan pemangsa saat siang hari. Dengan bergantung seekor kelelawar bisa menghemat lebih banyak energi, ini berkat kemampuan fisiologis dimana dengan bergelantungan energi yang dilekuarkan adalah sangat amat sedikit. Hal ini terkait dengan cakar maupun susunan otot yang dipunyai seekor kelelawar, jadi jangan heran kalau ada kelelawar yang mati dengan posisi bergantung tidak akan jatuh.

1. Memudahkan Kelelawar Untuk Memulai Penerbangan

Kelelawar akan lebih mudah untuk lepas landas saat mereka hendak terbang. Karena cara terbang kelelawar berbeda dengan burung, jika burung bisa terbang dari tanah ke udara. Kelelawar tidak punya cukup tenaga jika lepas landas dari tanah, ini disebabkan kelelawar mempunyai sayap yang tidak bisa menghasilkan tenaga yang besar dan kaki belakangnya juga lebih kecil jadi tidak bisa menghasilkan daya dorong yang kuat untuk lepas landas.

2. Menghindari Predator dan Kompetisi

Cara ini merupakan yang baik bagi kelelawar untuk terhindar dari pemangsa. Saat siang hari, sewaktu predator (terutama burung pemangsa) paling aktif, kelelawar akan berada di tempat yang paling sulit dicapai oleh para predator ini. Sehingga memungkinkan mereka aman dari serangan predator sampai malam tiba. Selain itu juga, sangat sedikit kompetisi untuk memperebutkan tempat-tempat bertengger terbalik ini, karena hewan terbang lainnya tidak memiliki kemampuan untuk bertengger dalam posisi terbalik seperti kelelawar.

3. Menghemat Energi Ketika Beristirahat

Untuk menghemat energi dalam beristirahat, kelelawar memiliki adaptasi yang unik yang memungkinkan mereka istirahat dalam posisi terbalik tanpa mengeluarkan energi sedikitpun. Kelelawar matipun akan tetap bertengger bergelantungan di tempatnya dan tidak jatuh sampai ada kelelawar lain yang menabraknya. Hal ini dikarenakan cakar kelelawar saat bertengger menggenggam permukaan yang dapat di genggam oleh cakarnya, Berat tubuh bagian atas akan menarik tendon yang terhubung dengan cakar ke bawah dan menyebabkan cakar mengepal dan menggenggam tempatnya bertengger. Akibatnya, kelelawar tidak perlu melakukan apa pun lagi untuk menggantung terbalik. Ia hanya perlu mengerahkan energi untuk melepaskan cengkeramannya, dengan meregangkan otot-otot untuk menarik cakar terbuka.

Ciri ciri di atas tentunya menjadi kelebihan yang sangat bermanfaat dan dibutuhkan oleh kelelawar. Tanpa adanya salah satu kemampuan di atas tentunya mereka tidak akan bisa bertahan hidup. Terutama karena kelelawar merupakan hewan nokturnal atau hewan yang hidup di malam hari, tentunya akan banyak sekali perbedaan ciri ciri dengan hewan yang hidup di siang hari. Selain itu, kelelawar hidup dengan berkelompok di atas pohon, dalam gua atau loteng rumah, maka dari itu mereka memiliki ciri kulit tipis bermembran yang juga terdapat cakar pada sayapnya. Hal tersebut akan membantu kelelawar dalam bergelantungan di dahan pohon ataupun gua dengan cara terbalik.

Tanpa kita sadari kelelawar memiliki berbagai macam tingkat ordo dan spesies yang beragam. Kelelawar adalah mamalia yang hidup nocturnal

Beberapa Jenis Kelelawar

Hewan mamalia yang mampu terbang ini ternyata memiliki berbagai jenis yang cukup banyak. Nah berikut ini adalah beberapa jenis kalelawar yang wajib kalian ketahui.

1. Kelelawar Pemakan Buah Berhidung Tabung (Nyctimene rabori)

Ditemukan di hutan hujan Filipina, kelelawar ini memiliki salah satu wajah paling aneh di antara mamalia. Telinga dengan warna gelap berbintik kuning, mata oranye dan hidung berlubang besar yang mirip tabung, memberikan penampilan wajah yang aneh. Umumnya, jenis ini makan buah ara dan buah-buahan lainnya, namun dalam keadaan tertentu menyantap serangga juga.

