Dicap Pembawa Sial, Berikut Fakta Unik Burung Gagak

Gagak merupakan spesies burung yang paling jelek dari spesies burung manapun juga, oleh karena itulah orang beranggapan bahwa burung gagak ini si pembawa sial. Kemunculan burung gagak hitam sering kali dihubung-hubungkan dengan adanya kematian ataupun pertanda sebuah pesan akan datangnya berita kematian. Namun di balik penampilannya yang menakutkan, ternyata ada beberapa fakta menarik seputar burung gagak. Apakah itu? Mari kita simak fakta-fakta berikut ini.

A. Kerjasama Tim

Burung gagak terkenal dengan kehidupan berkelompoknya dimana biasanya mereka memburu makanan bersama-sama dan berkumpul disuatu sumber makanan secara bergerombol. Mereka tidak segan-segan membagi makanannya pada saudara-saudara sejenisnya. Gagak sangat terorganisasi jika berhubungan dengan tugas berbagi dengan sesama. Seperti pepatah yang mengatakan sesuatu tidak dapat berkembang jika mereka tidak mendukung kelompok mereka juga untuk berkembang.

B. Pertemanan

Ketika satu burung gagak terluka maka gagak yang lain akan datang membantu, bahkan terkadang bisa puluhan gagak berkumpul untuk menolongnya. Hal ini menunjukkan semangat kebersamaan dan merupakan kunci sukses dari spesies ini untuk bertahan. Jika di umpamakan dalam kehidupan manusia, memang membantu orang lain bukan keharusan, namun merupakan tugas dasar manusia untuk memenuhinya.

C. Gagak Termasuk Burung Yang Suka Curhat

Yang menarik, burung gagak sering berbagi informasi mengenai apa saja yang pernah dialaminya. Istilahnya, gagak termasuk burung yang suka curhat. Sore hari, kawanan gagak biasanya berkumpul di suatu lokasi. Saat itu, mereka saling berbagi informasi mengenai letak-letak sumber makanan yang cukup potensial. para gagak memiliki etika yang wajib dipatuhi pada saat mencari makanan, yaitu hanya memberi informasi tentang lokasi makanan kepada kelompoknya saja.

D. Percaya Diri Dengan Hal Yang Dimilikinya

Pendapat orang awam mengatakan bahwa burung gagak adalah burung hitam legam yang menakutkan. Namun dibalik warnanya yang terlihat sangat hitam tersebut ternyata memiliki sekumpulan warna berbeda seperti warna ungu, hijau, biru dll. Selain itu sang gagak sangat rajin membersihkan dirinya. Bagi mereka, mereka adalah burung cantik dengan bulu yang menawan walaupun manusia terkadang menganggap warna hitamnya itu sebagai warna yang sangat misterius untuk seekor burung. Warna hitam membantu mereka untuk berkamuflase dengan semak-semak gelap yang ada di pepohonan. Jadi, jangan hanya menilai sesuatu dari luarnya saja.

E. Ukuran Tidak Jadi Masalah

Jika dibandingkan dengan burung rajawali dan elang, burung gagak memiliki ukuran yang kecil. Walaupun demikian tidak menyurutkan niat mereka untuk mencuri makanan dari cakar kedua burung besar tersebut. Ditambah lagi dua jenis burung yang terkenal dan berani mengusir pemangsanya dari wilayah kekuasaannya adalah burung srigunting hitam dan gagak. Jadi walaupun ukurannya kecil atau kelompoknya kecil, mereka selalu bisa berperilaku lebih baik dibandingkan ukuran mereka. Jika mereka percaya bahwa hal itu mungkin terjadi maka akan terjadilah.

Penelitian Mengenai Kecerdasan Gagak

Gagak merupakan salah satu anggota Famili Corvidae yang memang dikenal paling cerdas diantara para burung lainnya dan memiliki kemampuan untuk belajar. Bahkan lewat sebuah test, gagak dinyatakan memiliki “Self Awareness”, sesuatu yang selama ini dianggap hanya dimiliki oleh manusia. Penelitian yang dilakukan selama 5 tahun terhadap gagak-gagak yang tinggal di kawasan Seattle, Washington, Amerika Serikat menunjukkan bahwa burung gagak bisa mengingat mana ‘manusia yang berbahaya’ bagi keselamatannya. Hebatnya, burung ini bisa memberitahukan informasi ini pada anak-anaknya serta gagak-gagak lain.