2. Kelelawar Pisang

Spesies eksklusif ini di temukan di wilayah Meksiko barat, kelelawar pisang yang terkenal karena moncongnya yang sangat panjang, terpanjang dari setiap kelelawar (relatif terhadap ukuran). Hewan ini nectarivorous, yang berarti makan pada nektar yang merupakan penyerbuk penting dalam habitat hutan tropis .Ia mendapatkan namanya karena sering ditemukan di perkebunan pisang.

3. Kelelawar Berkepala Palu (Hypsignathus Monstrosus)

Kelelawar ini banyak ditemukan di Afrika di sepanjang garis khatulistiwa. Dinamakan demikian karena bentuk kepalanya yang sangat aneh, besar dan mirip palu. Kepala ini diperlukan untuk menghasilkan suara yang keras, menarik perhatian kelelawar betina. Jenis ini adalah pemakan buah-buahanan dan kadang serangga.

4. Kelelawar Pemakan Katak (Trachops Cirrhosus)

Kelelelawar ini ditemukan di Benua Amerika, dari Meksiko bagian selatan, Bolivia hingga hutan di Brasil. Kelelawar ini sering disebut Fringe-lipped bat atau kelelawar berbibir, karena mulutnya yang dipenuhi duri dan ujung-ujung yang tajam. Termasuk hidungnya yang menjulang tajam. Bulu-bulunya tajam dan tebal.

5. Kelelawar Vampir (Desmodus rotundus)

Diberi nama demikian karena kelelawar ini menghisap darah. Bisa jadi, inilah kelelawar yang selalu diasosiakan dengan film-film horor. Padahal, kelelawar ini dinamai berdasarkan cerita vampir, bukan sebaliknya, Oxford English Dictionary mencatat keterlibatan kelelawar vampir dalam cerita vampir di Inggris dimulai 1734. Walaupun gigitan kelelawar vampir biasanya tidak berbahaya bagi manusia, jenis ini diketahui sering menyerang ternak dan bahkan manusia. Seringkali meninggalkan tanda berupa dua bekas gigitan di kulit korbannya.

6. Kelelawar Bertelinga Besar

kelelawar terbang ini memakan serangga terbang, menyerupai kelelawar lainnya, menggunakan echolocation untuk menemukan mangsanya,telinga besar mereka memberi mereka pendengaran jauh lebih baik daripada kelelawar bertelinga kecil. Mereka memiliki genera beragam dan ditemukan di banyak bab dunia.

7 . Kelelawar Pemancing

Kelelawar besar ini hidup di Meksiko, Amerika Tengah dan Selatan dan kebanyakan memakan ikan. Menggunakan kaki panjang bercakar untuk mengambil ikan di permukaan air dan kemudian memakan melalui sayapnya yang relatif lebih kecil dari jenis Fishing Bat ialah Lesser Fishing Bat yang makanannya ialah serangga air.

8 . Kelelawar Bermuka Hantu

Kelelawar bermuka hantu banyak tersebar di Dunia Baru, dari Amerika Serikat selatan hingga Peru. Mereka nyaris tidak berhidung, memiliki flap kulit abnormal yang keras di wajah mereka dan dahi yang sangat menonjol yang memberi mereka penampilan sangat aneh. Mereka makan serangga nokturnal.

9. Sucker Footed Bat

Kelelawar ini, endemik Madagaskar, diperkirakan untuk menggunakan cup penyedot pada sayapnya dan pergelangan kaki untuk bergelantungan di daun palem dan permukaan halus lainnya. Hari ini diketahui bahwa mereka tidak menggunakan tenaga hisap, melainkan adhesi, dengan menghasilkan zat lengket yang bertindak sebagai semacam-lem sama menyerupai adhesi ditemukan di katak pohon dan salamander.

10. Kalong

Kalong adalah anggota bangsa kelelawar dimana penggunaan kata “kalong” seringkali digunakan dalam percakapan sehari-hari, walaupun secara ilmiah penggunaan kata ini tidak sepenuhnya tepat, karena tidak semua kelelawar adalah kalong. Kalong terutama merujuk pada kelelawar pemakan buah yang berukuran besar.

Dalam bahasa Inggris, kalong biasa dikenal sebagai Giant Fruit Bats atau Flying Foxes. Kalong menyebar di Asia tropis dan subtropis (termasuk di anak benua India), Australia, Indonesia, pulau-pulau di lepas pantai timur Afrika (tetapi tidak di daratan benuanya), serta di sejumlah kepulauan di Samudra Hindia dan Pasifik. Adapun beberapa ciri khususnya antara lain:

  • Kalong merupakan kelelawar yang berukuran amat besar.
  • Jari pertamanya sangat panjang dan jari keduanya memiliki cakar yang berkembang baik.
  • Tengkoraknya berukuran besar dan memanjang, dengan rangka otak yang berbentuk hampir seperti pipa.
  • Memiliki 3 geraham depan di rahang atas, tetapi yang terdepan sangat kecil dan sering tanggal pada individu yang tua.
  • Tidak mempunyai ekor.

11. Barong

Barong adalah nama sejenis kelelawar pemakan serangga dengan beberapa ciri khusus terutama pada hidungnya berikut ini:

  • Hidung bagian luarnya (daun hidung) memiliki bentuk yang rumit
  • hidungnya terdiri dari 3 bagian utama (anterior, tengah, dan posterior) serta bagian-bagian tambahan.
  • daun hidung anteriornya berbentuk khas membundar dan agak seperti ladam kuda.
  • Berekor pendek sampai sedang, sebagian besar terselubung dalam membran interfemoral (selaput kulit antar paha).
  • Jari kaki no II-IV hanya memiliki 2 tulang jari, bukan 3.
  • Karena ciri khusus pada hidungnya itu pula maka kelelawar ini disebut sebagai Roundleaf Bat dalam bahasa Inggris.

Cara Kelelawar Terbang dalam Gelap

Seringkali kita melihat kelelawar terbang pada malam hari. Mereka terbang dalam kegelapan dengan cepatnya tanpa menabrak segala sesuatu yang ada dihadapannya. Bagamana sih cara kelelawar sehingga mampu terbang dalam gelap?

Dalam suatu penelitian ilmiah, seekor kelelawar dilepaskan dalam suatu ruang gelap yang telah dipasangi beberapa kawat sejajar dengan jarak antar kawat cukup dekat. Rekaman film menunjukkan bahwa kelelawar dapat terbang melalui sela-sela kawat tanpa menabrak kawat. Penglihatan kelelawar tidaklah istimewa. Jika kelelawar terbang malam dengan mengandalkan penglihatannya saja, maka ia akan menabrak dinding sama seringnya seperti kita.

Lalu bagaimana kelelawar bisa terbang di malam hari tanpa menabrak objek di sekitarnya dan juga menangkap serangga kecil?

Penglihatan kelelawar yang sangat aktif di malam hari sangatlah buruk jika harus melihat jarak yang jauh. Agar mampu bergerak dan terbang dengan cepat dalam kegelapan mereka menggunakan Echoloration. Echoloration merupakan transmisi gelombang suara untuk mencari benda, makanan dan untuk mendeteksi rintangan. Suara yang berfrekuensi tinggi ini berasal dari mulut kelelawar di luar jangkauan pendengaran manusia. Beberapa spesies kelelawar juga menghasilkan suara ini dari hidung apabila saat makan dengan posisi terbang.

Cara kerja dari echoloration ini adalah gelombang suara keluar menjauh dari kelelawar dan kemudian terpental oleh obyek di sekitar lalu membentuk gema dan terpantul kembali ke arah kelelawar. Gema yang terpental inilah yang memberikan informasi tentang ukuran, bentuk, arah dan jarak obyek terhadap kelelawar.

Memang setiap makhluk hidup memiliki ciri dan kemampuan masing masing yang berbeda beda, ini akan sangat berguna bagi kelangsungan hidup masing masing makhluk. Sama seperti manusia yang memiliki keistimewaan akal pikiran yang tidak dimiliki makhluk manapun. Sekianlah dulu informasinya semoga bisa menambah wawasan anda

 

You Might Also Like