Menurut John Marzluff, Profesor dari University of Washington, kemampuan ini telah membantu spesies itu untuk beradaptasi dengan sukses serta berkembang biak bersama dengan manusia. Perilaku setiap individu manusia terhadap hewan sangat berbeda dan berubah-ubah. Berhubung manusia sering hadirkan ancaman bagi hewan, kemampuan mempelajari perilaku sosial ini sangat berguna bagi hewan. Ucap Marzluff

Pada percobaan, peneliti menggunakan topeng lalu menjebak, mengikat kemudian melepas 7 sampai 15 ekor burung di 5 kawasan yang berbeda di Seattle. Untuk mengetahui dampak penangkapan tersebut, selama 5 tahun kemudian, dilakukan penelitian terhadap perilaku burung itu terhadap orang-orang yang melintas di kawasan lokasi penangkapan.

Peneliti menggunakan topeng “Penjahat” atau topeng yang mereka pakai saat menjebak para burung. Setelah itu mereka membandingkannya dengan menggunakan topeng lain yang tidak ada kaitannya dengan penangkapan terhadap para tersebut. Dalam 2 minggu setelah penangkapan, rata-rata 26 persen gagak “Marah” kepada orang yang menggunakan topeng penjahat. Mereka mengganggu orang itu dengan mengepakkan sayap dan mengibaskan ekornya. Kadang, tindakan gagak yang pernah disakiti itu dibantu oleh gagak-gagak lain yang bergabung dan mengerumuni “Penjahat” tersebut.

Setelah lebih dari setahun, lebih dari 30 persen gagak yang menyerang orang yang memakai topeng penjahat itu. Angkanya malah meningkat lebih dari dua kali lipat, yakni mencapai 66 persen setelah tiga tahun dari waktu penjebakan terhadap gagak. Marzluff menyebutkan, kawasan di mana gagak menyerang manusia yang menggunakan topeng ‘penjahat’ juga semakin meluas. Namun demikian, tidak ada perubahan pada perilaku gagak terhadap manusia yang menggunakan topeng “Baik-Baik”.

Bagaimana Dengan Mitos Mengenai Burung Gagak?

Kenapa burung gagak identik dengan kematian? Sekilas tentang mitos adanya burung gagak, gagak hitam merupakan jenis burung yang sangat suka dengan daging bangkai. Bila ada sebuah bangkai hewan, maka sekumpulan gagak akan beramai-ramai akan datang memakan daging tersebut. Kemunculan segerombolan gagak dalam sebuah kampung sering kali dicap bahwa akan terjadi hal-hal buruk di kampung tersebut.

Selain itu masih dalam kepercayaan masyarakat Jawa tentang mitos mendengar suara burung gagak, bila ada orang yang sedang sakit kemudian terdengar suara burung gagak, maka akan menjadi pertanda bahwa orang sakit tersebut akan segera menemui ajalnya. Menurut mereka orang yang akan menemui ajalnya akan mengeluarkan bau khas menyerupai bau mayat. Menurut ceritanya, gagak mempunyai insting serta penciuman yang sangat peka, bahkan mencapai radius ribuan km, serta burung gagak adalah jenis burung pemakan bangkai. Oleh karena itu sebutan burung gagak menjadi sebuah pertanda kematian.

Namun mitos mengenai burung gagak yang identik dengan kematian semua tidaklah benar. Mengapa ? Dari beberapa literatur yang saya baca, ternyata Mitos burung gagak penanda kematian adalah tidak benar. Burung gagak bukanlah burung pembawa sial apalagi pembawa kematian, namun burung gagak memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi, seperti menguburkan rekannya yang telah mati, sekaligus yang memberi petunjuk kepada Qabil bagaimana cara menguburkan mayat saudaranya dan merupakan burung yang disebutkan di dalam Al qur’an.

Terima kasih telah membaca artikel fakta menarik seputar burung gagak, semoga dapat menambah wawasan kamu tentang burung gagak yang selalu identik dengan kematian.